Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Baju Putih Jokowi vs Baju Safari Prabowo, Lebih Bagus Mana?

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
28 Maret 2019
A A
Baju putih Jokowi vs baju safari Prabowo MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Baju putih Jokowi vs baju safari Prabowo. Di mata saya, baju safari Prabowo unggul 0-1. Lebih fungsional dan lebih cocok dengan iklim tropis Indonesia.

Maaf, untuk kali ini saya setuju dengan Ferdinand Hutahaean. Politisi Partai Demokrat tersebut khawatir dengan instruksi Jokowi untuk mengenakan pakaianan berawarna putih ketika mencoblos di tanggal 17 April nanti. Ferdinand berpandangan kalau baju putih Jokowi bisa menimbulkan konflik.

Konflik bisa terjadi karena siapa yang memilih paslon 01 itu akan sangat terlihat.

“Kemudian nanti yang lain merasa pendukung Prabowo “Oh ini lawan saya”. Maka potensi konflik itu akan mudah sekali terjadi yang bukan baju putih akan merasa ini bukan kelompoknya. Ini bahaya bahwa Jokowi sedang menebarkan konflik di tengah masyarakat kita,” ucap Ferdinand kepada Tirto.

Ya, kamu boleh katakan kalau kalimat di atas cuma ketakutan Ferdinand saja. Orang-orang Indonesia, yang dewasa, yang sudah bisa memberikan suara untuk Pilpres 2019 adalah cerdas-cerdas. Saling serang goblok antara Cebong dan Kamprets itu kan cuma gimmick di media sosial saja. Aslinya damai dan saling menghormati.

Namun, meski itu cuma ketakutan Ferdinand, saya tetap setuju. Sekali-sekali nggap papa ada yang setuju dengan Ferdinand yang mobilnya kena tahi burung dan membentuk angka “2” itu. Ferdinand berkata bahwa instruksi baju putih Jokowi itu bisa merusak unsur rahasia di dalam sebuah pemilihan umum.

Lewat imbauan baju putih Jokowi, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat itu menganggap paslon 01 tak memahami makna demokrasi yang sesungguhnya.

“Dengan identifikasi tertentu seperti menggunakan baju putih artinya menabrak asas pemilu yang tidak lagi rahasia karena kita sudah tahu bahwa yang datang ke TPS itu baju putih itu (pendukung) Jokowi,” ucap Ferdinand.

Sebelumnya, melalui tulisan tangan pada secarik kertas, Jokowi menuliskan pesan kepada pendukungnya untuk meramaikan TPS dengan mengenakan baju berwarna putih saat hari pencoblosan nanti.

“Gunakan hak pilih kita pada tanggal 17 April 2019. Jangan lupa pilih yang bajunya putih. Karena putih adalah kita. Kita semua ke TPS berbondong-bondong berbaju putih.”

Selain bisa menimbulkan konflik, baju putih Jokowi sendiri menjadi konflik ketika menjadi rebutan. Rebutan antara BPN dan TKN. Rebutan antara siapa yang lebih dahulu menggunakan “identitas” baju putih.

Fadli Zon, misalnya, mengatakan kebiasaan untuk memakai baju putih dalam kondisi tertentu lebih dulu dilakukan oleh kubu Prabowo dan Sandiaga. “Saya kira kalau putih, kami dari dulu yang menyerukan putihkan Jakarta, putihkan Solo. Ya enggak apa-apa kalau orang pakai baju putih, lebih bagus, biasa aja. Saya kira dari para ulama juga biasa pakai baju putih ini gitu,” ujar Fadli.

Ketua Tim Cakra 19, organisasi relawan pendukung Jokowi, Andi Widjajanto, mengatakan selama ini, pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno atau tim sukses 02 ini tidak pernah menyatakan identitas putih sebagai warna mereka. Tidak pernah dinyatakan oleh Prabowo maupun Sandiaga, tidak pernah juga dinyatakan oleh BPN. Baru Pak Jokowi lah yang mengatakan putih itu kami.”

Andi menyebut selama ini justru mengetahui bahwa identitas yang coba dibangun oleh kubu 02 adalah baju biru dan celana cokelat. Sandiaga sendiri kerap mengenakan baju biru dan celana cokelat. Sementara itu, Pak Prabowo gemar pakai safari warna cokelat.

Mengapa semuanya berebut soal baju putih?

“Putih itu juga melambangkan kejujuran, orang yang bersih dan jujur,” kata Direktur Komunikasi Politik TKN, Usman Kansong. Jargon-jargon putih itu “suci” menjadi alasan. Padahal, di politik sendiri, tidak ada yang namanya murni putih atau murni hitam. Politik adalah soal ranah abu-abu, di mana orang baik ternyata jahat, sementara orang jahat ternyata jahat banget.

Rebutan baju putih Jokowi ini sebetulnya juga nggak produktif, terutama bagi kubu Prabowo. Mengapa begitu? Karena Prabowo sendiri sudah punya branding yang tak kalah oke. Kubu Prabowo tak perlu ngegas dengan bilang baju putih itu lebih dulu mereka proklamirkan. Prabowo sudah punya baju safari, warna cokelat, dengan banyak saku di dada. Itu sudah ikonik betul.

Baju safari juga nggak kalah jelek kok ketimbang baju putih Jokowi yang ada tulisannya “Kerja, kerja, kerja” itu. Ahh, maaf, maksud saya, nggak kalah artsy dan democrazy.

Iklan

Baju safari itu kan punya banyak saku. Baju ini sangat fungsional. Kalau kamu datang ke kondangan, saku-saku di dada dan darah perut itu bisa dipakai sebagai lokasi menyembunyikan bungkusan makanan. Nggak perlu bingung mau menyimpan bungkusan nasi kebuli. Tas penuh? Masukkan saja ke saku di perut sebelah kiri. Sebelah kanan bisa buat tempat risol dan zuppa sup.

Baju safari juga cocok untuk daerah tropis dibandingkan baju putih Jokowi. Pertama, warna cokelat membuat kotor tidak mudah terlihat. Kedua, lengan panjang ampuh menangkal panas ketika siang-siang kampanye dan hangat ketika sore menjelang. Lha kalau baju putih Jokowi itu kok saya yakin bahannya dari “saringan tahu”. Ketiga, kalau baju safari penuh keringat itu dilepas, diputar-putar, lalu dilemparkan ke para hooligan kok lebih dramatis ketimbang kain warna putih saja. Kecutnya lebih berbekas dan khas.

Nah, berdasarkan penjelasan di atas, nggak perlu memperdebatkan baju putih Jokowi. Biarlah para pendukungnya pakai kemeja warna putih yang “itu”. Pendukung Prabowo pakai saja safari warna cokelat ketika nyoblos. Alhasil, aura-aura “cah lawas” dan “Orde Baru” bakal terasa. Pie, enak zamanku, to?

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2019 oleh

Tags: baju putih jokowibaju safari prabowojokowiPilpres 2019prabowo
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.