Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

3 Jenis Mahasiswa Tukang Protes Nilai yang Menyebalkan bagi Dosennya

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
17 Februari 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kadang ada mahasiswa yang memang layak protes sih, meski kadang ada juga mahasiswa yang nggak tahu diri.

Adalah hak mahasiswa ketika minta transparansi nilai mata kuliah ke dosennya, terutama kalau nilainya dirasa kurang memuaskan. Sebagai tukang ngajar di kampus, saya paham betul itu. Itulah kenapa saya selalu siap-siap data kenapa mahasiswa dapat nilai segitu. Ya kali aja si mahasiswa protes di kemudian hari.

Harus diakui, mahasiswa sekarang emang lebih berani ketimbang mahasiswa zaman saya dulu. Dulu, ketika mahasiswa sadar kurang aktif di kelas, ngerjain UTS dan UAS nggak bisa, lalu akhirnya dapat nilai C atau D, ya si mahasiswa akan sadar diri untuk nggak tanya kenapa dapat nilai segitu.

Zaman sekarang, setidaknya sependek pengalaman saya ngajar selama 3 tahun ke belakang, mau dalam kondisi apapun mahasiswa suka berani tiba-tiba WhatsApp untuk menanyakan kenapa dapat nilai C atau B minus.

Beberapa memang ada yang karena masalah sistem di SIAKAD, sehingga ada satu dua item penilaian yang tidak masuk. Wajar kalau kemudian si mahasiswa protes. Evaluasi nilai dari pihak kampus pun biasanya berjalan cepat kalau urusannya begini, karena toh sekarang serba-terkoneksi. Tinggal si dosen hubungi bagian IT, beres perkara.

Masalahnya, masih ada saja mahasiswa yang protes nilai menggunakan segudang alasan kocak. Saking kocaknya kadang malah sampai pada ranah menyebalkan. Ini beberapa di antaranya.

Mahasiswa semester tua bangka

Ini adalah jenis mahasiswa yang bikin gemas. Sudah tahu tahun depan bakal habis masa studinya, malah nggak pernah masuk kuliah.

Saya pernah dapat satu mahasiswa semester 13. Tak pernah satu kali pun masuk kelas saya. Tentu saja, nilai akhirnya kosong. Wajar.

Anehnya, mahasiswa ini malah kontak saya dengan tanpa berdosa. Mengiba-iba minta tugas pengganti kuliah biar bisa dapet nilai.

Iya betul. Dengan pedenya, si mahasiswa ini minta satu tugas pengganti kuliah selama satu semester. Pledoinya ya apalagi kalau bukan karena dirinya adalah mahasiswa tingkat injury time. Kalau saya nggak kasih dia nilai, otomatis mahasiswa ini DO karena nggak bakal punya kesempatan ngulang tahun depan.

Ini adalah jenis mahasiswa yang bakal bikin dosen dilema setengah mampus. Jangan dipikir dosen bisa dengan enteng bilang “bodoamat” atau “ya itu urusanmu”. Diberi beban tiba-tiba untuk menentukan status DO seorang mahasiswa itu berat sekali, Bung. Berat.

Kadang-kadang itu saya mikir, sudah tahu itu adalah kesempatan terakhir kuliah kok bisa-bisa nggak masuk kelas babar blas. Ini cara mikirnya gimana ya? Mana berani betul kontak dosennya untuk minta nilai lagi. Hadeh.

Punya keberanian kok ya salah tempat.

Bawa-bawa kegiatan organisasi

Wajar kalau mahasiswa punya segudang kegiatan organisasi. Dulu ketika masih kuliah, saya pun aktif di organisasi kampus. Cuma masalahnya, kegiatan organisasi tak pernah saya jadikan alasan kalau misalnya saya tidak bisa maksimal kuliah atau nilainya jeblok.

Anehnya, beberapa mahasiswa zaman sekarang, terutama mahasiswa saya ya (mahasiswa kayak kamu sih mana mungkin gitu), tidak jarang menggunakan alasan organisasi sebagai bamper agar bisa protes nilai ke dosennya. Ini beberapa contoh pesan yang pernah saya terima.

“Pak, kenapa nilai saya C? Saya kan dulu waktu pengumpulan tugas udah izin nggak bisa ngerjain, Pak, karena ada urusan organisasi.”

“Kemarin itu kan saya ada kegiatan rapat tahunan UKM, Pak. Jadi untuk UTS-nya saya memang tak bisa ikut. Mohon ada remidi ya, Pak.”

Duh, duh, dek. Hambok, plis. Silakan bikin kampus sendiri aja kalau gitu cara mainnya.

Iklan

Tukang ngadu

Ini adalah jenis mahasiswa tukang protes nilai paling menyebalkan di antara yang lain. Jenis mahasiswa yang akan “melaporkan” temannya sendiri agar dapat dua kemungkinan.

  • Temennya dapat nilai seburuk yang dia dapet.
  • Dia dapat katrol nilai sehingga setara dengan temennya.

Saya pikir cuma Cathur di film 3 Idiots saja yang punya kelakuan kayak gini, ternyata di kehidupan nyata, ada juga model mahasiswa yang mempertaruhkan nilai temannya demi bisa mengatrol nilainya sendiri.

Saya pernah dapet situasi menyebalkan begini. Kebetulan ada mahasiswa yang ketahuan plagiat di artikel tugasnya. Tidak semua tugas sih, ada beberapa paragraf yang dia comot dari tulisan orang lain tanpa menyertakan sumbernya. Hal ini berlanjut juga sampai UAS. Masih nggak kapok juga, saya pikir.

Nilai akhir saya kasih C, karena masih ada beberapa tulisan dia bikin sendiri. Kalau murni plagiat sudah tentu dapat nilai terburuk.

Beberapa jam setelah saya input nilai, si mahasiswa ini kirim WhatsApp ke saya.

“Pak kok nilai saya C? Saya kan ngerjain tugas, ikut UTS dan UAS juga?” protesnya.

Saya cuma membalas dengan beberapa link artikel yang dia comot.

Bukannya merasa bersalah, si mahasiswa masih aja protes.

“Tapi, Pak. Si Budi juga comot tulisan artikel anu. Si Angga juga…” dan menyebut beberapa teman-teman yang dia duga juga plagiat sama seperti dirinya.

Untuk itulah tadi saya sebut di awal, tukang ajar kampus zaman sekarang itu harus selalu siap sedia data alasan kenapa mahasiswa dapat nilai segitu. Ya karena harus bersiap kalau ada kejadian menyebalkan kayak begini.

Dengan mesam-mesem, saya balas WhatsApp-nya.

“Mas, tolong bedakan antara plagiat dengan mengutip. Teman-teman sampean itu jelas ada sumbernya, ngambil kutipan dari mana. Sedangkan sampean itu comot beberapa paragraf punya tulisan orang lain. Di sini jelas?”

Si mahasiswa pun tak lagi mau membalas pesan saya.

BACA JUGA Ini Tipe-tipe Mahasiswa Menyebalkan dari Kacamata Dosen dan tulisan POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2021 oleh

Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan Klaten Tahun 2025. MOJOK.CO

Karnaval Klaten 2026: Belajar Jejak Sejarah Mataram Kuno dan Keistimewaan Tiap Wilayah

16 Agustus 2026
War Tiket Upacara 17 Agustus dan Rakyat yang Selalu Dipaksa Berebut MOJOK.CO

War Tiket Upacara 17 Agustus dan Rakyat yang Selalu Dipaksa Berebut

17 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.