MOJOK.COKemarin, Presiden Jokowi membuat pernyataan ke publik tentang penambahan pembiayaan untuk mengatasi pandemi corona sebesar Rp405,1 triliun.

Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Sistem Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Tentu ini kabar baik yang ditunggu oleh warga negara.

Inti dari perppu tersebut adalah pengalokasian penambahan keuangan ke empat komponen besar: insentif bidang kesehatan; insentif perlindungan sosial; insentif perpajakan dan stimulus KUR; dan insentif program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan pembiayaan UMKM. Dari keempat komponen itu, kita langsung bisa tahu bahwa strategi itu cukup komprehensif, runtut, dan masuk akal. Pernyataan tersebut, menurut pendapat saya, pidato paling menarik dan positif dari seorang kepala negara dalam menyikapi pandemi corona, setelah sebelumnya terlihat mengambang dan makin tak jelas saat diberikan penjelasan ulang ke publik oleh jubir presiden, Fadjroel Rachman.

Dengan kabar seperti itu saja, antusiasme publik mulai menggeliat lagi, setelah lebih dari dua minggu diberi kabar yang selalu buruk soal pandemi, serta ketidakjelasan dalam penanganannya. Jangan pernah menyepelekan antusiasme publik, karena gestur ini membangun sikap batin dan pola pikir yang positif. Pola pikir yang positif dibutuhkan untuk menumbuhkan sikap optimistis. Dan sikap optimistis berguna untuk semua hal: menghalau kepanikan, melepas stres, punya harapan, bahkan bisa memperkuat sistem imun pada tubuh manusia.

Tentu saja persoalannya tinggal bagaimana ini diimplementasikan. Presiden Jokowi berjanji, semua akan terlaksana mulai April. Tentu proses setiap item kerja berbeda-beda, menyangkut sistem kerja dan lembaga-lembaga terkait. Tapi saya punya keyakinan hal ini akan cepat bisa dilakukan. Kenapa? Karena saya kira Presiden mendengar aspirasi dari berbagai elemen masyarakat sipil, para pengusaha, ekonom, dll. Kedua, suara publik yang resah, tidak mungkin tidak bisa dipindai oleh seorang presiden lewat berbagai jalur. Dan terlihat betul saat menyampaikan itu, raut muka Presiden Jokowi tampak segar dengan nada yang optimistis, disampaikan dengan jelas poin per poin.

Baca juga:  GNPF-U Dukung dan Minta Prabowo Pulangkan Habib Rizieq, Hanura Sebut Itu Kayak Dagelan

Satu persoalan strategi besar dalam menangani pandemi corona dari sisi perekonomian sudah dilakukan. Tinggal yang kita tunggu strategi besar lain, yaitu penanganan pendemi corona itu sendiri. Memang Presiden di waktu yang hampir bersamaan juga mengumumkan soal strategi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Intinya: Pertama, menyatakan bahwa kesehatan masyarakat adalah hal yang utama. Kedua, mempersiapkan jaringan pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli. Ketiga, menjaga dunia usaha, utamanya usaha mikro, kecil, dan menengah, agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerja. Sayang, dalam pidato tersebut, Presiden Jokowi hanya fokus menjelaskan pada poin penyiapan bantuan untuk masyarakat lapisan bawah.

Fokus penjelasan pada poin tersebut memang penting. Tapi ada hal lain yang juga penting, bagaimana strategi mengatasi penyebaran pandemi corona yang sangat cepat dan masif tersebut? Bagaimana implementasi PSBB itu di masyarakat? Bagaimana sistem koordinasi antara pusat dan daerah? Dan sekian pertanyaan lain.

Ada dua kepanikan yang sedang terjadi di masyarakat. Pertama, kepanikan karena persebaran pandemi corona yang begitu cepat dan masif, yang mulai menelan banyak korban, plus berbagai kabar tentang belum siapnya infratruktur kesehatan, dan bahkan banyak juru medis yang bertumbangan. Di sisi lain, terjadi kepanikan sosial terutama ekonomi karena implikasi dari pandemi corona ini. Presiden Jokowi sudah gamblang, runtut, dan logis menjelaskan poin kedua. Tapi poin pertama, masih belum jelas.

Baca juga:  Jokowi Tak Pernah Melarang Anak-Anaknya Terjun ke Dunia Politik

Kalau yang pertama bisa dijelaskan dalam waktu dekat, tentu itu akan makin membantu masyarakat. Setidaknya kami sebagai warga masyarakat tahu persis bagaimana strategi, tahapan, dan implementasinya.

Saya secara pribadi berharap semoga hari ini ada penjelasan yang komprehensif dan runtut sebagaimana penjelasan soal fokus pada penyiapan bantuan untuk masyarakat lapisan bawah. Karena kita sedang beradu cepat dengan menyebarnya pandemi, berita tentang makin bertambahnya angka-angka dari mulai yang positif kena sampai yang meninggal dunia, makin banyaknya orang mudik dari Jakarta, dan sekian hal lainnya, yang belum benderang bagaimana mengatasinya.

Tapi apa pun itu, apresiasi mesti diberikan kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi. Ini langkah maju. Langkah yang membuat banyak orang mulai optimistis. Tapi tetap kami menunggu yang soal strategi penanganan persebaran pendemi corona. Biar optimisme ini makin tebal di dada warga negara.

BACA JUGA Surat untuk Virus Corona dan esai Puthut EA lainnya di KEPALA SUKU.