Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Sopir Mobil Jenazah dan Sesuatu yang Mengikutinya

Redaksi oleh Redaksi
16 Januari 2020
A A
gorong-gorong maut Mobil Jenazah. Mojok.co.
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selalu ada cerita dari orang-orang yang kerjaannya dekat dengan orang-orang mati. Jaga kamar mayat, penggali kuburan, sampai sopir mobil jenazah misalnya.

Sudah hampir lima tahun Bambang bekerja sebagai sopir mobil jenazah. Dan tak satupun peristiwa seram yang pernah dialami kecuali hari itu. Hari ketika Bambang harus mengantar jenazah seorang pria ke daerah terpencil di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Iklan

Kebetulan, di dalam mobil jenazah, beberapa keluarga almarhum ikut nebeng. Isak tangis mengiringi perjalanan Bambang menuju rumah duka. Bagi Bambang, yang sudah bertahun-tahun kerja mengantar jenazah, isak tangis ini hal biasa.

Siapapun akan berduka jika keluarga dekatnya harus meninggal dunia. Tangisan macam gitu cuma soal giliran saja. Kebetulan saja hari itu, keluarga ini yang harus mendapat takdir duka tersebut.

Begitu masuk perkampungan rumah duka, Bambang segera memarkir mobil jenazah di depan pintu rumah. Harapannya, agar jenazah bisa dengan mudah diangkut oleh pihak keluarga untuk dibawa ke dalam.

Suasana cukup lengang, meski tenda dan beberapa kursi untuk pelayat keesokan harinya sudah disiapkan tetangga. Keadaan memang sudah cukup larut. Sudah jam 11-an malam. Beberapa tetangga keluarga almarhum sepertinya sudah tidak di lokasi. Hanya sedikit kerabat-kerabat yang masih bertahan “menyambut” kedatangan almarhum.

Masih dengan isak tangis yang tak juga berhenti, anggota keluarga almarhum lalu ikut turun satu demi satu dari mobil lewat pintu samping. Bambang juga ikut turun. Lalu duduk di kursi-kursi yang disiapkan untuk pelayat esok hari di halaman rumah.

Sambil menyulut rokok, Bambang duduk istirahat sejenak melihat suasana rumah duka. Sambil sesekali masih terdengar tangis dari dalam rumah. Tiba-tiba ketika masih asyik menikmati rokok, Bambang didekati oleh seseorang. Mungkin kerabat atau tetangga keluarga almarhum.

“Sudah dapat teh, Mas?” tanya orang itu.

“Oh, belum, Pak,” kata Bambang.

“Tunggu sebentar ya, Pak,” kata orang ini ramah lalu pergi masuk ke dalam rumah.

Sebentar saja orang ini keluar sambil membawa teh—yang sepertinya memang sudah disiapkan dari tadi—ke Bambang.

“Wah, terima kasih, Pak. Jadi repot begini,” kata Bambang. “Maaf ini dengan Pak siapa ya?” tanya Bambang kemudian.

“Jalu, Pak. Saya Ketua RT sini,” kata Pak RT.

“Oalah. Iya, iya. Ini sudah beres, Pak?” kata Bambang.

“Oh, udah, Mas. Udah beres semua ini. Warga juga beberapa udah pada pulang. Udah malam ini, biar besok habis subuh bisa ke sini pagi-pagi,” kata Pak RT.

“Kalau begitu saya pamit ke rumah sakit lagi aja ya, Pak? Maaf, mobil jenazah nggak boleh lama-lama di sini, takut ada yang butuh di rumah sakit untuk keluarga almarhum yang lain,” kata Bambang.

“Oh, iya, Pak. Tapi tehnya dihabiskan dulu dong. Biar seger pulangnya,” kata Pak RT.

Iklan

Setelah menghabiskan rokok dan teh, Bambang segera pamit ke Pak RT. Sekaligus titip salam untuk keluarga almarhum agar diberi kekuatan dan kesabaran.

“Pamit dulu, ya Pak RT,” kata Bambang masuk ke dalam mobil jenazah.

“Iya, Pak. Hati-hati di jalan,” kata Pak RT.

Mobil jenazah pun berangkat menuju rumah sakit dari rumah duka. Keadaan sudah malam sekali, hampir pukul satu dini hari. Jalur yang dilewati mobil jenazah ini kebetulan yang melewati hutan di perbukitan Pacitan.

Awalnya keadaan masih biasa-biasa saja, tapi lama-lama Bambang merasa aneh. Dalam keadaan sepi dan gelap gulita, Bambang mulai merasa ada yang tak beres.

Apalagi di jok belakang sopir, Bambang merasa mobilnya masih mengangkut muatan. Kecurigaan ini muncul karena saat tanjakan, mobil jenazah yang dia bawa terasa cukup berat. Padahal, normalnya, jika dalam keadaan muatan kosong, mobil harusnya was-wes saja melewati jalur perbukitan di daerah Pacitan.

Sampai kemudian di belakang terdengar suara…

“Gubrak!”

Bambang tidak berani menengok. Hanya melihat dari spion tengah. Tak ada apa-apa.

“Sontoloyo, itu tadi suara apa ya?” kata Bambang dalam hati.

Karena keadaan semakin tidak kondusif, Bambang mempercepat laju mobil jenazahnya. Agar tidak merasa sepi-sepi amat, Bambang bahkan sampai menyalakan sirene dan radio. Biar lebih ramai dikit suasananya.

Mengendarai mobil tipe Colt seperti itu tentu membuat seisi mobil goncang begitu hebat. Berkali-kali beberapa barang di dalam mobil goncang. Termasuk juga “sesuatu” yang diduga Bambang ada di belakang.

“Gubrak, gubrak!”

Suara benda besar yang jatuh semakin terdengar. Bambang tidak berani menengok. Bahkan sekarang—karena saking takutnya—Bambang tak juga berani melihat spion tengah. Dalam pikiran Bambang cuma satu, secepat mungkin menemui pemukiman warga.

Beruntung, tak berapa lama kemudian di depan Bambang terlihat lampu-lampu pemukiman penduduk. Di sana, Bambang rencananya berhenti untuk memperbaiki dan menata kembali barang-barang di dalam mobil jenazah yang sudah acakadul.

Begitu berhenti di depan salah satu rumah penduduk, Bambang lalu menengok ke belakang. Betapa terkejutnya Bambang ketika melihat… sesosok manusia berbaring mengenakan kain putih-putih. Posisinya sudah bukan di atas ranjang di dalam mobil, melainkan sudah jatuh ke lantai mobil.

Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata itu bukan manusia, melainkan jenazah.

Yak benar, itu adalah jenazah yang belum diturunkan oleh kelurganya sendiri di rumah duka tadi. Barangkali karena saking sedih atau capeknya, keluarga almarhum sampai lupa menurunkan jenazah dari mobil.

Melihat itu, Bambang cuma ngeri membayangkan bagaimana keluarga almarhum shock karena jenazahnya malah mau dibawa balik lagi ke rumah sakit. Lebih-lebih, karena saking ugal-ugalannya, jenazah yang tadinya diikat di atas ranjang sampai jatuh ke bawah. Tali ikatannya lepas semua.

“Oalah, sontoloyo. Sedih sih ya sedih, tapi ya mbok almarhum dibawa turun juga dong. Hadeeh. Balik lagi ini saya,” gerutu Bambang sambil menaikkan kembali jenazah yang malang itu ke ranjang. Sendirian lagi.

BACA JUGA Cuma Polisi yang Boleh Ngawal Ambulans, tapi Kita Kok Nggak Pernah Lihat Ya? atau tulisan rubrik MALAM JUMAT lainnya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2020 oleh

Tags: mobil jenazahseramsopirsopir mobil jenazah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pengalaman sopir di Arab Saudi yang mendaftar sebagai petugas haji. MOJOK.CO

Cerita Orang Kudus 20 Tahun Menjadi Sopir di Arab Saudi, Punya Tugas Khusus Cari Jemaah Haji Nyasar 

13 November 2024
Cerita Pelaku Bisnis Sewa Mobil di Jawa Tengah: Bisa Menguliahkan Anak dan Renovasi Rumah, tapi Harus Siap Risiko Mobil Dibawa Lari

Cerita Pelaku Bisnis Sewa Mobil di Jawa Tengah: Bisa Menguliahkan Anak dan Renovasi Rumah, tapi Harus Siap Risiko Mobil Dibawa Lari

4 Mei 2024
jalan banjarnegara lebih mulus dari wonosobo.MOJOK.CO

Sopir Rasakan Jalan Banjarnegara Termasuk Paling Mulus di Jateng, Berkat Eks Bupati yang Terjerat Korupsi

24 Februari 2024
sopir wisuda ugm.MOJOK.CO

Para Sopir Saksi Perjuangan Orang Tua Nabung Sewa Mobil Demi Hadir Wisuda UGM, Anaknya Kuliah Berkat Beasiswa

21 Februari 2024
Penjelasan Sopir tentang Anggapan Mending Hilang Satu Nyawa Ketimbang Satu Bus. MOJOK.CO

Penjelasan Sopir tentang Anggapan Mending Hilang Satu Nyawa Ketimbang Satu Bus

28 Juni 2023
Sopir Bus Pariwisata Berbagi Rahasia Membuat Penumpang Rewel Jadi Bahagia. MOJOK.CO

Sopir Bus Pariwisata Berbagi Rahasia Membuat Penumpang Rewel Jadi Bahagia

13 Maret 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Kebiasaan sederhana penjaga warung madura yang bikin respek pembeli MOJOK.CO

Kebiasaan Sederhana Penjaga Warung Madura tapi Bikin Saya Respek Besar

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.