Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Misteri Pelanggan Minimarket yang Bayar BPJS Tiap Malam Jumat

Redaksi oleh Redaksi
31 Oktober 2019
A A
cerita hantu bayar bpjs datang tiap malam jumat cerita seram cerita horor mojok.co

cerita hantu bayar bpjs datang tiap malam jumat cerita seram cerita horor mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perempuan tua itu selalu datang bayar BPJS setiap malam Jumat. 

Cindy belum lama kerja jadi kasir di Cemberutmart (semacam minimarket kayak Ceriamart, tapi karyawannya nggak ceria-ceria amat). Letak minimarketnya di pelosok desa. Kalau sudah masuk waktu Magrib, suasananya mencekam. Ditambah sepi pengunjung.

Pada suatu malam Jumat, datang sesosok ibu paruh baya yang ingin bayar premi bulanan BPJS Kesehatan. Pengunjung kali ini terbilang misterius. Sebab wajahnya pucat dan mengenakan gaun putih seperti tokoh Ibu di film Pengabdi Besan. Cindy masih berprasangka baik, mungkin memang sedang sakit dan gaya fesyennya vintage.

Si Ibu memberikan virtual account, lalu Cindy input nomornya di komputer dan memproses pembayaran.

“Jumlahnya sekian ya, Bu,” ucap Cindy sembari memberikan struk.

Si Ibu hanya diam dan memberikan uang pas. Lalu Cindy menaruh uangnya ke mesin kasir dan menundukkan pandangannya dari wajah Ibu yang dingin.

Ketika Cindy mendongak kembali untuk mengucapkan kalimat, “Selamat datang ke…,” si Ibu sudah menghilang, “…mbali.”

Namun, pada malam Jumat pertama bulan depannya, si Ibu balik lagi. Dengan virtual account BPJS Kesehatan seperti bulan lalu dan uang pasnya. Lagi-lagi Cindy mengalami ketegangan yang sama ketika melayani pembayaran BPJS si Ibu.

“Rajin amat, Bu. Baru tanggal 1 sudah bayar BPJS,” ucap Cindy coba basa-basi.

Si Ibu tidak menanggapi.

Keesokan harinya, Cindy curhat kepada teman kerja yang satu sif dengannya, Brenda.

“Bren, kok gue selisih lagi sih?” Cindy kembali menghitung uang untuk kesekian kali.

“Berapa selisihnya?” tanya Brenda.

Cindy menyebutkan nominal uang yang raib entah ke mana.

Iklan

“Loh? Bukannya bulan kemarin lo selisih segitu juga?” Brenda mengingatkan.

“Oh iya juga ya!” Cinya tepuk jidat Brenda.

“Yeee kenapa jidat gue yang ditepok!” keluh Brenda seraya menepuk jidat Cindy sebagai balasan.

“Bisa jadi ini transaksi yang sama dengan bulan kemarin,” cetus Cindy.

Pertanyaan itu terjawab sebulan kemudian. Si Ibu kembali datang untuk bayar premi BPJS. Cindy tak mau kecolongan lagi. Maka, ia memisahkan uang dari si Ibu. Ia menyimpannya di bawah keyboard.

Keesokan harinya, Cindy terkejut mendapati uang pembayaran BPJS si Ibu yang lenyap bagaikan ditelan Bumi.

“Kenapa lo, Cin?” tanya Brenda. “Kok mukanya kayak kaget gitu.”

“Sekarang gue tahu selama ini uang yang hilang itu uang dari si Ibu,” pungkas Cindy.

“Hah? Jadi bulan ini lo selisih lagi?! Ya elah nggak kapok-kapok ya lo nombokin,” komentar Brenda.

Kemudian, datang pemuda yang ingin bayar premi BPJS. Brenda yang melayani.

“Maaf, Mas,” ucap Brenda setelah coba input nomor BPJS ke komputer.

“Telat tiga bulan ya Mbak? Kena denda ya?” potong sang pemuda.

“Justru sebaliknya. Iurannya sudah dibayar,” warta Brenda.

“Hah? Siapa yang bayar?” sang pemuda bingung.

Cindy langsung melihat nomor virtual account yang dipegang Brenda. Cindy paham.

“Oh, semalam ibunya sudah bayar, Mas. Kebetulan saya yang proses,” warta Cindy sembari gemetaran.

“Mbak jangan bercanda. Ibu saya sudah meninggal,” jawab sang pemuda.

Cindy mulai lemas.

“Tapi saya lupa nonaktifkan kepesertaan Ibu saya. Malas juga sih ngurus administrasinya, ribet,” curhat sang pemuda.

Mengetahui selama tiga bulan sudah melayani pembayaran BPJS dari seorang peserta yang sudah meninggal dunia, Cindy pingsan.

(hrs)

BACA JUGA Pengantin Baru Diikuti Lelembut karena Dianggap Wangi atau cerita syeram lainnya di rubrik MALAM JUMAT. 

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2019 oleh

Tags: BPJScerita horor
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

bpjs kesehatan.MOJOK.CO
Aktual

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Kepesertaan BPJS Kesehatan Jawa Tengah capai 98% MOJOK.CO
Kilas

Kepesertaan BPJS Kesehatan di Jateng Capai 98,68%, Digenjot demi Bantu Masyarakat Dapat Layanan Paripurna

3 September 2025
Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Asrama Horor di Sudut Magelang MOJOK.CO
Malam Jumat

Asrama Horor di Sudut Magelang: Tentang Bisikan Dingin yang Tidak Terjawab

6 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.