Cerita Anak Indigo yang Menderita karena Bisa Melihat Masa Depan

cerita anak indigo bisa melihat masa depan kejadian buruk menderita trauma indigo sejak kecil mojok.co

cerita anak indigo bisa melihat masa depan kejadian buruk menderita trauma indigo sejak kecil mojok.co

MOJOK.CO Banyak orang ingin tahu rasanya menjadi anak indigo karena penasaran. Padahal yang akan mereka lihat dan rasakan tidak sekadar makhluk gaib, tapi hal yang seharusnya tidak mereka lihat.

Melati baru berhenti menundukkan kepala setelah menginjak SMA. Semua bermula ketika dia berumur tiga tahun, ketika dia melihat sosok genderuwo yang lewat di depan rumah. Genderuwo tersebut tersenyum dan seketika itu demit yang lain tiba-tiba berdiri di samping genderuwo.

“Dia bisa lihat kita, hidupnya pasti akan penuh derita,” kata si genderuwo.

Ucapan genderuwo mungkin ada benarnya karena sampai Melati berumur 17 tahun, dia tidak berani mendongakkan kepalanya ketika berjalan. Dia tidak ingin melihat hal yang harusnya tidak lihat. Bisa menginderai hantu masih membuatnya bergidik. Menunduk pun tidak terlalu melindungi dirinya. Setan-setan itu kadang muncul tiba-tiba dari tanah.

Melati adalah anak indigo. Istilah lumayan keren yang sebenarnya menjadi siksaan.

Orang tua Melati tahu kondisi anaknya. Ibunya menamai anaknya dengan nama Melati karena sebelum lahir dia bermimpi didatangi seseorang yang memberikan bunga melati sembari berkata bahwa anaknya akan menjadi seseorang yang spesial. Andai bisa memilih, Melati dan orang tuanya ingin menjadi orang biasa saja.

Seiring waktu, Melati akhirnya dapat membiasakan diri dengan kemampuan supranaturalnya. Ia telah berhasil melawan rasa takut. Setan ora doyan, dhemit ora ndulit. Melati sudah prek akan kehadiran mereka. Ia pikir, sudah saatnya dia berani. Toh tidak ada hal buruk yang akan terjadi meski dia anak indigo.

Tapi hidup memberikan hal yang tidak terduga, bahkan untuk orang yang tidak biasa sekalipun.

Hari itu hari Jumat, sekolah pulang lebih cepat. Karena jarak sekolah yang tidak terlalu jauh, Melati memilih berjalan kaki dari sekolah ke rumah. Walau dekat, jalan yang dilewati Melati lumayan ramai dan sering terjadi kecelakaan. Tidak jarang dia melihat arwah korban kecelakaan dan hantu iseng yang menyamar menjadi korban kecelakaan. Setannya pura-pura menakuti karena mereka tahu Melati anak indigo.

Hari itu, ada yang berbeda dari biasanya. Belakangan memang Melati merasakan sesuatu yang aneh di matanya. Terkadang dia melihat sesuatu yang tumpang tindih, seperti ada dua kejadian yang berbeda terjadi bersamaan. Dan hari ini, yang ia lihat amat jelas. Dia pikir ini efek samping menjadi indigo, tapi ini berbeda.

Melati tiba-tiba melihat motor menyalip mobil namun justru berhadapan dengan truk dan terjadi kecelakaan. Pengendara motornya meninggal di tempat. Tapi ketika Melati mengucek mata, dia melihat bahwa jalanan sepi. Melati berpikir bahwa mungkin dia lapar. Mending jalan agak cepet biar pulang langsung makan terus push rank.

Kalau indigo berarti bisa melihat hal yang tidak seharusnya dilihat, maka kejadian selanjutnya adalah pembuktian.

Mobil melintas dengan kecepatan sedang melewati Melati. Tapi agak jauh di belakang mobil, ada motor yang melaju dengan kecepatan tinggi. Motor itu menyalip mobil dengan kecepatan tinggi. Naas, di depan motor tersebut ada truk. Suara keras tabrakan terdengar, besi melawan besi, badan manusia membentur truk.

Pengendara motor tersebut terlempar dan meninggal di tempat. Melati melihat kejadian tersebut dengan mata kepalanya sendiri, persis dengan penglihatan yang ia lihat sebelumnya. Melati menangis, dia tidak percaya bahwa dia baru saja melihat masa depan. Dan dia teringat sebuah kalimat di artikel yang ia baca, bahwa anak indigo bisa melihat hal-hal yang harusnya tidak dia lihat.

Dalam tangisnya, tiba-tiba ada sesosok dengan jubah hitam datang mendekati Melati. Dia mengucapkan hal yang tidak pernah Melati ingin dengar.

“Kau tidak akan berhenti melihat hal ini. Kau akan melihat sekelebat masa depan yang terjadi, tapi hanya masa depan yang buruk. Aku tidak tahu apakah kau akan bisa mengubahnya, kau bahkan tidak meminta ini kan? Nikmati saja.”

Sosok itu pergi meninggalkan Melati. Melati langsung berlari ke rumah sembari menangis. Sesampainya di rumah, dia segera mengunci diri di kamar dan menangis keras. Dia tidak ingin menjadi anak indigo, dia tidak memintanya. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia akan melihat masa depan yang buruk. Dia tidak sanggup melihat kematian di matanya lagi.

Tiba-tiba Melati melihat sesuatu yang aneh. Sejak kapan ada tali tergantung di langit-langit kamarnya?

BACA JUGA Tergoda Pesugihan Genderuwo yang Meminta Tumbal Manusia dan artikel mengerikan lainnya di MALAM JUMAT.

Exit mobile version