ADVERTISEMENT

The Power of Gen Z: Pagi sampai Siang Jadi Pembersih Makam demi Upah Rp40 Ribu, Sore Lanjut Kerja Paruh Waktu

Kerja jadi pembersih makam di sekitar Magelang dan DIY. MOJOK.CO

Dari hobi yang mulanya membersihkan makam tak terurus di samping pusara ibu, Agus Ponco Nugroho (23) kini memiliki dua pekerjaan sekaligus untuk bertahan hidup di Kota Magelang.

***

ADVERTISEMENT

Kepergian sang ibu menjadi pukulan telak bagi Ponco pada tahun 2016 lalu. Ponco yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, kala itu belum tahu bagaimana perjuangan ibunya melawan kanker stadium akhir.

Mimpi Ponco yang semula ingin membahagiakan sang ibu langsung runtuh seketika, sampai-sampai dia merasa putus asa untuk melanjutkan hidupnya sendiri. Di atas pusara ibunya itulah Ponco kerap menangis.

Namun seiring bertambahnya usia, Ponco akhirnya mengerti dan mencoba merelakan kepergian sang ibu secara perlahan. Meski begitu, Ponco tak berhenti untuk mengunjungi makam ibunya.

Tanpa sadar, kebiasaan itu mengusik hatinya saat melihat makam-makam di sekitar pusara ibunya yang tampak tidak terawat. Karena itu, Ponco berinisiatif untuk membersihkan makam-makam tersebut.

Total, sudah ada sekitar 530 makam yang ia bersihkan sejak akhir Maret 2024 hingga Oktober 2026, meskipun ia sempat berhenti selama satu bulan karena kendala waktu dan biaya. Namun kini, pekerjaan sebagai pembersih makam justru dia lakoni dengan nyaman. 

Terbiasa ziarah ke pusara ibu hingga jadi pembersih makam 

Kondisi makam yang sudah tertutup ilalang di sekitar pusara ibunya, Suminah di blok I Giriloyo, Magelang mendorong Ponco untuk membersihkan makam-makam yang tampak kesiapan tersebut. 

“Aku kepikiran, ini keluarganya ke mana ya? Apa karena jauh, ongkos mahal, males, atau memang sudah lupa? Terus aku coba bersihin sendiri dan rekam (video) dengan harapan keluarganya nonton, terus ke sini buat bersihin makamnya,” tutur Ponco kepada Mojok, Rabu (14/10/2026).

“Terus aku juga mikir, almarhum ini dulu dipanggilnya karena sakit yang berbeda mungkin ya (seperti ibu). Kalau semasa hidup mereka sakit-sakitan, terus makam terakhirnya kotor, aku jadi kasihan,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Berbekal alat kebersihan sederhana seperti sapu lidi, sikat, gunting, dan spidol, Ponco pun rela membersihkan makam yang tak terurus oleh ahli warisnya. Tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agama, Ponco tak pernah lelah membersihkan makam tiap dua hari sekali.

“Masalahnya kalau hujan aku harus lebih hati-hati, berangkat ke makam jadi agak pagi atau siang karena sore biasanya hujan,” ucapnya. 

Kendala waktu dan biaya untuk penuhi kebutuhan

Tak hanya membersihkan makam, Ponco juga sengaja merekam kegiatannya dengan harapan keluarga yang menonton videonya sadar dan ikut membersihkan makam. Siapa sangka, rekaman video Ponco yang dia unggah di media sosial rupanya viral dan disambut positif oleh warganet. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by makamcleaner (@makamcleaner)

“Bahkan pernah ada yang tiba-tiba datang ke makam, terus ngucapin makasih karena sudah bersihin makam punya keluarganya,” kata Ponco.

Namun, Ponco mengaku sempat berhenti pada Oktober 2024 lalu karena kehabisan uang. Ponco yang awalnya ingin kuliah setelah lulus SMK, harus mencari biaya tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Dulunya, ayah Ponco bertugas sebagai penjaga sekolah dasar tapi kini sudah pensiun. Oleh karena itu, Ponco memutuskan kerja part-time sebagai admin media sosial di salah satu sekolah musik dengan upah Rp400 ribu dalam sebulan. 

Nyatanya, uang tersebut masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup Ponco sehari-hari, apalagi untuk membeli bensin yang dipakai dengan jarak tempuh sekitar 6 kilometer dari lokasi tempat dia bekerja ke lokasi makam. 

Upah yang didapat sebagai pembersih makam

Kendala biaya akhirnya membuat Ponco terpaksa vakum selama lebih dari satu bulan. Namun siapa sangka, salah satu penonton akun media sosial Ponco tiba-tiba mengirim pesan padanya. Penonton itu meminta bantuan Ponco untuk membersihkan makam keluarganya.

Karena merasa sungkan menolak, Ponco akhirnya memenuhi permintaan tersebut dan mulai merekam kembali kegiatannya. Rupanya, video itu viral hingga banyak orang mengirimkan donasi ke Ponco.

“Video makam ke-161 itu jadi titik mula akun TikTok dan Instagramku (@makamcleaner) hidup, bahkan sampai sekarang sudah ada 530 lebih makam yang kubersihkan pakai bunga, karena sebelumnya aku cuma kasih air biar nggak begitu gersang makamnya,” tutur Ponco.

Beranjak dari satu makam ke makam lainnya, Ponco pun kini menerima permintaan tolong membersihkan makam di sekitar Magelang. Khusus untuk permintaan di luar Magelang seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Ponco mematok tarif tambahan. Dari hobinya tersebut, Ponco bisa memperoleh upah sekitar Rp40 ribu hingga Rp200 ribu per makam.

“Soalnya aku nggak ada patokan, kalau ada permintaan masuk, biasanya bebas isi aja yang penting nggak memberatkan orangnya,” ujar Ponco.

Tak pelak, target Ponco kini berubah. Dari yang awalnya membersihkan makam di sekitar Magelang, Ponco berharap bisa membersihkan makam ke seluruh Indonesia. Baginya, kegiatan ini tak semata-mata untuk menambah penghasilannya, melainkan merawat ingatan keluarga akan orang yang sudah tiada bahwa mereka pernah lahir dan menjalani kehidupan di dunia.

“Mungkin sedipakainya Tuhan, kalau bisa dalam waktu lama (akan saya kerjakan),” kata Ponco.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Apes Kerja Part Time Jadi Host Live Shopee, Sehari 8 Jam Kerja Tanpa Jeda Berujung Gaji Tak Dibayarkan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.