Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
17 Maret 2026
A A
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Ilustrasi - Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bekerja sambil kuliah di UGM

Alasan Andri merasa tidak enak bukan hanya karena teman-teman yang membantunya mendapatkan tempat tinggal sementara, tetapi juga pekerjaan. Andri mengaku, beberapa tawaran kerja datang dari teman-temannya.

“Karena dari banyak teman tadi juga membuat saya mendapat beberapa tawaran kerja, dan pekerjaannya juga kadang fleksibel menyesuaikan jadwal kuliah,” kata Andri.

Iklan

Momentum pandemi Covid-19 membuat Andri lebih fleksibel dalam mengatur jadwal kerja dan kuliahnya. Ia bisa menjalani pekerjaan yang mengharuskannya masuk kantor (work from office/WFO) karena kuliah yang dilangsungkan daring. 

Namun pada saat yang bersamaan, Andri sempat mengalami gangguan kecemasan yang membuatnya harus berhenti dan berpindah kerja. Akibat faktor kesehatan dan stres, Andri vakum bekerja dan harus bertahan hidup dengan uang seadanya, sebesar Rp500 ribu per bulan.

Pun, ketika uangnya habis, Andri hanya bisa mengandalkan pekerjaan sampingan yang tidak stabil. Ia menjual jasa, mulai dari jasa desain, servis laptop, sampai olah data skripsi.

“Pernah cukup lama vakum tidak kerja membuat saya harus bertahan hidup dengan Rp500 ribu per bulan, bahkan kurang ketika uang habis, dan cuma mengandalkan dari penghasilan sampingan,” kata Andri.

Namun, laki-laki ini menyebut hal tersebut tidak lantas membuat dirinya ingin menyerah saat itu. Kebaikan hati orang-orang di sekitarnya menjadi alasan Andri bertahan. Ia memiliki keinginan untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat sehingga harus berjuang untuk lulus sebagai sarjana dan memanfaatkan gelarnya sebaik mungkin, sebagaimana orang-orang di sekelilingnya telah berbaik hati kepadanya.

“Alasan bisa bertahan di kondisi berat tersebut adalah keinginan saya untuk menjadi orang yang bermanfaat. Saya pikir, kalau saya berhenti hidup waktu itu, saya nggak akan bermanfaat untuk siapa pun,” katanya.

“Seberat-beratnya hidup kalau bisa bermanfaat itu cukup untuk saya bertahan hidup,” kata Andri menambahkan.

Sempat di DO dari Teknik Sipil UGM, kemudian lanjut kuliah di Vokasi UGM

Sayangnya, karena kondisi keuangan yang cukup berat, Andri sempat di-drop out dari Teknik Sipil UGM.

Setelah satu tahun menjadi mahasiswa UGM, Andri memutuskan untuk bekerja penuh waktu demi memulihkan kondisi keuangannya. Namun hal itu membuatnya harus membayar dengan status mahasiswa, membuat Andri berujung dikeluarkan dari Teknik Sipil UGM pada akhir 2018.

Akan tetapi, karena mempunyai keinginan untuk lulus sebagai sarjana UGM, Andri mencoba kembali untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswa UGM. Niatnya yang kuat mengantarkan Andri diterima di Sekolah Vokasi UGM, tepatnya Program Studi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan.

“Karena kondisi yang cukup berat, setelah 1 tahun kuliah di Teknik Sipil, saya memutuskan untuk full kerja akhirnya membuat saya DO di akhir 2018,” kata Andri.

“Pada Agustus 2019, saya bisa lolos UGM lagi Jurusan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan,” ungkapnya.

Iklan

Namun saat itu, Andri masih tersandung masalah biaya yang membuatnya harus berutang biaya kuliah selama satu semester. Kondisi ini membuatnya lebih gigih berkuliah sambil bekerja, mengingat jurusan kuliahnya saat ini yang dirasa Andri memungkinkan untuknya melakukan keduanya sekaligus.

“Bahkan saya utang untuk bayar kuliah semester 1 waktu itu karena sedang tidak ada uang. Waktu itu, yang terpenting saya kuliah di jurusan soshum (sosial humaniora) biar bisa sambil kerja,” aku Andri.

Setelah menghabiskan 5 tahun berkuliah, Andri akhirnya berhasil meraih gelar sarjana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.51. Memang tidak besar, sebutnya, tetapi titel sarjana UGM ini cukup mewujudkan motivasi Andri untuk bisa menjadi seseorang yang bermanfaat.

“Setelah kuliah 5 tahun, saya berhasil lulus sarjana dengan IPK 3.51, cukup kecil untuk lingkup UGM,” ujarnya.

“Motivasi untuk lulus yaitu dengan gelar yang saya punya, saya harap bisa jadi orang yang lebih bermanfaat lagi daripada sebelumnya,” tutup Andri.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2026 oleh

Tags: alumnus UGMbiaya kuliah UGMJogjaKuliah di jogjakuliah di UGMmahasiswa ugmperjuangan kuliah di UGMpilihan redaksisarjana ugmSekolah Vokasi UGMUGM
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Sekolahan

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.