ADVERTISEMENT

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO

Mental juara mahasiswa UGM dalam setiap kompetisi

Memasuki perkuliahan semester 5, Cynthia aktif mengikuti berbagai kompetisi. Bersama timnya, ia berhasil meraih Juara 3 pada ajang Udayana International Accounting Competition 2024.

Cynthia Fransisca diwisuda pada 2026. (Sumber: UGM)

Meski belum bisa meraih juara pertama, Cynthia justru terpacu untuk mengikuti lomba lainnya. Pernah, ia meraih Gold Medal dalam International Youth Business Competition 2024 yang diadakan oleh Universitas Diponegoro. Lalu, juara 2 pada Decarbonizing Indonesia Business Case Competition 2025. 

Tak terhitung berapa kompetisi yang sudah ia lalui, tapi hanya berujung sampai semifinal dan terpaksa harus mengundurkan diri karena terbentur jadwal akademik. Meski begitu, ia tetap menempatkan proses kompetisi jauh lebih berharga dibanding hasil akhir. 

“Tidak semua lomba harus berakhir dengan juara, yang penting kita belajar berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah secara terstruktur,” ucapnya.

Kesiapan kerja melalui pengalaman kuliah di UGM

Meski mengalami pasang surut, Cynthia menilai perjalanan belajarnya di FEB UGM telah membentuk resiliensi dan growth mindset diri. Dari pengalamannya itu, kata dia, Cynthia mampu mengambil keputusan dengan menempatkan prioritas secara matang.

Ia pun mengaku merasakan nilai-nilai integritas dan disiplin selama menjalani perkuliahan. Lingkungan kampus yang suportif juga turut memperkuat jejaring dan kepercayaan dirinya untuk terus berkembang.

Hingga akhirnya, Cynthia berhasil menjadi wisudawan terbaik UGM Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Lulusan Sarjana Akuntansi FEB UGM itu berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 4 bulan 12 hari. Ia juga menyandang predikat cumlaude dengan IPK 3,97.

Bahkan menjelang kelulusan, Cynthia mengaku telah diterima bekerja di salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP), yakni Ernst & Young (EY). Baginya kesempatan mendapatkan pekerjaan itu sebagai pencapaian dari konsistensi dan keberanian mencoba berbagai peluang selama masa studi.

“Kita mungkin lulus di hari yang sama, tetapi kita tidak akan berjalan di jalan yang sama. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang siapa yang paling setia pada panggilan hidupnya.” Ujar Cynthia.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Exit mobile version