Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Wisata Surabaya Terlalu Garing dan Nggak Asyik, Meski Memoles Diri Kayak Jogja Tetap Aja Nggak Menarik

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
27 Mei 2024
A A
Wisata Surabaya Garing dan Tak Bisa Dinikmati bat Study Tour MOJOK.CO

Ilustrasi - Wisata Surabaya tak menarik bagi orang luar. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Surabaya di era Eri Cahyadi memang terkesan memoles diri sebagai kota pariwisata. Terbukti dengan adanya proyek-proyek wisata baik yang baru maupun revitalisasi. Salah satunya adalah revitalisasi Kota Tua Surabaya di sekitar Taman Sejarah dan Jembatan Merah yang wacananya akan rampung di penghujung Mei 2024 ini. Surabaya seperti hendak bersaing dengan kota-kota wisata lain seperti Jogja.

Meski begitu, bagi beberapa orang luar Surabaya dan bahkan orang Surabaya sendiri, wisata Surabaya tak terlalu menarik. Di mata mereka wisata Surabaya terkesan gitu-gitu aja, sehingga tak cocok untuk study tour.

***

Jelang masa libur sekolah Juni 2024, sekolah-sekolah di Surabaya dari SD hingga SMP harus bersiap dengan edaran yang akan dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Edaran tersebut di satu sisi tentu akan membuat beberapa pihak sekolah hanya bisa berdecak kecewa.

Yusuf Masruh selaku Kepala Dispendik Kota Surabaya menyebut, edaran itu berisi imbauan terkait alternatif kegiatan selain study tour keluar kota.

“Harapan kami bentuknya bisa di sekolah atau mungkin bisa pergi tapi dalam kota saja. Contoh misal anak-anak wisata ke mangrove, kan banyak spot-spot wisata kita (Surabaya),” ujar Yusuf seperti Mojok kutip dari laman resmi Diskominfo Jawa Timur. Imbauan tersebut menyusul rentetan kecelakaan bus yang mengantarkan siswa-siswa study tour.

“Aku sih nggak setuju misalnya nggak boleh study tour keluar kota,” ungkap Alif (27), salah satu guru di Surabaya saat Mojok mintai pendapat, Jumat (10/5/2024). Sayangnya, Alif enggan membeberkan alasan mengapa ia tak sepakat dengan imbauan study tour di dalam Surabaya sendiri.

Wisata Surabaya nggak ada seru-serunya

Saya sendiri sempat mendampingi anak-anak di salah satu SMP swasta di Surabaya. Persisnya pada awal 2019 silam saat saya menjalani KKN Literasi. Saat itu saya ditempatkan di sebuah SMP swasta di perkampungan padat Surabaya Utara.

Salah satu program literasi kelompok saya yakni mengajak anak-anak untuk study tour di dalam kota Surabaya sendiri, menyisir tempat-tempat bersejarah dari Museum Pendidikan hingga Tugu Pahlawan.

Sayangnya, sejak kami hendak berangkat, beberapa anak terlihat sangat tidak antusias. Beberapa bahkan memilih tidak masuk sekolah yang secara otomatis juga tidak ikut study tour.

“Nang Suroboyo dewe ae, wis tuwuk (Di Surabaya sendiri aja, sudah bosen),” ucap salah satu siswa saat itu.

Wisata Surabaya Garing dan Tak Bisa Dinikmati bat Study Tour MOJOK.CO
Alun-Alun Surabaya, salah satu spot wisata Surabaya. (Aly Reza/Mojok.co)

Begitu pun sepanjang study tour kami di Surabaya hari itu, anak-anak juga terlihat ogah-ogahan. Setiap masuk ke museum, mereka hanya melihat-lihat lalu mencatat untuk keperluan tugas. Selebihnya mereka lebih suka duduk-duduk di space-space tertentu. Terlihat sangat tidak menikmati.

“Nggak enak, nggak ada wisatanya,” ucap satu di antara mereka yang masih saya ingat betul sampai sekarang. Maklum saja, wisata di benak anak-anak usia SD dan SMP paling tidak ada lah wahananya, sehingga bisa untuk seru-seruan.

Sayang sekali Surabaya Carnival tutup

Menurut Achoi (30), orang asli Surabaya, saat ini praktis cuma Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang bisa dinikmati orang luar unutk keperluan wisata keluarga atau study tour. Karena masih menawarkan keseruan berinteraksi dengan hewan-hewan yang mungkin tak mereka jumpai di daerah asal maisng-masing.

Iklan

“Kalau dulu sih ada Surabaya Carnival. Nah itu cocok tuh buat study tour. Karena ada wahana-wahananya,” kata Achoi, Minggu (26/05/2024). Sayangnya, Surabaya Carnival sudah tutup sejak pertengahan 2020 silam.

Achoi tak memungkiri bahwa Surabaya memang punya deretan destinasi, dari yang Instagramable hingga yang mengandung nilai historis. Sayangnya, destinasi-destinasi tersebut menurut Achoi memang tidak cocok untuk study tour anak-anak usia SD-SMP.

Sebab, seperti kasus yang saya hadapi sebelumnya, kebanyakan (tentu tidak semua) siswa usia SD-SMP mengasosiasikan wisata atau study tour sebagai aktivitas untuk seru-seruan. Tak cuma sekadar untuk foto-foto.

“Kalau mau ngincar edukasi, kayaknya juga muluk-muluk. Karena dalam benak anak-anak isinya ya mau main atau seru-seruan aja,” ujar bapak satu anak itu.

Baca halaman selanjutnya…

Wisata Surabaya tak bisa dinikmati

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2024 oleh

Tags: Jawa Timurpilihan redaksirekomendasi wisata jawa timurrekomendasi wisata surabayastudy tourstudy tour dilarangSurabayawisata surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co
Urban

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.