Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Surga Mata Air Klaten di Umbul Ponggok hingga Umbul Besuki, Kesegaran yang Bikin Iri Orang Jambi

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
5 Maret 2024
A A
umbul ponggok klaten bikin iri orang jambi.MOJOK.CO

Ilustrasi umbul di Klaten (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Umbul Ponggok dan berbagai destinasi wisata air di Klaten adalah sumber kesegaran bagi orang-orang dari Jogja dan Solo Raya. Bahkan, orang Jambi sampai iri karena di daerahnya nyaris tidak ada pemandian dengan kesegaran serupa.

Sudah lama saya tidak mengunjungi Klaten untuk menikmati segarnya kolam penampungan mata air (umbul) alami. Klaten, sejak dulu jadi destinasi bagi orang wisata air yang menyenangkan. Bermula dari ketenaran Umbul Ponggok yang berlanjut dengan pengelolaan umbul-umbul lain yang tak kalah menarik.

Iklan

Sebelumnya, sudah dua destinasi yang pernah saya sambangi yakni Umbul Ponggok dan Umbul Cokro. Namun, karena Umbul Cokro biasanya begitu padat saat akhir pekan, maka pada Minggu (3/3/2024) saya putuskan untuk mengunjungi pilihan antara Umbul Ponggok, Besuki, dan Kapilaler yang jaraknya berdekatan.

Saya dan teman bernama Lia (23) berangkat dari Jogja sekitar jam 06.45 pagi. Lia merupakan perempuan asal Jambi yang sejak lama penasaran untuk bermain air di Klaten.

Kami tiba di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten sekitar jam 8 kurang sedikit. Namun, saat melintas di Umbul Ponggok, kolam masih tampak sepi. Pagarnya pun masih ditutup.

umbul ponggok klaten.MOJOK.CO
Suasana Umbul Ponggok Klaten di siang hari (Hammam/Mojok.co)

Kami akhirnya memutuskan untuk menuju pemandian lain dekat Umbul Ponggok yakni Umbul Besuki. Jaraknya, tak sampai satu kilometer masuk sedikit ke dalam perkampungan.

Syukurnya, tempat tersebut sudah buka namun belum ramai. Tiket masuk ke Umbul Besuki harganya Rp10 ribu per orang. Pengunjung bisa menikmati tiga kolam yang terdiri dari dua kolam berlantai keramik dan satu kolam utama dengan dasar pasir dan bebatuan.

Kesejukan Umbul Ponggok hingga Umbul Besuki yang bikin iri orang Jambi

Kami tentu memilih kolam utama yang tampak segar. Ciri dan sisi menarik mandi di umbul adalah kesegaran dan keasrian yang terlihat dari wujud kolamnya. Di sekitarnya pun ada pohon besar seperti beringin.

Lia langsung antusias untuk masuk ke kolam sedalam 1,3 – 2 meter tersebut. Saya pun ikut menyusul, segarnya air langsung mengusir kantuk dan lelah pascaperjalanan.

umbul besuki klaten bikin iri orang jambi.MOJOK.CO
Kolam utama Umbul Besuki Klaten (Hammam/Mojok.co)

Sambil main air di tepian, ia berkelakar bahwa tempat semacam ini tak ada di daerah asalnya, Jambi. Di sana, menurutnya ada beberapa kolam renang yang jadi jujugan masyarakat.

“Tapi airnya nggak segar. Di Jambi ya wisata air itu-itu saja. Ditambah lagi nggak ada pantai di sana. Mungkin di daerah pegunungan seperti Kerinci ada ya tapi nggak tahu, yang dekat kota nggak ada sama sekali” kelakarnya.

Di Jambi memang ada aliran Sungai Batanghari. Namun, terlalu berbahaya untuk berenang. Selain itu, airnya juga tidak sejernih umbul-umbul di Klaten.

Desa kaya berkat mata airnya

Umbul Besuki dan Umbul Ponggok masih berada di satu desa. Bedanya, Umbul Besuki ini baru dikembangkan menjadi destinasi wisata pada akhir 2019 silam.

“Dulunya itu masih alami, tanggulnya itu masih dari batu-batuan. Renovasinya dimulai 2018 akhir. Dikembangkan untuk wisata itu 2019,” kata Kirno selaku pengelola Umbul Besuki melansir laman resmi Pemkab Klaten.

Kekayaan sumber mata air di Klaten, terkhusus di Desa Ponggok, membuatnya menjadi desa dengan pendapatan terbesar di Indonesia. Selain Umbul Ponggok dan Besuki, ada pula Umbul Kapilaler yang juga berada di desa ini.

Berdasarkan data BPS pada 2015 silam. Klaten tercatat memiliki 174 mata air. Sebagian memilki debit air yang besar sehingga bisa ditampung menjadi kolam alami yang menyegarkan untuk mandi.

Jangankan Lia yang dari Jambi, saya saja yang berasal dari kota lain di Jawa Tengah merasa iri dengan Klaten yang punya kekayaan mata air semacam ini. Bagaimana tidak, berenang di air segar dan bersih, selain menyenangkan juga rasanya begitu membuat rileks pikiran.

Penulis: Hammam Izzuddin

Iklan

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Wisuda di Sleman City Hall Bikin Mahasiswa Prihatin kepada Pengunjung, Rasanya Seperti Kondangan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2024 oleh

Tags: Jambiklatenmata airumbul ponggokwisata alam
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.