Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Suka Duka Pakai Sepeda Listrik Sebelum Ngetren, Jadi yang Pertama saat SMA hingga Kuliah di UGM Jogja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
13 Juni 2024
A A
sepeda listrik

ilustrasi sepeda (mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kini sepeda listrik sudah jadi tren. Sebelum itu, sudah ada yang jadi pengguna setia dari SMA hingga kuliah di UGM Jogja. Manfaatnya terasa.

Ahimsa (25), menunggangi sepeda listriknya membelah padatnya jalanan Jogja. Kendaraan itu ia miliki saat duduk di bangku SMA. Perempuan yang tinggal di Kauman dekat Alun-alun Utara Jogja ini sekolah di sebuah SMA negeri sekitar Kotabaru.

Iklan

Awalnya, ia mengaku agak ragu saat dibelikan ayahnya sepeda listrik. Pasalnya kala itu tidak ada orang di sekitarnya yang terlihat menggunakan kendaraan serupa.

“Ragu karena ini beneran aman dan enak nggak ya untuk perjalanan sekolah. Takutnya kan gampang bermasalah karena belum ada testimoni nih dari sekitar,” kenangnya kepada Mojok.

Sepeda itu berwarna biru berpadu dengan ornament silver metalic. Ia mengaku lupa apa mereknya. Seingatnya, itu produk buatan China.

Awalnya ragu tapi menemukan kenyamanan sepeda listrik

Saat awal beli, pada keterangan produknya tertera bahwa durasi waktu pengisian daya sekitar enam jam. Lalu untuk ketahanan baterai bisa menempuh jarak sekitar 40 kilometer sekali pengisian penuh.

Ahimsa juga awalnya cukup ragu dengan ketahanan baterai sepeda listriknya. Namun, ternyata kualitasnya cukup andal.

Jarak rumah dengan sekolahnya sekitar 4,5 kilometer. Pulang pergi artinya sekitar 9 kilometer. Belum lagi, ia kerap mampir-mampir karena aktif juga di organisasi selama SMA.

“Biasanya tiga hari sekali nge-charge­-nya. Lumayan irit nih kalau dipikir-pikir,” ungkapnya.

sepeda listrik temani kuliah di UGM Jogja.MOJOK.CO
Ilustrasi sepeda listrik (Trac Vu/Unsplash)

Kondisi baterai listrik itu cukup tahan. Sampai ia masuk kuliah di UGM Jogja. Saat kuliah akhirnya baterainya bermasalah dan perlu diganti.

“Pas kuliah baru ganti baterai karena semakin cepat habis. Kayak ngedrop gitu,” kata dia.

Jadi berbeda dengan yang lain

Soal kendala di jalan, selayaknya kendaraan lain, sepeda listriknya juga sempat bermasalah. Tidak ada permasalahan yang pelik kecuali pada satu peristiwa.

Saat itu, entah bagaimana sepedanya macet. Pedalnya juga tidak bisa dikayuh. Akhirnya, terpaksa ia pesan becak untuk mengangkutnya.

Sepanjang masa SMA, ia mengaku tidak melihat anak lain di sekolahnya yang menggunakan sepeda listrik. Di jalanan Jogja pun ia jarang sekali berpapasan dengan sesama pengguna kendaraan itu.

Iklan

Baru jelang kelulusan ia merasa sudah semakin sering berpapasan dengan kendaraan serupa. “Rasanya seneng gitu. Awalnya hampir nggak ada yang pakai belakangan jadi banyak,” kelakarnya.

Saat kuliah di UGM ia juga mengaku jarang bertemu dengan mahasiswa lain yang pakai sepeda elektrik. Setidaknya di fakultasnya. Sebab, ia tak terlalu sering berinteraksi atau memarkirkan sepedanya di parkir fakultas lain.

Kendaraan itu bertahan cukup lama. Dari 2014 hingga 2020. Hingga akhirnya baterainya kembali bermasalah. Berhubung sedang pandemi, akhirnya ia memutuskan untuk mempensiunkan sepeda yang telah menemani dari SMA hingga semester enam di UGM.

“Cukup puas sih. Untuk kendaraan di kota ini bisa diandalkan. Awet juga,” ungkapnya.

Tren sepeda listrik

Belakangan, justru setelah Ahimsa tak jadi penggunanya lagi, sepeda listrik berkembang jadi tren. Di jalanan Jogja penampakannya semakin sering.

Kendaraan ini jadi alternatif bagi pengguna sepeda konvensional yang ingin merasakan daya dukung baterai elektrik. Kendaraan ini juga dianggap lebih ramah lingkungan.

Sebuah penelitian dari Michael McQueen yang berjudul “The E-Bike Potential: Estimating Regional E-Bike Impacts on Greenhouse Gas Emissions,”  menyebut sepeda listrik  mampu memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi polutan udara. Setidaknya, sepeda listrik mampu mengurangi rata-rata 225kg CO2 per tahun.

Seiring tumbuhnya tren, semakin banyak pula pilihan varian dan modelnya. Gerai-gerai kendaraan listrik juga mudah dijumpai di berbagai kota. Untuk harga juga cukup beragam. Beberapa di antaranya ada yang dibanderol mulai Rp1 jutaan saja.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Nyatanya, Beralih dari Kendaraan Konvensional ke Kendaraan Listrik Tak Semudah Itu

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2024 oleh

Tags: Jogjamotor listriksepeda listrikUGM
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.