Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sedihnya Mahasiswa UPN Jogja, UTY, hingga Polbangtan saat Warteg Pertama Jogja Tutup Selamanya

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
8 Juni 2024
A A
warteg pertama jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi warteg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kabar tutupnya warteg legendaris Jogja membawa kesedihan ke mahasiswa UPN Jogja, Polbangtan, UAD, UTY, dan berbagai kampus lain. Mereka yang dulu sering makan saat mahasiswa dan sekarang sudah sukses di luar kota.

Saat Mojok mengunggah cerita tutupnya warteg pertama Jogja di Instagram, warganet membanjiri kolom komentar. Alumnus UPN Jogja dan berbagai kampus lainnya berbagi kenangan makan di warung yang akhirnya berhenti beroperasi pada 31 Mei 2024 lalu setelah buka sejak 1999.

Banyak yang kangen dengan menu nasi lengko, makanan khas Tegal yang jadi andalan mahasiswa UAD, UTY, bahkan UPN Jogja di warung itu. Kompisisinya terdiri dari nasi, tahu goreng, dan beberapa jenis sayuran yang dipadukan dengan sambal.

Ada pula yang mengaku sudah langganan sejak SMA, lanjut saat kuliah, hingga setelah berkeluarga mengajak anaknya ke sana. Doa-doa tertulis di unggahan tersebut.

Selain itu, ada juga yang mengaku beberapa hari terakhir sengaja lewat sana dan ingin mampir. Namun, menemukan bahwa warteg langganannya dulu sudah tidak lagi buka.

Warteg Glagahsari, memang jadi saksi banyak kisah mahasiswa. Salah satunya adalah Denes Priono (26), lelaki asal Kayong Utara, Kalimantan Barat yang dulu kuliah di Polbangtan Jogja medio 2016-2020.

Ia sebenarnya tidak mau cerita banyak soal Warteg Glagahsari. Katanya, ada trauma di warung tersebut.

“Dulu aku kesana bareng mantan. Berat kalau mengingatnya,” kenangnya saat berbincang dengan saya pada Sabtu (8/6/2024).

“Sekarang dia sudah menikah, Mas,” imbuhnya.

Warung itu jadi salah satu andalannya untuk mengganjal perut. Beragam menu sayuran jadi pilihan. Bahkan, ia punya kenangan unik di sana.

“Saking seringnya ke sana pernah sandal saya ketuker sama tukang parkir warung. Aneh-aneh aja,” kelakar lelaki yang kini sudah jadi sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Kayong Timur ini.

Warteg Jogja yang jadi andalan mahasiswa UPN Jogja untuk sahur

Kisah lain datang dari Andito Purnomo (29), dulu saat kuliah di UPN Jogja ia kebetulan kos di daerah Baciro, Kota Yogyakarta. Saat perjalanan berangkat atau pulang dari kampus ia mengaku sering mampir.

Suasana warteg membuatnya nyaman. Pelanggan duduk melingkar di hadapan etalase kaca. Suasananya sederhana namun membuat mahasiswa UPN Jogja dan berbagai kampus lain merasa seperti makan di rumah neneknya.

“Apalagi kalau lauknya, saya paling suka kentang balado, gorek tempe, gorengannya, sampai acar timun yang disediakan di warung,” ungkapnya.

Iklan

Alumnus UPN Jogja ini mengaku kaget mendengar kabar warteg pertama di Jogja itu tutup. Pasalnya, dulu ia melihatnya selalu ramai.

“Saya di Jogja dari 2013 sampai 2019. Sering ke sana dan rasanya ramai terus. Kaget kalau sekarang tutup.

warteg glagahsari.MOJOK.CO
Suasana Warteg Glagahsari saat masih beroperasi (Hammam/Mojok.co)

Sebelumnya, Muhammad Cholid (42), pemilik Warteg Glagahsari mengirim sebuah poster bergambar kolase foto warungnya dengan tulisan “Kami Pamit” kepada saya pada Sabtu (1/6/2024) malam. Saat kami berbincang lewat telepon, ia berujar bahwa banyak faktor yang membuat keluarganya memutuskan menutup usaha tersebut.

“Banyak faktor. Mungkin masanya memang cuma sampai di sini. Semoga ini yang terbaik,” ungkapnya.

Saat pertama kali buka warung di sini pada 1999, keluarganya memang meriset bahwa belum ada warteg, khas Tegal yang berkembang. Sehingga ia melihat potensi.

Mahasiswa sudah sukses ingin kembali ke Jogja mampir warteg, malah berhenti

Kembali ke kisah Andito, alumnus UPN Jogja yang sudah merantau bekerja di Makassar ini mengaku sudah merencanakan untuk liburan ke Jogja dekat-dekat ini. Salah satu destinasi yang ingin ia kunjungi adalah warteg tersebut. Namun, sayangnya hal itu tak bisa terwujud.

Bagi Cholid, interaksi dengan mahasiswa UAD, UTY, hingga UPN Jogja adalah salah satu yang membuatya sedih ketika menutup warteg ini. Ia senang bisa melihat semangat mahasiswa, meski mengaku sering lupa dengan wajah pelanggan lama yang kerap datang kembali.

“Paling senang kalau ada pelanggan lama mampir lagi. Saya memang sering lupa, lha dulu kesini pas masih kurus zaman mahasiswa. Balik lagi sudah gemuk-gemuk,” kelakarnya.

Baik Cholid maupun keluarganya kini memutuskan berhenti dari berbisnis warteg. Mereka ingin mencoba peruntungan di bidang lain.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Beratnya Bisnis Kuliner di Jogja, 5x Buka Usaha Selalu Gagal, Bahkan Warteg Legendaris hingga Bisnis Gibran pun “Berdarah-darah”

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2024 oleh

Tags: Jogjategalwartegwarteg glagahsari
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)
Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO
Ragam

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)
Pojokan

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.