Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita ‘Anjelo’ di Jaksel: Dapat 4 Juta Semalam Hasil Antar-Jemput PSK, Tapi Dituduh jadi Simpanan Tante-tante oleh Tetangga

Muhammad Ridhoi oleh Muhammad Ridhoi
9 September 2024
A A
Cerita ‘Anjelo’ di Jaksel: Dapat 4 Juta Semalam Hasil Antar-Jemput PSK, Tapi Dituduh jadi Simpanan Tante-tante oleh Tetangga MOJOK.CO

Cerita ‘Anjelo’ di Jaksel: Dapat 4 Juta Semalam Hasil Antar-Jemput PSK, Tapi Dituduh jadi Simpanan Tante-tante oleh Tetangga (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Anjelo adalah profesi yang menyelamatkan Dodi* (21) di tengah terpaan pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, di saat orang lain kesulitan mencari pekerjaan, lelaki asal Jakarta Selatan ini malah berhasil meraup cuan Rp4 juta semalam dari wira-wiri boncengin PSK.

Saya bertemu saat awal-awal kuliah di Surabaya. Kebetulan kami berkuliah di kampus yang sama, sebuah PTN di Surabaya. 

Iklan

Kala itu, saya ingat, Dodi pernah bercerita bagaimana susahnya bertahan hidup ketika pandemi Covid-19 menyerang. Dodi mengatakan dulu saat sekolahnya libur, ia tak mendapat uang jajan dari orang tuanya sama sekali. 

Akhirnya, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan. Usut punya usut, ternyata pekerjaan yang ia dapat malah bekerja sebagai Anjelo, atau yang banyak orang kenal sebagai “antar-jemput lonte”.

Jadi Anjelo lewat teman online di tongkrongan anak Jaksel

Kami duduk di sebuah warung di Surabaya, tepatnya di Jalan Srikana. Di sana, Dodi menceritakan awal mula pengalamannya menjadi Anjelo.

“Awalnya tuh aku main Twitter, sekarang namanya X. Di situ aku dapet kenalan lah, satu sirkel gitu. Dari akun menfess. Akhirnya, kami jadi teman mabar di discord,” ungkap Dodi, Selasa (27/8/2024) malam WIB.

Karena sering main game bareng, Dodi jadi mengenal Nina*, salah satu teman mabarnya di discord itu. Akhirnya ia diajak oleh Nina untuk meet up di real life. Setelah bertemu, Dodi baru menyadari bahwa teman-teman mabarnya di discord ternyata adalah teman satu sirkel juga di kehidupan nyata. Dari situlah ia mengenal banyak orang di sana.

“Akhirnya kami sering ngumpul di Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel),” terangnya.

Dari tongkrongan itu, Dodi akhirnya mengetahui kalau Nina adalah PSK. Perempuan itu kerap menjajakan dirinya di sebuah akun menfess Twitter. 

Bahkan, ia juga mengenal teman Nina yang bernama Susi*. Mereka sama-sama berprofesi sebagai PSK. 

Awalnya, Dodi diminta Susi untuk mengantar dia ke sebuah hotel di Jalan Tendean, tempat berkumpulnya sirkel Susi. Di sanalah Susi mengenalkan Dodi kepada teman-teman satu sirkelnya yang lain, ketika mereka sedang mengadakan sebuah party di hotel itu.

“Di situ mereka ya ngobrol, minum-minum, bahkan sampe ada yang ‘main’ di kasur, kamar mandi, pokoknya sebebas itu lah,” tegas mahasiswa asal Jakarta Selatan ini.

Berangkat dari situlah, Dodi mulai mengenal kehidupan malam yang ada di Jaksel. Ia jadi sering ikut-ikutan ke club, meskipun ia tidak minum alkohol. Dodi juga kerap diberi uang Rp300-500 ribu sebagai “jasa antar”. Akhirnya, ia sadar telah menemukan “sumber penghasilan” dari tongkrongan itu.

Dapat 4 juta dari antar-jemput, bersih-bersih apartemen, sampai jadi “perantara” orderan

Karena semakin menarik cerita Dodi, saya mencoba mendengarkan dengan saksama. Ia bercerita, setelah mendapatkan penghasilan dari mengantar teman-teman perempuannya yang tepar tadi, ia jadi sering ikut nongkrong bareng mereka. Terutama dengan Susi. Bahkan, mahasiswa asal Jakarta Selatan ini juga kerap mendapatkan uang tambahan dengan membersihkan apartemen Susi. 

Iklan

Karena sering bersama Susi, Dodi akhirnya juga mengenal Dina*, PSK yang lebih senior daripada Susi dan Nina. Mulai dari situ Dodi menjadi Anjelo-nya ketiga temannya itu, Nina, Susi, dan Dina. Sementara untuk Nina dan Dina, Dodi lebih sering menjadi perantara untuk check-in.

“Nah, kan Nina sama Dina itu umurnya masih di bawah 17 tahun waktu itu, belum punya KTP. Aku diminta lah jadi perantara mereka buat mereka sewa kamar hotel,” jelas Dodi.

Jadi, ketika Nina atau Dina mendapat orderan, ia akan menghubungi Dodi untuk menyewakan kamar hotel menggunakan KTP Dodi. Semisal harga hotelnya Rp300 ribu, ia ditransfer Rp500 ribu. Sisanya adalah bayaran sebagai jasa pinjam KTP Dodi.

Belum cukup mengenal tiga wanita yang berprofesi menjadi PSK, Dodi lagi-lagi dikenalkan oleh Dina kepada Anya*. Tetapi, Dodi tidak diminta untuk mengantarkan Anya ketika sedang ada orderan. Ia hanya diminta untuk membersihkan apartemen dan berjaga ketika Anya sedang expo (buka orderan) di luar kota.

Dari hasil pekerjaannya yang mulai dari mengantar temannya yang mabuk, membersihkan apartemen, menjadi anjelo, hingga jasa perantara sewa kamar, Dodi mengaku dalam semalam bisa meraup Rp4 juta. Tentu itu adalah jumlah yang sangat besar–meskipun tidak setiap hari bekerja, hanya ketika ada panggilan saja.

Digosipkan jadi simpanan tante-tante oleh tetangganya

Dodi mengaku pekerjaannya itu sama sekali tidak diketahui oleh orangtuanya. Ketika sedang menjaga apartemen kliennya, Dodi hanya pulang dua minggu sekali. Sebab rumahnya juga cukup jauh dari Jakarta Selatan, tepatnya di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kalau ditanya orangtua, aku jawabnya jadi asisten rumah tangga, bersih-bersih apartemen, nggak ngaku kalau duitnya haram,” ungkap Dodi.

Saking jarangnya ia pulang, beredar gosip dari tetangganya yang mengatakan kalau Dodi adalah simpanan tante-tante. Sebab, Dodi yang dikenal sebagai orang yang sederhana, lalu pekerjaannya yang hanya membersihkan apartemen, gaya hidupnya yang hedon itulah jadi alasan beredarnya gosip itu.

Mendengar gosip tetangga itu, Dodi hanya diam. Ia tak sedikitpun menanggapinya. Sebab, apa yang dia lakukan sebenarnya hanya sebatas mencari nafkah untuk dirinya sendiri. Ia bahkan mengaku tak pernah sekalipun tergiur dengan ajakan seks temannya, meski kadang-kadang ia digoda ketika temannya sedang tak ada orderan.

Jadi Anjelo di Jakarta Selatan juga dapat pelajaran hidup

Dodi menjalani semua pekerjaan itu selama enam bulan. Berangsur-angsur di bulan Desember, Dodi mulai tak menerima panggilan dari mereka. Karena jika langsung menolak malah membuat teman-temannya bingung. Jadi secara perlahan dia juga bercerita ke teman-temannya bahwa ia akan fokus ujian sekolah dan mendaftar kuliah.

Rupanya pekerjaan itu juga jadi pelajaran buat Dodi. Kedekatan Dodi dengan Susi membuatnya mendapatkan pelajaran berharga bahwa rata-rata orang yang ia kenal dan memilih menjadi PSK itu karena punya masalah keluarga atau broken home. 

“Jadi si Susi ini ibunya selingkuh, lalu gak lama bapaknya meninggal. Padahal dulu, dia sekolahnya di sekolah-sekolah agama. Nina juga broken home, ibunya PSK juga, pokoknya rata-rata semua dari masalah keluarga,” ungkap Dodi, bernada sedih.

Lelaki asal Jakarta Selatan ini berasumsi jika kurangnya peran ayah yang menjadikan Nina mencari sosok ayah di laki-laki lain. Atau kehidupan Susi yang pernah dilecehkan sehingga lebih memilih untuk “kotor” sekalian. Tapi, bagaimanapun juga Dodi tak berhak berkomentar terhadap pilihan hidup teman-temannya. 

Tapi ia mengaku masih sering berkomunikasi dengan mereka. Ada yang masih menjalankan, ada yang jadi wanita simpanan, bahkan ada yang sudah tobat dari pekerjaannya itu. Tapi bagi Dodi, mereka adalah teman-teman yang sudah membantunya ketika ia sedang kesusahan. Dan akan selalu Dodi kenang seumur hidupnya.

Penulis: Muhammad Ridhoi

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Suara Hati Seorang PSK: Siapa Bilang Kerja Saya Gampang?

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 10 September 2024 oleh

Tags: anjeloantar jemput pksjakartajakarta selatanJakselpsk
Muhammad Ridhoi

Muhammad Ridhoi

Artikel Terkait

Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO
Urban

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO
Urban

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.