Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tersiksa dengan Tukang Parkir Liar di Jakarta Selatan, Sebelumnya Pernah Tinggal di Surabaya Tak Merasa Separah Ini

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
4 Juni 2024
A A
tukang parkir jakarta selatan bikin resah orang surabaya.MOJOK.CO

Ilustrasi tukang parkir liar (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Maraknya tukang parkir liar di wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Selatan, jadi sorotan. Bukan hanya warga lokal yang resah, perantau dari berbagai daerah seperti Surabaya juga merasa terganggu dengan kehadirannya yang ada sudut-sudut jalan kota.

Nuha (25) salah satunya, perantau yang dulu pernah lama tinggal di Surabaya merasa tukang parkir jadi momok yang mengganggu. Menurutnya, di Jakarta, keberadaan tukang parkir liar jauh lebih banyak dan mengganggu dengan beberapa kota lain tempat ia pernah tinggal.

Iklan

Lelaki ini dulu pernah lama tinggal di Jogja semasa SMA, pun merasa keberadaan juru parkir liar di sana tidak sebegitu mengganggu. Saat kemudian hijrah ke Surabaya untuk kuliah pada 2017 hingga 2021 silam, ia merasakan bahwa keberadaan parkir liar di sana sedikit lebih mengganggu dari Jogja.

“Tapi di Surabaya masih belum seberapa ketimbang pas aku tinggal di sekitar Jakarta,” ungkapnya.

Baginya, di Surabaya memang banyak tukang parkir liar. Termasuk di jejaring minimarket Indomaret dan Alfamart yang sebenarnya tidak perlu dipatok parkir. Namun, keberadaannya hanya satu dua dan tidak sebanyak yang ia temui setelah hijrah ke ibu kota.

Sinisnya tukang parkir liar di Jakarta, tak menemukan hal serupa di Jogja dan Surabaya

Nuha tinggal di Depok sejak 2022 silam untuk studi lanjut di UI. Meski berdomisili di Depok, ia banyak beraktivitas di Jakarta Selatan dan sekitarnya.

“Paling meresahkan selama di Jakarta memang saat cuma ke ATM kok banyak tukang parkirnya. Itu sih, perasaan di kota lain yang pernah aku tinggali nggak sebanyak ini. Ada tapi nggak seberapa banyak,” keluhnya saat saya ajak berbincang 22/5/2024

Selain itu, menurutnya keberadaan tukang parkir liar di jejaring minimarket juga kelewat banyak. “Surabaya ya ada juga tapi nggak sebanyak ini,” ungkapnya.

ilustrasi area parkir.MOJOK.CO
Ilustrasi rambu parkir (Waldemar/Unsplash)

Rasanya cukup mengganggu, dalam sehari, ia pasti mampir tak cuma sekali ke minimarket. Belum lagi, ke tempat-tempat pemberhentian lain seperti warung makan hingga pertokoan, yang nahasnya sering bertemu dengan sosok-sosok penagih recehan tersebut.

Tentu, ia akan mencoba membayar tukang parkir yang menariki. Namun, ada kalanya ia malas untuk memberi uang meski sekadar receh Rp2000. Terkadang memang ia tidak punya uang pecahan kecil atau sudah saking malasnya karena seharian berulang kali kena parkir.

“Nah yang aku temuin, pasti sinis banget kalau nggak dikasih duit. Bahkan bisa berujar sarkas. Bilang ‘makasih Bang’ sambil matanya melotot,” kelakarnya.

Sampai adu mulut

Kisah serupa juga diutarakan Kelvin (25), pekerja di Jakarta yang pernah punya pengalaman pahit di sebuah warung bebek Madura di daerah Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat. Suatu hari, sekitar jam lima sore sepulang kerja Kelvin mampir untuk membungkus makanan.

Sebenarnya tidak ada jukir di warung kaki lima itu, namun tiba-tiba saat ia hendak tancap gas ada tukang parkir liar yang menghampiri dari Indomaret seberangnya. Kondisi lelah pulang kerja membuat emosi Kelvin mudah naik.

“Enak banget, orang dia jadi tukang parkir di Indomaret kok narikin di warung ini. Gua nggak mau bayar. Orang Indomaret aja sebenernya udah bayar pajak ke negara,” katanya kesal.

Iklan

Namun, jukir itu sama-sama tak mau mengalah. “Elu beli makan bisa bayar parkir aja susah,” ucap Kelvin menirukan sanggahan tukang parkir liar itu.

Sempat bersitegang. Kelvin akhirnya pilih langsung melenggang pergi tanpa memperhatikan wajah murah tukang parkir itu. Pengalaman di Jalan Rawa Belong itu, baginya, jadi yang paling mengesalkan selama hidup di Jakarta.

Jadi buruan

Belakangan, Pemprov DKI Jakarta sedang gencar menertibkan parkir liar di daerahnya. Pada 15-16 Mei 2024 lalu misalnya, tim gabungan dari Pemprov DKI Jakarta menindak 127 tukang parkir liar di jejaring minimarket seperti Alfamart dan Indomaret.

Bahkan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan tukang parkir liar yang ditindak tim gabungan pada 15-30 Mei totalnya menjadi 442 orang. Penindakan yang dilakukan tim gabungan berupa pembinaan secara persuasive hingga pemberian surat pernyataan.

Titik lokasi para juru parkir yang dapat pembinaan juga beragam. Mulai dari Jakarta Utara, Jakarta Pusat, hingga Jakarta Selatan.

BACA JUGA Nekatnya Pengusaha “Kecil” di Jogja dan Jateng yang Tolak Tukang Parkir Liar, Rela Menggaji Mereka Asal Pelanggan Nyaman

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2024 oleh

Tags: jakartajakarta selatanJogjajuru parkirmedanSurabayatukang parkirtukang parkir liar
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO
Urban

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO
Esai

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.