Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Joko Pinurbo Diabadikan Jadi Nama Gang di Jogja, Wujud Apresiasi Warga yang Telat Tahu Tetangganya Sastrawan Besar

Alya Putri Agustina oleh Alya Putri Agustina
28 Juli 2024
A A
joko pinurbo sastrawan jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi Yang Tak Kita Bicarakan Ketika Membicarakan Joko Pinurbo: “Paska” (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berbagai cara dilakukan untuk mengenang dan mengabadikan Joko Pinurbo yang telah meninggal dunia. Warga sekitar rumahnya di Jogja, yang sempat lama tak menyadari bahwa sosok ramah dan bersahaja itu adalah sastrawan kondang, mengabadikan Jokpin sebagai nama sebuah gang.

Kemarin, Sabtu 27 Juli, masyarakat RW 04 Wirobrajan Yogyakarta menggelar peresmian Gang Joko Pinurbo. Ini dilakukan dengan prosesi teatrikal pemancangan ‘tetenger’ di sebuah lajur gang menuju jalan rumah sang penyair yang sebelumnya memang tak bernama.

Iklan

Acara yang sekaligus bertajuk mengenang Joko Pinurbo ini digelar menjelang 100 hari kematiannya, yang jatuh sepekan mendatang, tepatnya pada Sabtu, 3 Agustus.

Ramai sore itu para warga dan seniman, perupa, sastrawan, budayawan, hingga akademisi sejawat Jokpin berkumpul di lajur Jl. Setiaki No.8 Wirobrajan, tempat acara terselenggara.

Saking ramainya seniman, saya merasa ini jadi seperti acara reuni mereka. Satu-persatu mereka datang untuk menghormati mendiang. 

Mereka bergantian mengisi panggung, memberikan testimoninya selama mengenal Jokpin, dan tak lupa membacakan puisi-puisi penyair yang dijuluki sebagai “lurah puisi masa kini’’ itu.

Salah satu di antaranya adalah seniman kondang Butet Kartaredjasa. Dalam pidatonya, ia bersaksi bahwa Jokpin adalah figur sastrawan yang unik dan inspiratif.

Ia menyorot, “Satu hal yang harus kawan-kawan ketahui, saya bersaksi hanya Jokpin adalah satu-satunya yang berhasil membuat Raja Jogja, Sri Sultan Hamengku Buwono X, baca puisi!” katanya menggebu.

Sri Sultan memang sempat membacakan puisi Jokpin saat peringatan 40 hari kepergiannya di Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta, Rabu, 5 Juni silam.  Demi mempersiapkannya, Butet mengatakan Sri Sultan sangat serius dalam berlatih membaca puisi Jokpin.

Butet mengaku mendapat cerita dari ajudan dan kepala dinas kebudayaan, “konon sebelum membacakan puisi Jokpin, setiap naik mobil berangkat dari keraton ke kepatihan, (Sultan) selalu latihan moco puisi,” katanya dalam pidato.

Penamaan Gang Joko Pinurbo adalah murni inisiatif warga RW 04

Semula, saya pikir ini adalah acara yang diinisiasi oleh pemerintah, atau dinas budaya. Ternyata setelah mendengar sambutan ketua RW 04, saya keliru. Acara sore itu murni inisiatif warga.

Guyub warga masyarakat sekitar jadi penyumbang utama suksesnya acara sore itu. 

Di sepanjang lajur jalan, warga telah menyiapkan 12 angkringan yang menyediakan makanan secara gratis sebagai suguhan. Selain takjub sebab warga melakukan bentuk pemberdayaan pelaku angkringan, ini juga membikin saya teringat pada quotes legendaris Jokpin yang kerap dikutip, “Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan”

Pemancangan petanda gang, melibatkan anak-anak dan bapak-bapak desa dengan prosesi yang sarat seni dan budaya. 

prosesi pemancangan tetenger gang joko pinurbo.MOJOK.CO
Prosesi pemancangan tetenger (Alya Putri/Mojok.co)

“Tetenger” dibawa dan ditancapkan oleh para pelaku teatrikal pantomim. Dengan dikerubungi warga dan keluarga, prosesi berjalan amat meriah dan sakral.

Warga RW 04 Wirobrajan tidak tahu bahwa Joko Pinurbo adalah penyair terkenal

Jauh dari kata mewah, Jokpin tinggal di gang kecil pada daerah kampung padat penduduk perkampungan kota Yogyakarta. Ia melebur dalam masyarakat layaknya warga biasa. 

Karena kesederhanannya, ternyata warga Wirobrajan tak tahu bahwa ia seorang penyair berpengaruh di Indonesia.

“Pak Joko itu kehidupannya di masyarakat sangat sederhana, ronda yo ronda, arisan yo arisan.. ndak tahu sama sekali,” Kata Gatot (63), ketua RW 04 Wirobrajan. Di kampung, Jokpin disapa dengan “Joko” oleh warga kampung. Mereka tak mengenal siapa Jokpin.

Iklan

Banyak warga menganggap bahwa pekerjaan Jokpin adalah sekadar sebagai dosen atau pendidik. 

“Paling tak sampai 5% warga RW tahu dengan identitas Pak Joko ini. Dia tidak  pernah menunjukkan ‘aku ini siapa’ di masyarakat,” kata Budi (53), warga yang tinggal satu RT dengan Jokpin.

Ia sendiri tahu bahwa Jokpin adalah penulis, tapi tidak tahu bila namanya telah sebesar ini. Budi bercerita, Jokpin aktif bermasyarakat dan menduduki posisi sebagai bendahara khas untuk dana sosial di RT-nya.

Ketika ramai perhatian tertuju pada Jokpin saat kepergiannya, barulah warga mulai tahu. Sebagaimana Gatot, ia mengaku kaget ketika mengetahui ramai sekali orang datang juga karangan bunga berjajar luar biasa panjang.

Saat itu ia mulai bertanya-tanya, siapa Pak Joko ini sebenarnya. Saat peringatan 40 hari Jokpin, ia kaget mengetahui bahkan Sri Sultan saja membacakan puisi Jokpin.

Itu adalah titik ia sadar bahwasanya yang dikenalnya sebagai Pak Joko adalah “Orang Penting”. Secara otomatis, sebagai ketua RW ia merasa perlu melakukan sesuatu.

“Melihat Sri Sultan, saya kok merasa ngga berterima kasih dan ngga punya rasa memiliki kalo kami (warga) ga berlaku apa-apa” ungkapnya merasa bersalah. 

Berawal dari musyawarah warga

Perasaan itu yang mendasari ia mulai membuka musyawarah dengan warga. Musyawarah berdasar dari pertanyaannya, “Bagaimana kita harus memberikan apresiasi terhadap Pak Joko selaku warga masyarakat RW 04 yang telah membawa nama harum bangsa” ucapnya.

Dari itu, muncullah pemikiran untuk mengabadikan Jokpin dalam nama gang. Acara ia proyeksikan terjadi secara kecil-kecilan sederhana. Panitia sejumlah 7 orang menyiapkan acara secara spontan kurang dari 7 hari, sejak tanggal 21.

Tetapi “kriwihan dadi grojogan”, katanya, datang banyak sambutan dan dukungan baik yang turut menyukseskan acara RW-nya hari itu.

Ramainya seniman juga media datang, tak termasuk dalam perkiraan Gatot. Berita akan acara penamaan Gang Joko Pinurbo menyebar secara sendirinya.

Liputan ini diproduksi oleh mahasiswa Program Kompetisi Kampus Merdeka-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PKKM-MBKM) Unair Surabaya di Mojok periode Juli-September 2024.

Penulis: Alya Putri

Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Joko Pinurbo Terbuat dari Jogja, Puisi, dan Tragedi

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2024 oleh

Tags: Butet KartaredjasaJogjaJoko Pinurbojokpinsastrawan jogja
Alya Putri Agustina

Alya Putri Agustina

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.