Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Gaji Pertambangan Baru 3 Jutaan Dikira Kaya, Langsung Jadi Sasaran Pinjam Duit Teman sampai Sulit Menolak

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
25 Maret 2024
A A
gaji pertambangan.MOJOK.CO

Ilustrasi kerja pertambangan (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gaji pertambangan nggak seketika langsung banyak duit. Masalahnya, banyak yang mengira orang kerja di bidang tersebut dompetnya langsung tebal dalam waktu cepat.

Sehingga, lulusan SMA seperti Kholik* (21), pada tahun pertama bekerja di tambang batubara langsung jadi sasaran pinjam duit dari teman-temannya. Padahal, pada tahun pertama ia masih berproses dengan gaji pertambangan sekitar Rp3,5-4 juta.

Iklan

Setahun setengah selepas lulus SMA, ia dapat kerja sebagai operator alat berat di sebuah kontraktor pertambangan di Kalimantan Timur. Segera, setelah lolos fase medical check up, Kholik berangkat ke kawasan pemusatan latihan.

Selama di pemusatan latihan tiga bulan, ia dan rekan-rekan seangkatannya menjalani fase latihan fisik,mental, dan materi dasar pertambangan.

Setiap hari Kholik bangun pagi jam 4 untuk latihan fisik singkat. Selepas salat subuh, latihan fisik kembali digenjot hingga sekitar jam 7 pagi. Baru setelahnya ada materi di dalam ruang kelas.

“Tapi nanti selesai materi sore, fisik lagi, pokoknya bikin stress juga saat itu,” tuturnya.

Mentas dari pemusatan latihan, ia berangkat ke site pertambangan di luar pulau Jawa. Saat itu, statusnya adalah sebagai pemagang kerja pertambangan.

“Di kontrak awal itu durasinya satu tahun. Gajinya belum terlalu besar, sekitar Rp3,5-4 juta,” tuturnya.

Kerja di pertambangan langsung dapat tekanan dari teman dan keluarga di kampung

Sebenarnya, gaji yang ia dapat di tahun pertama sudah bersih. Sebab, Kholik dapat fasilitas makan dan tempat tinggal gratis.

“Tapi ya tetap saja uang segitu belum banyak,” kelakarnya.

dunia pertambangan.MOJOK.CO
Ilustrasi. Area pertambangan (Dominik Vanyi/Unsplash)

Kholik mengaku memahami jika orang tuanya, terkhusus bapaknya, bangga ia bisa masuk di bidang pekerjaan yang cukup menjanjikan secara materi dalam jangka panjang. Namun, terkadang ia jadi terbebani ketika sang bapak cerita-cerita ke saudara tentang pencapaiannya.

Saat sedang cuti, ia jadi terpikir untuk membawa oleh-oleh bagi keluarga besarnya. Termasuk, para sepupunya yang masih kecil-kecil.

Di rumah pun, terkadang teman-teman sekolah memandang seolah ia sudah sukses. Padahal, sebenarnya gaji pertambangan yang ia dapat pada tahun pertama tidak jauh lebih tinggi dari temannya yang bekerja di pabrik atau tempat lain.

“Sampai kalau aku nongkrong bareng, rokoknya kok murah, pada ketawa,” kelakarnya.

Iklan

“Pada bilang, ‘kerja di pertambangan kok rokoknya nggak berkelas’,” imbuhnya tak henti tertawa.

Mengira gaji pertambangan langsung besar, teman-teman pada utang seenaknya 

Menghadapi hal semacam itu, Kholik mengaku mencoba santai saja. Mau menjelaskan soal gaji pertambangan sebenarnya pun, terkadang ia mengaku gengsi.

Namun, hal yang lebih merepotkan baginya selain perkara rokok adalah teman yang mulai berdatangan untuk meminjam uang. Nominalnya, seringkali cukup besar.

“Ya banyak yang pinjam, mulai dari ratusan sampai sejuta setengah paling besar,” tuturnya.

Di satu sisi, gajinya juga sudah keluar untuk berbagai kebutuhan pribadi. Di sisi lain, ia kadang merasa tidak enak karena teman-temannya sudah telanjur menganggapnya berduit.

Parahnya, ia mengaku masih satu dua kali meminta uang ke orang tua pada tahun pertama kerja. Orang tuanya pun sempat mempertanyakan ke mana gajinya pergi.

“Jujur nggak enak sampai pernah minta ke orang tua lagi karena uang habis,” curhatnya.

Kebanggaan bak pisau bermata dua

Kholik mengakui, sudah jadi kebiasaan baginya dan rekan-rekan untuk membagikan unggahan kebanggaan kerja di pertambangan lewat media sosial. Namun, ia tidak menyadari kalau dampaknya akan sedikit menyusahkan dirinya.

Amin (25), seorang sarjana dari PTN di Jogja yang dua tahun terakhir berkarier di pertambangan batubara juga mengakui bahwa banyak operator baru yang kelewat ekspresif dalam menyalurkan kebanggaan mereka.

“Biasa lah bikin status di media sosial menunjukkan seragam tambang. Bahkan, ada juga yang sampai bikin video uang gaji,” tuturnya.

Ia mengakui, bahkan para operator di bagian produksi yang lulusan SMA, bisa bergaji lebih besar dari para sarjana di pertambangan. Umumnya, hal itu terjadi bagi para operator senior yang memaksimalkan jam kerja dan lembur.

Tahun pertama para teknisi dan operator lulusan SMA biasanya masih berstatus pemagang kerja. Namun, jika sudah dapat kontrak kerja tetap, baik Kholik maupun Amin menyebut gaji pertambangan bulanan termasuk bonus dan upah lembur mereka bisa belasan juta.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Lulusan SMA Dapat Kerja Pertambangan, Gaji Belasan Juta Bikin Tak Ingin Kuliah dan Pandang Sebelah Mata Sarjana

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2024 oleh

Tags: batubaragaji pertambanganKalimantankerja pertambanganlulusan sma
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa.MOJOK.CO
Catatan

Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.