Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Buang Biaya Kuliah IPB Rp30 Juta Demi Pindah ke UMY, Lulus Bukannya Cepat Kerja Malah Nganggur Lama

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
24 Juni 2024
A A
kuliah ipb pindah umy.MOJOK.CO

Ilustrasi masalah perkuliahan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah diterima kuliah di IPB, kampus cukup favorit di Indonesia, malah memilih cabut demi UMY. Meski pindah ke kampus swasta cukup ternama di Jogja ternyata mencari kerja juga tak semulus yang ia bayangkan.

Ula* (25) sebenarnya mendambakan untuk kuliah di bidang ilmu sosial. Meski ia mengambil jurusan IPA saat SMA, hobinya berkutat dengan dunia grafis dan audio visual.

Lelaki asal Surabaya ini juga punya ambisi yang cukup kuat untuk masuk ke PTN. Sehingga, berbagai jalur coba ia lalui. Pertama, tentu lewat jalur SNMPTN yang ternyata gagal. Tidak mengagetkan sebenarnya, pasalnya sekolahnya memang tidak terlalu favorit. Persentase yang lolos SNMPTN cukup sedikit.

Sehingga, Ula mencoba peruntungan di jalur SBMPTN. Ia memasukkan pilihan di UGM, UNAIR, dan Unpad. Pilihan yang ia ambil terbilang kampus mentereng. Saat itu, Ula merasa agak optimistis.

“Tapi ternyata gagal semua,” kenangnya pahit.

Di tengah kebimbangan itu, ia tak buru-buru mendaftar kampus swasta termasuk UMY. Justru, ia terpikir untuk kuliah IPB dengan jurusan yang sebenarnya cukup jauh dari ilmu sosial dan tergolong tidak populer.

“Setelah gagal seleksi bersama dan mandiri di berbagai kampus, akhirnya aku memutuskan daftar mandiri di Jurusan Proteksi Tanaman IPB,” ujarnya.

Bapaknya dulu juga kuliah IPB di Jurusan Proteksi Tanaman. Punya karier yang cukup baik di bidang yang sama. Hal itu jadi salah satu alasan Atalarik menyebrang dari keinginan awalnya.

“Tapi selain itu, aku pengen punya pegangan di awal lulus. Dan saat itu karena gengsi pengennya di kampus negeri,” tuturnya.

Kuliah IPB satu semester langsung kepental

Sebenarnya Ula cukup paham denga napa yang dipelajari di Jurusan Proteksi Tanaman. Sayangnya, hatinya berkata lain saat menjalani perkuliahan.

“Padahal ya saat itu lumayan, sudah keluar biaya sekitar 30 juta karena lewat jalur mandiri,” kata dia.

Selain materi kuliah IPB yang tak terlalu dipahaminya, ia juga merasa tak cocok dengan lingkungan pertemananya di sana. Bukan persoalan serius, hanya saja tidak merasa terkoneksi dengan teman-temannya yang tampak serius. Ia merasa lingkungan yang cocok ada di jurusan humaniora.

Alhasil, baru empat bulan kuliah IPB ia mulai sering bolos. Setelah UTS semester 1 ia sudah jarang mengikuti perkuliahan.

Sempat dilanda kebimbangan, akhirnya ia mantap untuk keluar di semester 2 kuliah IPB. Saat itu, ia langsung mempersiapkan untuk mengikuti SBMPTN demi mengejar mimpi ke PTN lain, dengan jurusan yang lebih tepat.

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

Daftar UMY setelah gagal SBMPTN kedua kalinya, ternyata setelah lulus pusing

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2024 oleh

Tags: cari kerjaipbJogjakuliah ipbSurabayaUMY
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Aji sarjana hukum UGM, Jogja yang pernah ngojol. MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO
Urban

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.