Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Jelang Sidang Skripsi Mahasiswa UINSA Surabaya Asal Madura Nekat Maki-Maki Kaprodi yang Ruwet dan Cari-Cari Masalah, Sudah Siap DO Malah Lulus karena Hoki

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Mei 2024
A A
Mahasiswa UINSA Surabaya Maki-Maki Kaprodi Sebelum Sidang Skripsi MOJOK.CO

Ilustrasi - Mahasiswa UINSA Surabaya maki-maki kaprodi sebelum sidang skripsi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Karena merasa dipersulit dalam proses sidang skripsi, seorang mahasiswa UINSA Surabaya muntab hingga maki-maki kepala prodi (kaprodi). Beruntungnya ia tetap bisa sidang skripsi dan lulus karena memang sebenarnya tak ada masalah. Hanya si kaprodi saja yang memang cari-cari masalah.

***

Masih ada sisa kekesalan tiap kali Ferly (25) mengingat masa-masa jelang sidang skripsi di UINSA Surabaya. Tak ada sesal sama sekali. Pasalnya, mahasiswa asal Sampang, Madura itu merasa si kaprodi lah yang sengaja mempersulitnya untuk sidang skripsi.

Ferly sendiri merupakan mahasiswa angkatan 2018 di Prodi Sastra Arab UINSA Surabaya. Ia lulus sembilan semester. Proses mengerjakan skripsinya terbilang cepat karena ia baru mengajukan judul di awal semester 8.

“Aku dulu pilih UINSA Surabaya karena kampus agama (Islam). Lalu aku ambil Sastra Arab karena untuk meneruskan pondok saja,” ujar mahasiswa Madura tersebut kepada Mojok, Rabu (8/5/2024) malam WIB.

“Dan selama kuliah di Sastra Arab UINSA Surabaya memang nggak ada kesulitan. Karena rasanya mengulang pelajaran yang ada di pondok saja. Ya walaupun ada beberapa pelajaran yang baru kutemui di kampus,” sambungnya.

Ingin segera lulus untuk bekerja

Di Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) UINSA Surabaya, sudah menjadi rahasia umum kalau Sastra Arab menjadi prodi yang mahasiswanya terkenal sat set dalam proses skripsi. Setidaknya di masa-masa itu.

Tak heran jika di setiap momen wisuda, Sastra Arab selalu meluluskan wisudawan yang lebih banyak ketimbang prodi lain se-FAHUM  seperti Sejarah Peradaban Islam (SPI), Sastra Inggris (Sasing), dan Sastra Indonesia (Sasindo).

Begitu juga saat Ferly memasuki semester 7. Teman-teman seangkatannya sudah gerak cepat mengajukan judul hingga paling tidak sudah seminar proposal lebih dulu. Ferly pun ikut terpancing untuk segera merampungkan kuliahnya di UINSA Surabaya.

“Aku UKT per semester Rp1,2 juta. Masih biaya orang tua. Pengin cepat lulus biar bisa kerja dan menghasilkan uang sendiri,” tutur mahasiswa asal Madura itu.

Terlebih, di masa itu mahasiswa di FAHUM UINSA Surabaya memang tak harus ribet dengan banyak program di luar kampus. Tidak seperti di fakultas lain yang harus PKL, PPL, dan sejenisnya.

“Satu-satunya program pengabdian masyarakat di FAHUM waktu itu ya cukup KKN,” terang Ferly. Sehingga memang bisa segera memproses skripsi.

Merasa dipersulit kaprodi di UINSA Surabaya

Ferly mengaku proses pengerjaan skripsinya relatif lancar. Nyaris tak ada kesulitan atau kendala serius. Hanya saja, polemik terjadi ketika Ferly mengajukan jadwal sidang skripsi di penghujung semester 8.

Kaprodi Sastra Arab waktu itu menyebut kalau Ferly belum sah ikut sidang skripsi. Sebab, ada satu mata kuliah yang kata si kaprodi Ferly belum lulus. Ferly pun mengikuti apa kata si kaprodi untuk menuntaskan dulu satu mata kuliah yang belum lulus itu.

Iklan

“Setelah saya bisa menuntaskan satu mata kuliah yang belum lulus itu, berikutnya beliau mempersulit lagi dengan mengatakan ada satu lagi yang belum lulus. Yakni mata kuliah semester 6 di mana beliau dosennya,” ungkap mahasiswa UINSA Surabaya asal Madura tersebut. Fyi, kaprodi Sastra Arab UINSA Surabaya di masa Ferly itu adalah sosok dosen perempuan.

“Lalu saya cek di SINAU (perangkat penghimpun data di UNSA Surabaya), emang lulus dengan nilai A-,” sambung Ferly. Di mana dalam regulasi di FAHUM, A- sudah sangat memenuhi syarat untuk lulus. Wong C- saja di masa itu sudah dianggap lulus kok.

Ferly lantas mengirimkan bukti tersebut kepada si kaprodi selaku dosen yang mengampu mata kuliah itu. Akan tetapi, si kaprodi bersikukuh bahwa sebenarnya Ferly tidak lulus meski data SINAU mencatat nilai Ferly A-. Dari sinilah Ferly mulai agak janggal.

Maki-maki kaprodi di UINSA Surabaya sebelum sidang

Sejak awal Ferly mengatakan kalau ia benar-benar menjaga etikanya kepada si kaprodi. Ia selalu bertanya dengan nada santun tiap ada sesuatu yang menurutnya janggal.

Termasuk saat si kaprodi Sastra Arab UINSA Surabaya itu menyebut Ferly tak lulus mata kuliahnya, mahasiswa Madura itu pun mengirimkan bukti kalau ia mendapat nilai A- dan menjelaskannya secara baik-baik.

Akan tetapi, perdebatan dari si kaprodi yang seolah cari-cari masalah dan mempersulit jalan sidang skripsi Ferly membuatnya perlahan-lahan mulai naik darah. Ia mulai hilang rasa hormat pada si kaprodi.

“Karena saya merasa dpersulit, saya tanya lah, ibu ada masalah apa dengan saya, kok rasa-rasanya saya dipersulit?,” ujar Ferly memeragakan caranya bertanya pada si kaprodi Sastra Arab UINSA Surabaya.

“Singkat cerita dari percakapan saya dengannya di WA, ada saat beliau (si kaprodi) bilang “Anda tidak becus jd mahasiswa!”,” beber Ferly.

Mahasiswa UINSA Surabaya Maki-Maki Kaprodi Sebelum Sidang Skripsi MOJOK.CO
Momen saat Ferly selesai sidang skripsi setelah maki-maki kaprodi. (Dok. Ferly)

Membaca pesan tersebut, kemarahan Ferly tak bisa ia bendung lagi. Ia pun langsung memaki-maki balik si kaprodi dengan menyebutnya sebagai kaprodi tidak becus. Bahkan ada juga umpatan kasar yang Ferly layangkan. Tak lama kemudian, kontak Ferly diblokir oleh si kaprodi.

Baca halaman selanjutnya…

Untung bisa lulus lewat jalur hoki

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2024 oleh

Tags: dipersulit dosen pembimbingdosen pembimbingfahum uinsakampus di surabayaMaduramahasiswa maduramahasiswa surabayapilihan redaksisastra arabsastra arab uinsasidang skripsiSurabayauin sunan ampelUINSAuinsa surabayauniversitas di surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.