Perserikatan Sepak bola Indonesia Mataram (PSIM) Yogyakarta menemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk meminta doa restu sebelum menghadapi laga di musim 2026/2027. Dalam pertemuan tersebut, PSIM tak hanya mendapat izin dari Sri Sultan tapi juga beberapa wejangan.
Ritual wajib PSIM Yogyakarta sebelum menghadapi laga baru
Presiden Direktur PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, mengatakan pertemuan antara Laskar Mataram dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) sudah seperti ritual wajib yang harus dilakukan, sebelum memulai musim pertandingan yang baru.
Oleh karena itu, pihaknya menemui Sri Sultan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta bersama Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel pada Kamis (23/8/2025).
“Hari ini kami bertemu langsung dengan Ngarsa Dalem, sebagai ritual PSIM saja, mau meminta bless bagi PSIM berjuang untuk musim 2026-2027,” ucapnya.
Dalam pertemuan itu, Sri Sultan menitipkan Laskar Mataram kepada Yuliana Tasno sekaligus mengingatkan mereka untuk selalu disiplin, termasuk dalam hal mengonsumsi makanan.

“Pas ngomongin soal performa atlet, Ngarsa Dalem bilang, itu dilihatin ya anak-anak, jangan makan gorengan, nanti di belakang diam-diam mereka makan gorengan. Hal itu diulang-ulang terus, bahwa kedisiplinan harus terus dipantau,” ucap Yuliana.
Gaya kepemimpinan Yuliana pun tak terhindar dari perhatian Sri Sultan, sehingga dirinya berpesan agar Yuliana lebih sabar.
“Saya juga banyak diberi wejangan, katanya jangan marah-marah. Saya juga heran kenapa beliau bisa tahu. Tapi saya bilang, sejak (PSIM) di Liga 1, saya sudah tidak pernah marah-marah lagi,” ujar Yuliana.
Terakhir, Sri Sultan memberikan beberapa saran untuk PSIM agar semangat bertanding, mulai dari segi teknik hingga manajerial. Ia pun berpesan agar manajerial PSIM mengatasi persoalan modal jadi lebih baik, sehingga tidak hanya bergantung pada pengusaha.
“Bisa nggak kamu cari investasi tambahan dari revenue, supaya PSIM ini nggak bergantung kepada bohir atau pengusaha saja. Bagaimana kita bisa mencari revenue tambahan, misalnya buka obligasi segala macam,” ucap Yuliana menirukan Sri Sultan.
Jersey untuk Sri Sultan dengan nomor punggung 10

Setelah mendapatkan wejangan tersebut, Yuliana merasa bersyukur. Sebagai Presdir klub sepak bola, dirinya senang dapat berada di daerah yang pemimpinnya suka dengan olahraga, seperti Sri Sultan yang mencintai sepak bola. Yuliana menegaskan akan mengingat betul wejangan bermanfaat yang diberikan oleh Sri Sultan.
“Beliau memang betul-betul paham, dan saya sangat bersyukur karena memimpin klub sepak bola di Yogyakarta, yang pemimpinnya adalah seorang Gubernur dan juga seorang Sultan, yang sangat cinta dengan olahraga. Jadi ngomongnya nyambung,” katanya.
Sebelum mengakhiri pertemuan tersebut, PSIM Yogyakarta sempat memberikan album foto kepada Sri Sultan yang memperlihatkan perjalanan PSIM selama 2 periode, yakni dari musim 2024-2025 dan 2025-2026 saat pertama kali berlaga di Liga 1.
Setelahnya, PSIM juga menyerahkan baju yang merupakan seragam PSIM untuk musim 2025-2026. Di bagian belakang kaos jersey yang diberikan tersebut tertulis HB X dengan angka 10.
Sumber: Humas DIY
BACA JUGA: SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan