Pemerintah Kota Yogyakarta secara resmi merilis tujuh acara unggulan skala besar untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 yang akan jatuh pada 7 Oktober 2026.
Mengusung konsep keterlibatan langsung masyarakat, deretan agenda yang terdiri dari festival ekonomi, ajang olahraga, hingga parade budaya ini dipastikan akan mendominasi ruang publik di Yogyakarta sepanjang bulan Oktober.
Tujuh event unggulan HUT ke-270 Kota Yogyakarta
Sesuai dengan cetak biru perayaan resmi, ketujuh rangkaian acara utama tersebut disusun sebagai daya pikat utama bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Berikut adalah rincian tujuh event unggulan dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta:
#1 Yk Festisale (1-31 Oktober 2026)
Program ini memotori pergerakan ekonomi melalui tebaran promo dan diskon yang melibatkan sektor perdagangan, ritel, perhotelan, hingga UMKM. Sebagai penguat, Pemkot juga meluncurkan Gerakan Masyarakat Cintai Pasar (GEMATI) untuk mendongkrak kembali transaksi masyarakat di pasar-pasar tradisional.
#2 Simfoni 1001 Pembatik (3 Oktober 2026)
Berlokasi di kawasan pedestrian Malioboro, acara ini akan menampilkan aksi massal ribuan pembatik secara langsung sebagai unjuk kekuatan identitas budaya lokal kebanggaan kota.
#3 Malioboro Run (4 Oktober 2026)
Ajang lari bergengsi ini kembali digelar dengan menjadikan jalanan bersejarah di jantung kota sebagai rute utama bagi para pelari dari berbagai daerah.
#4 Sarkemfest (5-31 Oktober 2026)
Mengambil tema besar ‘Lintas Waktu Malioboro’, festival ini akan menghidupkan kawasan Jalan Pasar Kembang lewat serangkaian atraksi budaya selama hampir sebulan penuh.
#5 Wayang Jogja Night Carnival atau WJNC (7 Oktober 2026)
Didapuk sebagai malam puncak perayaan, karnaval kolosal ini akan berpusat di Titik Nol Kilometer dengan melibatkan perwakilan seniman dan masyarakat dari 14 kemantren (kecamatan).
#6 Kustomfest (10-11 Oktober 2026)
Berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), festival ini kembali menjadi wadah berkumpulnya para pegiat serta pencinta otomotif kustom berskala internasional.
#7 Otentik City Rally (25 Oktober 2026)
Rangkaian unggulan ini akan ditutup dengan ajang reli wisata menyusuri sudut-sudut kota yang diberangkatkan langsung dari kompleks Balai Kota Yogyakarta.
Otentik, Konkret
Ketujuh agenda unggulan tersebut terangkum di dalam tema besar peringatan tahun ini, yakni “Otentik, Konkret”. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa tema tersebut diangkat untuk merepresentasikan identitas kota melalui bukti karya yang nyata.
“Tema otentik konkret ini sangat tepat, karena ini berbicara tentang jati diri Jogja. Dan konkret itu bicara tentang bagaimana jati diri itu bisa diwujudkan dalam bentuk gerak dan karya yang akhirnya bisa bermanfaat bagi kita semua,” tegas Hasto dalam jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Senin (7/9/2026).
Hasto menambahkan bahwa kelancaran seluruh rangkaian acara ini mutlak membutuhkan sinergi. Oleh karena itu, Pemkot Yogyakarta secara aktif berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis, mulai dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), perbankan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Ketua Panitia Perayaan HUT ke-270 Kota Jogja, Kadri Renggono, merinci dukungan riil dari sektor swasta. Ia memastikan sektor perhotelan akan memanjakan pengunjung lewat potongan harga khusus hingga paket bundling event.
“Termasuk pada tanggal 7 Oktober, seluruh hotel anggota PHRI diinstruksikan untuk menyediakan menu sarapan paginya dengan masakan khas Jogja,” ujar Kadri.
Sementara itu dari lini transportasi, Manager Angkutan Penumpang PT KAI Daop 6 Jogja, Anan Hadriyanta, turut memaparkan komitmen lembaganya. KAI tengah menyiapkan mini event di sisi timur Stasiun Tugu pada 21-22 Oktober. Acara ini merupakan hasil konsolidasi dengan holding BUMN dan UMKM.
“Rencana kami akan tampilkan juga pertunjukan wayang di timur Stasiun Jogja hasil kolaborasi dengan Puro Pakualaman. Selain itu, insyaallah kita juga sedang memproses izin ke pusat untuk memberikan diskon tiket kereta, khususnya bagi penumpang rombongan,” pungkas Anan.
Sebelum memasuki bulan Oktober, rangkaian pemanasan yang disebut ‘Road to HUT’ faktanya telah dieksekusi sejak awal September. Berbagai kegiatan seperti Jogja Coffee Week, Festival Kebudayaan Yogyakarta, Karnaval Pelajar, hingga tradisi bersih kali perlahan mulai menghangatkan suasana kota.
Seluruh rangkaian panjang ini mengindikasikan bahwa perayaan HUT ke-270 bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah orkestrasi pergerakan ekonomi yang dikawal oleh nilai-nilai budaya.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Jogja Book Fair 2026 x Pameran Arsip Keistimewaan Bukan Sekadar Ajang Jual-Beli, Tapi Akses Masyarakat ke Sumber Pengetahuan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan