ADVERTISEMENT

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Kereta Api (KA) Eksekutif sering dijuluki “anak emas” oleh KAI karena fasilitasnya yang mewah. Tak hanya itu, kecepatan dan kenyamanannya tak usah dipertanyakan, sebab layanan premiumnya setara dengan fasilitas pesawat. Namun, bukannya puas karena sudah membayar mahal, beberapa penumpang justru kecewa saat melakukan perjalanan dari Jogja ke Jakarta.

***

Panji Putranto mengaku lebih suka KA eksekutif generasi pertama yang menggunakan kursi Mild Steel berwarna biru terang dibanding KA Stainless Steel New Generation seperti Taksaka. Sebagai informasi, KAI punya 4 jenis kereta eksekutif. 

Pertama, Mild Steel (baja ringan atau baja karbon rendah) yang sudah digunakan sejak era 1990-an hingga 2000-an. Ia punya kaca jendela yang lebar dan panjang, serta tirai yang terbuat dari kain. Misalnya, KA Singasari, Brantas, Dharmawangsa, hingga Ciremai.

Kedua, jenis New Image yang sudah ada sejak tahun 2016. Ciri khasnya ialah jendela yang saling tersambung, tapi masih menggunakan body mild steel. Misalnya, KA Argo Merbabu, Purwojoyo, Cakra Buana, hingga Gunung Jati. 

Kereta generasi ketiga adalah Stainless Steel yang diluncurkan pada tahun 2018. Bodi luarnya mengkilap khas logam tanpa cat, serta menggunakan pintu geser elektrik, dan interior modern. Misalnya, KA Argo Wilis, Papandayan, hingga Manahan.

Keempat, KA Stainless Steel (SS) New Generation yang sudah beroperasi sejak tahun 2023. Cirinya tidak jauh berbeda dengan kereta eksekutif generasi ketiga, hanya saja kursinya bisa diatur sesuai kemiringan (reclining) dan diputar (revolving). Misalnya, KA Argo Bromo Anggrek, Jayabaya, Gaya Baru Malam Selatan, hingga Taksaka.

Dari keempat jenis kereta di atas, Panji sebenarnya tak masalah mau pakai yang mana asal kursinya tetap yang generasi pertama. Masalahnya, ia sudah membayar lebih untuk KA Stainless Steel New Generation seperti Taksaka tapi berujung kecewa.

Kekecewaan nyata pengguna KA Eksekutif

Pemuda dari Jakarta yang kerja di Jogja itu rela merogoh kocek sekitar Rp1,2 juta lebih untuk naik KA Taksaka dengan harapan bisa menikmati fasilitas yang nyaman dari KA. Namun, setelah duduk selama 6 jam di dalam kereta, Panji merasa rindu dengan kursi eksekutif lama.

“Mulanya, perjalanan dari Jakarta ke Jogja aku dapat kursi yang biru terang. Pinggang dan kepala kesangga. Aman, nyaman, sentosa lah pokoknya,” kata Panji saat dikonfirmasi Mojok, Kamis (26/3/2026).

“Tapi pas balik dari Jakarta ke Jogja pakai rangkaian Stainless Steel New Generation (KA Taksaka), aku malah dapat kursi abu-abu. Alamat boyoken (sakit pinggang) sampai Jakarta,” lanjutnya.

Baca Halaman Selanjutnya

Pesan cinta untuk KAI

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Exit mobile version