ADVERTISEMENT

Otak dan Otot Kerja Tanpa Henti, Sistem 3×15 MilkLife Superliga Junior 2026 Jadi Ujian Mental Sesungguhnya Para Atlet Muda

Otak dan Otot Kerja Tanpa Henti, Sistem 3x15 MilkLife Superliga Junior 2026 Jadi Ujian Mental Sesungguhnya Para Atlet Muda.MOJOK.CO

Penerapan aturan scoring 3×15 membuat kompetisi MilkLife Superliga Junior 2026 terasa lebih intens dan melelahkan. Ia jadi arena menempa fisik dan mental para atlet muda.

***

ADVERTISEMENT

Jerseinya masih basah oleh peluh keringat. Napasnya pun masih terengah-engah. Namun, kebahagiaan tak mampu disembunyikan Muhammad Alamsyah. 

Pemain asal PB Champions Klaten ini baru saja memenangkan pertandingan melawan Fadil Surya Atmaja dari PB Suryanaga Surabaya, dua set langsung dengan skor 15-11 dan 15-12.

Hasil ini mampu memupuk asa klub mitra PB Djarum asal Klaten tersebut. Pasalnya, dua tunggal putra sebelumnya harus kandas, sehingga PB Champions Klaten tertinggal 0-2. 

Kemenangan Alamsyah berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 sekaligus memupuk harapan tim untuk lolos ke babak semifinal.

MilkLife Superliga Junior, kompetisi usia muda dengan atmosfer yang intens

Ketegangan di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2026) sore itu bukan hanya dirasakan Alamsyah seorang. Atmosfer serupa merata di hampir semua lapangan. 

MilkLife Superliga Junior 2026, yang berlangsung sejak 2 hingga 8 November 2026, memang menyajikan panggung kompetisi dengan intensitas tinggi. Ajang ini tidak hanya mempertemukan talenta lokal, tetapi juga menjadi arena uji kemampuan bersama atlet lintas negara.

Sebanyak 707 pebulu tangkis dari delapan negara ambil bagian dalam turnamen yang diselenggarakan oleh kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini.

Mereka mewakili Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, China, Taiwan, Polandia, dan Amerika Serikat. 

ADVERTISEMENT

Kompetisi ini menggunakan format beregu yang mengadopsi sistem Piala Thomas dan Piala Uber, terbagi ke dalam kelompok umur U-13, U-15, U-17, dan U-19.

Kehadiran tim-tim asing mempertegas standard kompetisi. Para pemain muda Indonesia harus berhadapan dengan delegasi dari Bukit Jalil Sports School (Malaysia), C.Y. Foundation Badminton (Taiwan), Singapore Badminton Academy, Henan Province China, Global Badminton Academy (Amerika Serikat), hingga Polish Team (Polandia). 

Bagi atlet yang masih berada di usia pembinaan, format beregu ini sudah memberikan tantangan tersendiri, mengingat mereka turut memikul nasib rekan satu timnya di lapangan.

Target poin lebih sedikit, tapi lebih ngos-ngosan

Namun, tantangan sesungguhnya dalam MilkLife Superliga Junior tahun ini datang dari sistem perolehan angka. Berbeda dengan kebiasaan turnamen internasional yang menggunakan sistem skor 3×21 poin, kompetisi ini mulai menerapkan format pertandingan 3×15 poin.

Direktur Superliga, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa penerapan sistem poin yang lebih pendek ini merupakan bentuk penyesuaian awal terhadap rencana regulasi baru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

“Kali ini kami menggunakan sistem skor 15 menyesuaikan peraturan BWF yang mulai tahun depan sudah akan diterapkan di semua kategori. Di sinilah ajang mereka untuk mulai berlatih untuk menyesuaikan diri,” tutur Budiharto.

Format 15 poin inilah yang membuat Alamsyah ngos-ngosan seusai pertandingan. Meskipun target poin yang harus dicapai lebih sedikit, ritme pertandingan di lapangan justru melonjak tajam.

“Kalau main format lama (21 poin) itu masih ada waktu buat jeda. Sekarang harus main cepat, tidak ada waktu bersantai,” kata Alamsyah saat ditemui seusai laga.

Superliga Junior.MOJOK.CO
Alamsyah mengaku sempat melakukan kesalahan-kesalahan kecil di awal lagu. Beruntung, lawannya juga melakukan kesalahan yang sama sehingga ia berhasil memenangkan laga. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Tak ada ruang buat kesalahan sekecil apapun

Dalam sistem yang lebih singkat ini, kesalahan sekecil apapun harus diminimalisir. Pemain seolah tidak diberi ruang leluasa untuk melakukan unforced error. Sekali kehilangan fokus, momentum pertandingan bisa dengan cepat berbalik tanpa ada cukup waktu untuk mengejarnya.

Alamsyah menceritakan langsung pengalamannya. “Tadi di set pertama saya bikin beberapa kali kesalahan. Beberapa kali netting tidak sampai.Untungnya lawan juga melakukan error,” katanya. 

Ketegangan itu mulai teratasi setelah ia mendengar arahan dari pinggir lapangan. “Pelatih menyuruh buat lebih fokus. Akhirnya bisa menang.”

Bagi pemain remaja tersebut, adaptasi pada sistem ini menuntut lebih dari sekadar modal fisik yang prima. Otak dan konsentrasi taktis dipaksa bekerja sinkron sejak servis pertama dilepaskan.

Peluang comeback kecil, harus ngegas sejak awal

Pelatih Tim Putra U-13 PB Champions Klaten, Pandu Dewantoro, membenarkan hal tersebut. Dari kacamata pelatih, format ini memberikan ujian mental tersendiri bagi para pemain muda. Karakteristik pemain yang lambat panas kini tidak lagi memiliki tempat aman dalam pertandingan.

“Dalam sistem 21 poin, start lambat masih bisa ditoleransi. Sementara karena sekarang hanya perlu mengejar 15 poin, pemain dituntut ngegas sejak awal. Sekarang kuncinya harus start cepat, memimpin di awal-awal laga itu menjadi kunci,” papar Pandu di sela-sela turnamen.

Jarak poin yang memendek membuat selisih tiga angka menjadi barang mewah bagi pemain yang unggul, sekaligus berubah menjadi beban mental berat bagi tim yang sedang tertinggal.

“Dulu, tertinggal tiga poin mungkin masih bisa santai. Peluang comeback masih ada. Sedangkan sekarang, tertinggal tiga poin pasti bikin mental langsung down,” kata Pandu.

Superliga Junior 2026.MOJOK.CO
Potret Pandu memberi instruksi kepada Alamsyah di jeda laga. Ia menjelaskan, fokus dalam latihan anak asuhnya ada di aspek speed dan strength. Pemain diforsir secara khusus agar mereka siap menekan lawan begitu masuk ke lapangan. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Menyadari margin kompetisi yang sangat tipis, PB Champions Klaten mengambil langkah antisipatif dengan mengadopsi pendekatan sport science jelang turnamen. Fokus latihan dialihkan pada kesiapan fisik yang instan. 

Kecepatan (speed) dan kekuatan (strength) pemain diforsir secara khusus agar mereka siap menekan lawan begitu masuk ke lapangan. Bagi Pandu, menguasai permainan di menit-menit awal adalah penentu akhir sebuah pertandingan.

“Kuncinya panas sejak awal. Kalau start-nya sudah panas, ke depannya bakal lebih mudah. Tapi kalau di awal sudah tertinggal, itu sudah susah,” tegasnya.

Di pinggir lapangan, peran pelatih juga dituntut lebih intens. Mereka harus jeli memanfaatkan waktu interval yang sempit untuk terus memberikan dukungan moril dan memastikan mental pemain tidak jatuh saat kehilangan angka beruntun.

MilkLife Superliga Junior, ujian menempa mental atlet muda

Meskipun diakui sangat memeras fisik dan konsentrasi pemainnya, Pandu tetap mengapresiasi penerapan aturan baru ini. 

Uji coba yang dilakukan lebih awal di MilkLife Superliga Junior 2026 dinilai sebagai langkah yang strategis. 

Ketika BWF benar-benar meresmikan regulasi tersebut secara global tahun depan, para pemain muda Indonesia sudah memiliki bekal pengalaman sehingga mereka tidak kaget menghadapi ritme permainan yang serba cepat.

Tim Putra U-13 PB Champions Klaten sendiri harus mengakhiri perjalanan mereka setelah di pertandingan keempat, pasangan ganda putra mereka Falcao Nemanja Inrasta dan Farmas Rozan Iraqee harus mengakui ketangguhan Fadil Surya Atmaja dan M Arfando Azka Rachmawan.

Dengan hasil ini, Tim Putra U-13 PB Suryanaga Surabaya berhak melaju ke semifinal dengan keunggulan 3-1. Kendati demikian, Pandu menilai apapun hasilnya, ia dan timnya telah belajar dari pengalaman bahwa dalam kompetisi seintens ini, kesalahan sekecil apapun harus dihindari.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Mentalitas di Audisi Umum PB Djarum 2026: Gagal Berkali-kali Justru Jadi Alasan Terus Menempa Diri atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 7 November 2026 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.