Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Eksplor

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Juli 2026
A A
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Ilustrasi - Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di balik kemeriahan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan, ada kisah penuh lika-liku dari guru SLB yang berjuang meredam amukan dan melatih kemandirian anak penyandang autisme.

***

Iklan

Keriuhan di Ibarbo Park, sebuah taman wisata yang ramai di Jalan Magelang-Jogja, mendadak pecah oleh suara teriakan marah. Seorang pengunjung meradang saat ponsel pintar miliknya tiba-tiba diserobot paksa oleh seorang anak laki-laki. 

Situasi memanas. Pengunjung itu mengomel panjang lebar, menuntut penjelasan atas kelakuan yang dianggapnya sangat tidak sopan.

Di tengah ketegangan itu, seorang pria dewasa melangkah maju dengan tenang. Ia adalah Abdu Somad. 

Dengan nada bicara yang datar dan penuh kehati-hatian, Somad meminta maaf dan menjelaskan bahwa anak tersebut menyandang autisme. 

Anak-anak dengan kondisi ini memang kerap mengalami tantrum, sehingga bisa melakukan hal-hal di luar dugaan, termasuk merebut barang orang lain secara tiba-tiba. 

Somad pun meminta maklum. Berkat penjelasannya, situasi akhirnya mereda, meski Somad sadar betul gurat kekesalan masih tersisa jelas di wajah pengunjung tadi.

23 tahun melatih kemadirian siswa autis

Insiden penyerobotan ponsel, beberapa bulan lalu itu, hanyalah rutinitas biasa bagi Somad. Pria asal Banyuwangi ini adalah salah satu guru di SLB Fredofios, sebuah Sekolah Luar Biasa yang beralamat di Condongcatur, Kabupaten Sleman. 

Dedikasinya tidak main-main. Somad sudah menghabiskan waktu selama 23 tahun mengajar di sana, terhitung sejak sekolah tersebut pertama kali dibuka.

“Saya ini prasasti sekolahnya, Mas,” ujar Somad diikuti tawa, saya mengobrol dengan Mojok, Rabu (22/7/2026).

SLB Fredofios sendiri secara khusus memusatkan pendidikannya untuk anak-anak penyandang autisme. Mereka menangani siswa dengan rentang usia yang cukup menantang, yakni 10 hingga 23 tahun. Di sekolah ini, program pembelajarannya dirancang khusus, bertumpu pada terapi perilaku, pelatihan motorik seperti membatik, hingga kelas kesenian.

abdu somad, guru siswa autis.MOJOK.CO
Potret Abdu Somad saat menghadiri acara perayaan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan, Rabu (22/7/2026). Somad sudah menghabiskan waktu selama 23 tahun mengajar di sana, terhitung sejak sekolah tersebut pertama kali dibuka. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Berhadapan dengan anak penyandang autisme membutuhkan pemahaman yang melampaui standard kesabaran biasa. Somad menjelaskan, autisme pada dasarnya adalah kondisi di mana sistem saraf di otak terbentuk dengan cara yang berbeda. 

Kondisi ini hadir dalam spektrum yang sangat luas. Misalnya, ada siswa yang sama sekali tidak bisa berbicara secara verbal, tapi memiliki fokus dan motorik luar biasa.

Iklan

Di sisi lain, ada yang kemampuan kognitifnya sangat baik, tapi sangat kesulitan saat dihadapkan pada interaksi sosial.

“Kalau di sekolah kami, kebanyakan mereka yang secara motorik itu bagus, tapi secara kognitif kurang,” jelasnya.

“Kami yang dibully siswa. Kena KDRT terus”

Sementara ledakan emosi alias tantrum, yang sering mereka alami, sebenarnya dipicu oleh kelebihan beban sensorik di otak mereka. Menurut Somad, suara bising di tempat umum yang biasa saja bagi orang kebanyakan, bisa terasa amat menyiksa telinga penyandang autisme.

Ketidakmampuan menyampaikan keinginan secara verbal membuat mereka bertindak impulsif, seperti merebut makanan atau barang orang lain karena tertarik pada tekstur atau bentuk visualnya.

siswa autis.MOJOK.CO
Potret siswa autis SLB Fredofios di perayaan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan, Rabu (22/7/2026). Menurut Somad, suara bising di tempat umum yang biasa saja bagi orang kebanyakan, bisa terasa amat menyiksa telinga penyandang autisme. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Saat ditegur secara keras, insting pertahanan diri mereka merespons dengan kemarahan, bahkan pukulan fisik. Mengingat usia siswanya ada yang mencapai 20-an tahun, tenaga amukan mereka jelas setara dengan orang dewasa. 

Somad sudah maklum dengan situasi ini. 

“Kalau sama anak-anak, guyonannya itu, ya ibaratnya kita ini dibully mereka tiap hari. Tiap hari kena KDRT,” ujarnya seraya tertawa ringan.

Melatih siswa autis dengan outing class

Menyadari rentannya anak-anak ini saat berada di ruang publik, SLB Fredofios menerapkan program outing class secara rutin sebulan sekali. Ibarat memindahkan sekolah ke luar kelas, program ini bertujuan melatih anak-anak berinteraksi langsung dengan dunia nyata.

Perjalanan program ini bukannya tanpa kendala. Pada masa-masa awal, pihak sekolah hanya berani membawa empat orang siswa. Itu pun harus dikawal ketat oleh delapan guru pendamping. 

Yang dipelajari pun sangat sederhana: tata cara naik bus TransJogja dari Halte UPN, turun di Halte Terminal Condongcatur, lalu langsung kembali lagi.

“Itu pun awal-awal, Mas, kami dua orang memegangi satu anak. Takut mengamuk di dalam bus,” jelasnya.

siswa autis.MOJOK.CO
Potret siswa autis dari SLB Fredofios yang mengikuti perayaan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan, Rabu (22/7/2026). (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya regulasi emosi para siswa, keberanian sekolah turut bertambah. Saat ini, Somad dan rekan-rekannya sanggup membawa hingga 18 siswa untuk outing class dengan pengawalan hanya empat guru pendamping. 

Mereka pun mulai berani menembus kawasan wisata yang ramai dan penuh pemicu sensorik, seperti Ibarbo tadi. Kejadian-kejadian lucu, canggung, hingga merepotkan sudah pasti terjadi. 

Namun, bagi Somad, insiden semacam itu adalah bagian tak terpisahkan dari lika-liku melatih kemandirian siswanya.

Komitmen InJourney di Hari Anak Nasional

Perjuangan panjang memupuk kemandirian inilah yang akhirnya membawa Somad dan murid-muridnya berdiri di pelataran Candi Prambanan pada Rabu (22/7/2026). 

Hari ini, Lapangan Garuda dipenuhi ingar-bingar perayaan Hari Anak Nasional yang digelar oleh InJourney Community Care. Acara megah tersebut mengusung tema “Wujudkan Mimpi Lestarikan Indonesia”.

Di atas panggung acara, salah satu siswa SLB Fredofios bernama Muhammad Harun Arrofiq maju ke depan. Secara simbolik, ia menerima bantuan peralatan sekolah. Momen ini menjadi jembatan antara realitas sunyi di sekolah luar biasa dan gegap gempita perayaan di ruang publik.

siswa autis SLB Fredofios.MOJOK.CO
salah satu siswa autis SLB Fredofios bernama Muhammad Harun Arrofiq maju ke depan. Secara simbolik, ia menerima bantuan peralatan sekolah. Momen ini menjadi jembatan antara realitas sunyi di sekolah luar biasa dan gegap gempita perayaan di ruang publik. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharasa, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi penuh. Baginya, mengenalkan nilai sejarah dan budaya Candi Prambanan harus dilakukan sejak usia dini. Hari Anak Nasional pun menjadi momentum yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi sekarang.

Pesan senada diutarakan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney, Joel Siahaan. Ia menegaskan bahwa Candi Prambanan lebih dari sekadar tumpukan batu bersejarah. Menurutnya, candi ini membawa pesan peradaban yang harus diwariskan ke generasi mendatang. 

“Oleh karena itu, InJourney berkomitmen untuk terus menjadikan kawasan candi sebagai ruang kumpul dan bertukar pikiran yang terbuka. Dan yang paling penting, ruang tersebut harus memastikan tersedianya sisi inklusivitas bagi siapa saja,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2026 oleh

Tags: anak autisanak berkebutuhan khususautisautismecandi prambananCara menghadapi anak autisGuru SLBGuru SLB Fredofioshari anak nasionalInJourney Community CarePendidikan inklusif disabilitasSLB Fredofiostantrumtantrum anak autis
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO
Esai

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Liburan bareng keluarga di Candi Prambanan, Yogyakarta. MOJOK.CO
Eksplor

Liburan Sekolah Bareng Keluarga di Candi Prambanan Terasa Beda Sekaligus Lega, Banyak Kegiatan Menarik yang Nggak Bikin Dompet Boncos

1 Juli 2026
Sunflower Angel di Candi Prambanan saat pagi. MOJOK.CO
Hiburan

Simbol Perjalanan Cinta Sepasang Kekasih asal Jakarta-Jogja dalam Karya Seni “Sunflower Angel” di Candi Prambanan

11 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.