Prestasi seorang murid seharusnya tidak berhenti hanya sebagai capaian semata, tetapi menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan pengembangan talenta secara berkelanjutan.
***
Ketika seorang murid mengikuti sebuah kompetisi atau perlombaan, berdiri di podium juara menjadi capaian yang diincar. Jika posisi itu berhasil diraih, perasaan bangga tentu saja tidak hanya dirasakan oleh si murid sendiri. Orang tua, guru, hingga teman-teman pun turut merasakan kepuasan.
Namun, perlu dipahami bahwa berdiri di podium (mengangkat trofi atau berkalung medali “sang pemenang”) sejatinya bukanlah garis akhir. Prestasi seharusnya justru menjadi pintu masuk menuju perjalanan berikutnya yang lebih esensial: bagaimana seorang murid bisa berkembang dan melangkah lebih jauh.
Gagasan itulah yang sedang dibangun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui pengelolaan talenta murid.
Apresiasi kepada murid berprestasi krusial, tapi tidak berhenti di situ
Meski podium juara bukan garis akhir, ketika ada seorang murid berprestasi bukan berarti tidak layak mendapat apresiasi. Apresiasi bagi murid berprestasi tetaplah merupakan bagian penting dalam implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid.
Hanya saja, Kemendikdasmen menempatkan apresiasi kepada murid berprestasi tidak sebatas pada pemberian hadiah setelah kompetisi selesai. Namun, menjadi salah satu tahapan dalam manajemen talenta setelah identifikasi, pengembangan, dan aktualisasi.
Dengan cara pandang semacam itu, seorang juara Olimpiade Sains Nasional (OSN), misalnya, tidak berhenti sebagai murid yang pulang membawa medali. Ia diharapkan memperoleh kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan, mengikuti kompetisi yang lebih tinggi, bahkan melanjutkan pendidikan dengan dukungan yang memadai.

Jangan lihat apresiasi hanya pada sisi hadiahnya saja
Kemendikdasmen merasa cara pandang itu perlu dipahami juga oleh masyarakat secara luas. Sebab, ketika pemerintah berbicara tentang apresiasi, hal pertama yang sering kali ditanyakan masyarakat adalah: berapa hadiahnya?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memang menegaskan bahwa Kemendikdasmen sedang mencari skema agar sumber pembiayaan apresiasi bisa diperluas, sehingga nilai hadiah dapat ditingkatkan. Namun, lebih dari itu, ia menyebut pihaknya juga tengah memikirkan bagaimana agar murid berprestasi tidak hanya mendapatkan penghargaan sesaat, tetapi juga memperoleh jalan untuk terus berkembang.
“Kami terus berusaha mendukung dan mengapresiasi prestasi anak bangsa. Mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar. Kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
“Tapi masyarakat juga jangan melihat suatu penghargaan hanya dari sisi hadiahnya, karena mereka yang juara juga akan mendapat dukungan pengembangan talenta berkelanjutan,” sambungnya, menegaskan bagian yang tidak kalah penting dari nominal hadiah.

Dari podium nasional ke panggung internasional
Komitmen pengelolaan talenta dari para murid berprestasi tersebut diperlihatkan dengan aktifnya Kemendikdasmen melakukan pembinaan serta mengirim murid berprestasi ke ajang internasional.
Pada 2026, sebanyak 420 juara ajang talenta nasional mendapatkan pembinaan bersama mitra sebagai persiapan mengikuti kompetisi internasional. Dari jumlah tersebut, 79 murid kemudian dikirim sebagai delegasi Indonesia ke berbagai ajang internasional.
Hasilnya membanggakan. Para delegasi Indonesia yang telah berkompetisi berhasil membawa pulang 47 penghargaan internasional. Terdiri dari tujuh medali emas, 17 perak, 23 perunggu, dan 5 honorable mention.
Di situlah pembinaan talenta menjadi sangat esensial daripada sekadar membicarakan nominal penghargaan. Mereka, para delegasi itu, sebelumnya hanya berdiri di podium tingkat nasional. Akan tetapi, proses pembinaan kemudian membuka jalan mereka ke panggung yang lebih besar.

Dukungan beasiswa pendidikan S1/D4 untuk berkembang dan melangkah lebih jauh
Sementara itu, Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, pun turut menekankan komitmen Puspresnas yang akan secara berkelanjutan membina talenta berprestasi agar memperoleh kesempatan untuk mengikuti ajang internasional.
“Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan lebih luas lagi,” ucap Irene.
Melalui Beasiswa Talenta Indonesia, hasil kolaborasi Puspresnas dan LPDP, para talenta berprestasi mendapatkan kesempatan memperoleh pendanaan pendidikan S1/D4, baik di dalam maupun luar negeri.
Pada tahun ini, sebanyak 174 calon penerima beasiswa S1 telah diumumkan. Sebanyak 171 di antaranya merupakan calon penerima beasiswa dalam negeri, sementara 3 lainnya untuk pendidikan di luar negeri. Mereka berasal dari para pemenang ajang yang difasilitasi Puspresnas, termasuk OSN.
Di titik ini, terlihat bahwa OSN dan kompetisi talenta lainnya tidak semata-mata soal siapa yang membawa pulang medali atau hadiah paling banyak.“OSN bukan semata-mata tentang medali atau menjadi juara. Proses mengikuti kompetisi menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, sportivitas, daya juang, dan mental sebagai generasi unggul Indonesia,” tuturnya.
Senyampang itu, Kemendikdasmen berkomitmen memastikan setiap murid memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui proses yang adil, transparan, dan berintegritas. Pembinaan talenta diarahkan agar prestasi yang diraih hari ini dapat membuka kesempatan pengembangan diri dan pendidikan pada jenjang berikutnya.
“Kami mengapresiasi perhatian dan masukan yang disampaikan masyarakat. Partisipasi publik merupakan bagian penting dalam upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan ajang talenta yang berpihak pada murid, sejalan dengan semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua,” pungkas Irene.***(Adv)
BACA JUGA: Kisah Anak Penjual Soto yang Bisa Kuliah Gratis di UGM, Modal Berbakti pada Orang Tua dan Punya Segudang Prestasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan