Gara-gara Slot, Suasana di Desa Tak Sehangat Dulu Lagi: dari Ronda Malam sampai Tahlilan, Tak Pernah Absen Main Judol Jahanam

judi online, judol, slot, judi.MOJOK.CO

Alhasil, Pujantoko pun menyerah. Ia pun mulai permisif dengan perilaku pemuda desa yang doyan judol. Dengan catatan: tahu tempat dan tahu waktu.

“Maksudnya kalau lagi kumpulan pemuda, mbok ditahan dulu ngeslotnya. Atau kalau lagi kerja bakti, fokus kerja dulu, ngeslotnya nanti.”

Namun, apa daya, budaya slot sudah telanjur menjadi candu. Pemuda desa yang memainkan gawai dengan muka cemas, diikuti suara spin yang khas, terjadi di mana-mana. Di pos ronda, masjid, kebun, bahkan pabrik.

“Karang Taruna isinya pecandu slot,” ujarnya. “Kemarin, di acara tahlil; di dalam rumah orang-orang melantunkan ayat suci, sementara yang di luar pada sibuk ngeslot.”

Apa yang sebenarnya mereka buru?

Baik saya maupun Pujantoko sama-sama heran dan tak menemukan jawaban soal pertanyaan: “apa yang sebenarnya mereka buru?”. Sebab, jika dijawab: “memburu kemenangan”, sudah jelas itu omon-omon saja.

“Yang mati gantung diri, ada. Malah dua orang. Apa karena slot? Ya nggak tahu, tapi yang pasti dia abis kalah slot,” jelasnya.

“Yang cerai gara-gara banyak utang, juga ada. Sampai jual tanah, jual motor, sampai nggak ada yang tersisa. Lebih banyak contoh orang yang kalah daripada menang, cuma herannya masih saja diikuti,” imbuh sang kepala desa.

Saya pun sebagai orang yang lahir dan besar di desa kecil di Wonogiri ini, seolah sudah kehilangan semuanya. Kehangatan warganya, keceriaan anak-anak kecil, maupun kekompakan pemudanya. 

Sebab, selama seminggu saya habiskan waktu libur lebaran di rumah, tak ada cerita lain yang bisa saya potret selain pemuda-pemuda yang sibuk ngeslot. Di manapun dan kapanpun, umpatan-umpatan karena kekalahan juga lebih sering saya dengar ketimbang tawa.

Pada akhirnya, saya tersadar kalau judi online bernama slot ini memang tak pandang bulu dalam mencari korban. Namun, masyarakat desa dengan perekonomian yang rentan adalah mangsa empuk.

Mengutip kata Pujantoko, kepala desa yang mengutuk keras budaya ngeslot ini: “terkutuklah pejabat-pejabat yang makin kaya karena uang haram judi, sementara orang-orang di desa makin miskin dibuatnya.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Selamat Datang, Post-Truth: Era di Mana Influencer Problematik Promotor Judol Lebih Dipercaya Ketimbang Ahlinya Ahli atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2025 oleh

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Exit mobile version