Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

3 Rahasia yang Buat Warung Madura Nekat Jualan di Dekat Indomaret dan Alfamart dengan Harga Tak Lebih Murah

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 April 2024
A A
warung madura berani mepet indomaret dan alfamart.MOJOK.CO

Ilustrasi warung Madura (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Harga tidak selalu lebih murah tapi jam buka jadi andalan

Selain di Jalan Perumnas, saya pernah berbincang cukup lama dengan Nur Faiz (38). Seorang pemilik warung Madura di Sorowajan, Bantul yang kiosnya berjarak hanya sekitar 30 meter dari sebuah gerai Indomaret.

Kami duduk berdua di emperan warung pada Selasa (5/7/2022) silam. Waktu sudah lewat pukul sepuluh malam, namun suasana toko malah makin ramai. Hal ini membuat Faiz harus mondar-mandir. Melayani pembeli lalu kembali duduk dan berbincang dengan saya.

Iklan

Seperti di warung tempat Muhdiyin dan Ulfa, andalan Faiz juga bensin, rokok, dan minuman kemasan. Selain itu, ada hal lain yang membuatnya tak gentar berdekatan dengan Indomaret.

Secara harga, ia mengaku sulit untuk bisa menawarkan harga jauh di bawah toko-toko kompetitor. Namun ia percaya, dengan pelayanan yang baik dan jam buka sepanjang waktu, warungnya tetap bisa bertahan dengan mengambil ceruk yang tersisa.

Beruntungnya, Indomaret di dekat tempatnya juga tidak buka 24 jam. Sehingga, ketika malam, waktunya panen cuan bagi Faiz. Selain itu, ia memegang prinsip hidup yang sederhana sehingga tak terlalu mempersoalkan urusan persaingan bisnis.

“Kalau bagi saya, sederhana nggak papa. Saya merantau tidak untuk jadi kaya, yang penting bisa hidup, bertanggung jawab pada keluarga. Itu sudah jadi kebanggaan,” ujarnya tenang, lalu menyalakan sebatang rokok Sampoerna.

Kompak dan tidak saling sikut sesama warung Madura

Tak sekadar mengelola toko saja, ia juga dipasrahi tanggung jawab lain menjadi koordinator lapangan Paguyuban Pedagang Sembako Madura (PPSM) Yogyakarta. Seingat pria ini, ada 230-an pedagang kelontong Madura di Jogja yang tergabung di dalamnya. Di sana, ia bertugas mengatur ketertiban sesama pedagang kelontong Madura.

Salah satu tugas yang biasa ia laksanakan sebagai koordinator lapangan adalah mengatur jarak antar-warung. Ini yang sesekali menjadi persoalan antarsesama pedagang kelontong dari Madura di perantauan. Menurut Faiz, idealnya antar-warung berjarak 200-500 meter.

“Kalau ada yang terlalu dekat, biasanya kami tegur. Sesama perantau dari Madura nggak boleh saling sakit menyakiti. Kalau terlalu dekat kan nanti pasti ada perasaan saling saingan,” tegasnya.

Namun, prinsip itu hanya ia terapkan bagi sesama perantau Madura. Jika ada warga lokal hingga Indomaret dan Alfamart yang buka toko berdekatan dengan warung Madura, baginya tidak masalah. Solidaritas sesama perantau inilah yang kemudian jadi penguat di perantauan. Membuat mereka tak gentar, untuk sekadar berdiri di dekat Indomaret dan Alfamart.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Bisnis Palugada Toko Kelontong Madura

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 29 April 2024 oleh

Tags: AlfamartIndomaretMaduraminimarkettoko kelontongwarung madura
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO
Catatan

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO
Sehari-hari

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Latihan ala penjaga warung madura dalam mengoperasikan toko kelontong 24 jam non-stop. Lebih teruji dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) MOJOK.CO
Sehari-hari

Latihan Ala Penjaga Warung Madura Operasikan Toko 24 Jam: Memang Tak Seperti Latsarmil Koperasi Desa tapi Teruji

3 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lomba Agustusan di desa jadi toxic dan merusak moral anak muda gara-gara paparan kreator konten di media sosial MOJOK.CO

Lomba Agustusan di Desa Jadi Toxic dan “Merusak” Anak Muda karena Terpapar Konten Kreator, Tidak Seasyik Dulu

8 Agustus 2026
Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.