Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya (dok. Campus League)

Tim basket putri Ubaya berhasil menjuarai Campus League 2026 Regional Surabaya. Mentalitas tak kenal puas menjadi kunci kesuksesan.

***

Normalnya, ketika sebuah tim basket memenangkan pertandingan final dengan skor 95-28, ruang ganti akan penuh dengan sorak-sorai dan perayaan meriah. Menang dengan selisih 67 angka di partai puncak sebuah turnamen bergengsi bukanlah hal biasa.

Namun, pemandangan sedikit berbeda terlihat dari raut wajah para pemain dan pelatih Tim Putri Universitas Surabaya (Ubaya) setelah mereka memastikan gelar juara.

Pada partai final Campus League Basketball Regional Surabaya yang berlangsung di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (29/4/2026), Tim Putri Ubaya tampil begitu mendominasi. Mereka sukses melibas Universitas Ciputra Makassar (UCM) dan mengunci kepingan medali emas. 

Kemenangan ini sekaligus menggenapkan pesta kampus mereka. Pasalnya, pada hari yang sama, Tim Putra Ubaya juga sukses meraih juara usai mengandaskan perlawanan wakil Papua, Universitas Cendrawasih (Uncen), dengan skor akhir 84-48.

Kendati demikian, mereka mengaku tak boleh cepat puas dan harus segera berbenah.

Dominasi tanpa ampun sejak quarter awal

Sejak wasit meniup peluit dimulainya laga final putri, dominasi Ubaya memang mulai terlihat, meski di menit-menit awal UCM sempat memberikan perlawanan yang merepotkan. 

Namun, ketenangan menjadi senjata utama skuat asuhan pelatih Wellyanto Pribadi ini. Mereka sama sekali tidak terpancing gaya permainan lawan dan terus menjaga tempo agar sesuai dengan instruksi awal dari bangku cadangan.

Kunci keunggulan Ubaya di paruh pertama terletak pada transisi permainan yang teramat cepat serta pertahanan yang disiplin. Pemain UCM dibuat kesulitan hanya untuk sekadar menembus area pertahanan.

Masuk ke quarter kedua, mesin poin Ubaya justru makin panas. Mereka sangat efektif mendulang angka lewat fastbreak maupun memanfaatkan rebound. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan telak Ubaya di angka 44-14.

Tim basket putri ubaya.MOJOK.CO
Tim putri Ubaya mendominasi podium juara putri Campus League Basketball Regional Surabaya berkat penampilan impresif dan solid di semua lini hingga buzzer berbunyi. (dok. Campus League)

Jeda turun minum nyatanya tidak lantas membuat pemain Ubaya merasa puas dan bersantai. Di babak kedua, intensitas tekanan sama sekali tidak diturunkan. Rotasi pemain berjalan sangat lancar tanpa sedikit pun mengorbankan kualitas permainan tim secara utuh. 

Sistem pertahanan mereka bahkan terasa makin rapat. Buktinya, sepanjang quarter ketiga, UCM dibuat mati kutu dan hanya mampu mencetak empat poin tambahan.

Masuk quarter keempat, kendali laga sudah mutlak milik Ubaya. Walau jarak poin sudah terlampau jauh dan nyaris mustahil dikejar, disiplin pemain Ubaya tidak kendur hingga bel akhir berbunyi nyaring. Emas Campus League Basketball Regional Surabaya resmi pulang ke kampus Ubaya.

Ubaya tak kenal kata puas, segera berbenah untuk menatap The National

Namun, dengan kemenangan semulus itu, apa yang membuat mereka urung larut dalam euforia berlebihan? 

Jawabannya ada pada “ancaman” yang sudah menanti di depan mata.

Sang pelatih, Wellyanto Pribadi, justru memilih langsung menyoroti celah permainan yang dirasa belum maksimal. Ia menegaskan perlunya evaluasi mendalam ketimbang hanya merayakan margin poin yang besar pada hari itu.

“Memang kami menang, namun kalau melihat persentase efektivitas di pertandingan ini justru kami menurun,” ungkap Wellyanto jujur, seusai pertandingan, Rabu (29/4/2026).

Tim Putri Ubaya melibas Universitas Ciputra Makassar (UCM) pada babak final Campus League Basketball Regional Surabaya, dengan skor meyakinkan 95-28. (dok. Campus League)

Menurutnya, skor besar tidak menutupi fakta bahwa timnya masih membuang peluang tembakan yang seharusnya menjadi angka pasti. 

“Dari berapa kali percobaan, cuma berapa poin yang berhasil.”

Tuntutan pelatih perfeksionis ini sangat masuk akal. Usai menjuarai Regional Surabaya, tiket menuju babak The National sudah di tangan. Di fase krusial ini, musuh yang menanti jelas punya kaliber yang jauh lebih menakutkan.

“Sekarang fokus kita ke persaingan di Campus League National yang lawannya lebih berat, terutama dari Jakarta. Skill dan kualitasnya bagus-bagus, pemainnya juga tinggi-tinggi. Jadi kami perlu kerja lebih keras untuk di level nasional,” tegas sang pelatih.

Resep rahasia tim putri Ubaya: latihan melawan tim putra Ubaya

Mentalitas ini ternyata menular kuat kepada para pilar di lapangan. Shooting guard andalan Tim Putri Ubaya, Evelyn Fiyo, mengamini hal tersebut. Pemain yang berkalung medali emas SEA Games 2025 Filipina di nomor basket 3×3 ini punya pandangan yang sepenuhnya serupa.

Bagi Fiyo, euforia berlebihan tidak ada gunanya jika kualitas permainan dibiarkan jalan di tempat. Menyadari bahwa kompetisi yang sesungguhnya belum usai, ia mengajak rekan setimnya untuk kembali membumi dan fokus pada pemantapan taktik.

Menariknya, Fiyo juga mengungkap rahasia dapur kokohnya pertahanan Ubaya selama melakoni turnamen tingkat regional ini. Alih-alih berlatih biasa, mereka rupanya sengaja menyiksa diri dengan porsi tekanan yang lebih berat di sesi latihan.

“Untuk babak nasional, persiapannya cari lawan tanding yang lebih susah. Di dalam tim kami upayakan makin solid. Waktu sebelum main di regional ini pun, latihannya melawan tim putra, tujuannya untuk menguatkan defense,” beber Fiyo.

Tim putri Ubaya mendominasi podium juara putri Campus League Basketball Regional Surabaya berkat penampilan impresif dan solid di semua lini hingga buzzer berbunyi. (dok. Campus League)

Keputusan berlatih tanding melawan tim putra adalah strategi yang cerdas. Menahan kecepatan dan tenaga yang secara fisik lebih besar dari pemain putra membuat Tim Putri Ubaya terbiasa menghadapi tekanan kuat. Alhasil, saat kembali berhadapan dengan sesama tim putri, benteng pertahanan mereka terasa amat tangguh.

Ekosistem basket kembali bergairah setelah sempat lesu

Kompetisi regional ini sendiri terbilang sangat sukses dalam memompa kembali gairah olahraga di kalangan mahasiswa. CEO Campus League, Ryan Gozali, menilai bahwa turnamen ini berhasil menstimulasi ekosistem basket kampus yang memang sempat tertidur akibat kekosongan kompetisi dalam waktu yang cukup lama.

Antusiasme dari 16 tim putra dan 8 tim putri dari belasan perguruan tinggi menjadi bukti nyata atas kebangkitan gairah tersebut.

Kini, setelah semua tugas di Kota Pahlawan tuntas, Tim Putri Ubaya bersiap mengepak koper menuju Jakarta. Babak The National Campus League Basketball akan digulirkan pada 6 hingga 13 Juni 2026 mendatang.

Ubaya tentu tidak akan terbang ke Jakarta sendirian. Tim Putra mereka, yang didampingi oleh Tim Putri UCM dan Tim Putra Uncen selaku runner-up, juga akan melaju membawa nama baik ajang penyisihan regional ini di kancah nasional.

Di ibu kota nanti, mereka akan kembali beradu tangkas dengan deretan wakil kampus terbaik yang telah tersaring dari Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan tentu saja tim-tim unggulan tuan rumah Jakarta.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version