Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Tiga Partai Kompak Gugat KPU ke PN Jakpus

Kenia Intan oleh Kenia Intan
20 April 2023
A A
Tiga Partai Kompak Gugat KPU ke PN Jakpus.MOJOK.CO

Ilustrasi Tiga Partai Kompak Gugat KPU ke PN Jakpus. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tiga partai politik yang tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2024 menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Secara berturut-turut tiga parpol itu melayangkan gugatan ke ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). 

Di bulan April 2023 ini terdapat dua parpol yang melayangkan gugatan terhadap KPU ke PN Jakpus.  Partai Republik mendaftarkan gugatannya ke PN Jakpus pada Kamis (13/4/2023) lalu. Sebelumnya, ada Partai Berkarya yang melayangkan gugatan pada Selasa (4/4/2023). 

Iklan

Sebelum gugatan oleh dua parpol itu, gugatan Partai Berkarya, Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), terlebih dahulu menyita perhatian. Gugatan yang didaftarkan ke PN Jakpus pada 8 Desember 2022 itu berhasil dimenangkan. PN Jakpus menyatakan KPU bersalah. 

PRIMA

Parpol pertama yang menggugat KPU ke PN Jakpus adalah Partai PRIMA. Parpol ini berhasil memenangkan gugatan perdata sehingga KPU harus membayar denda sebesar Rp500 miliar. Selain itu, PRIMA meminta KPU juga menunda Pemilu 2024 selama 2 tahun 4 bulan dan 7 hari. 

Gugatan ini sempat ramai karena menimbulkan ancaman penundaan Pemilu 2024. Tidak tinggal diam, KPU mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Hasilnya, penundaan Pemilu 2024 dibatalkan dan PRIMA diizinkan kembali ikut verifikasi. Hanya saja, KPU mengumumkan bahwa PRIMA masih tidak memenuhi syarat keanggotaan parpol pada Minggu (16/4/2023). 

Apabila menilik kembali gugatan PRIMA terhadap KPU itu bukan kali yang pertama. Tercatat PRIMA sudah tiga kali menggugat KPU sebelumnya. Gugatan pertama diajukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait hasil verifikasi administrasi parpol peserta Pemilu 2024. Namun, Bawaslu menolak gugatan itu. 

Setelahnya Prima kembali menggugat KPU ke Pengadilan Tata Usaha Negara  (PTUN) pada 30 November 2022. Namun,  PTUN tidak berwenang menyelesaikan kasus ini. PRIMA kembali melayangkan gugatannya pada 26 Desember 2022 dan ditolak lagi. 

Partai Berkarya

Setelah PRIMA, Partai Berkarya ikut menggugat KPU ke PN Jakpus. Gugatan yang didaftarkan pada Selasa (4/4/2023) itu menyatakan KPU sudah melakukan perbuatan melawan hukum dalam pasal 1365 KUHP. 

Parpol ini menuntut KPU agar memasukkan partainya dalam daftar peserta Pemilu 2024. Mereka juga meminta adanya penundaan tahapan Pemilu 2024. Selain itu, Partai Berkarya meminta KPU untuk membayar ganti rugi total Rp245 miliar. 

Sidang yang semestinya digelar pada Senin (17/4/2023) itu diundur karena hakim menganggap adanya kekurangan dokumen dari pihak tergugat maupun penggugat. 

Partai Republik

Kasus gugatan terhadap KPU yang paling baru adalah dari Partai Republik. Mereka melayangkan gugatan KPU ke PN Jakpus pada Kamis (13/4/2023). Dalam gugatannya, mereka menganggap KPU dan Bawaslu tidak cermat, teliti, dan profesional saat melakukan verifikasi sehingga membuat Partai Republik tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2023.

Berbeda dengan PRIMA dan Partai Berkarya, Partai Republik tidak meminta penundaan pemilu. Mereka hanya meminta KPU memasukkan parpolnya sebagai peserta Pemilu 2024. Selain itu, parpol ini menuntut ganti rugi sebesar masing-masing Rp1,5 miliar ke KPU RI dan Bawaslu RI. Totalnya menjadi Rp3 miliar. 

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Alasan Artis Nggak Bisa Lagi Jadi Senjata Parpol Mendulang Suara dan tulisan menarik lainnya di Kanal Pemilu.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2023 oleh

Tags: partaiPartai PolitikpemiluPemilu 2024
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Feri Amsari: Partai Politik Adalah Masalah Terbesar Bagi Demokrasi Kita

Feri Amsari: Partai Politik Adalah Masalah Terbesar Bagi Demokrasi Kita

1 Juni 2025
Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP

Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP

20 Mei 2025
Presidential Threshold, MK.MOJOK.CO

Penghapusan Presidential Threshold adalah Langkah Maju Bagi Demokrasi

3 Januari 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan Klaten Tahun 2025. MOJOK.CO

Karnaval Klaten 2026: Belajar Jejak Sejarah Mataram Kuno dan Keistimewaan Tiap Wilayah

16 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
buku siswa sekolah.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Pergantian Buku Pelajaran sebagai Proyek Politik Tahunan 

10 Agustus 2026
ilustrasi - PSEL DIY di dekat TPA Piyungan. MOJOK.CO

Pemda DIY Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja Khususnya Warlok untuk Olah Sampah Jadi Energi Listrik di Dekat TPA Piyungan

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.