Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Oemah Petroek, Seniman Dukung Ganjar Nyapres

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
24 Agustus 2023
A A
patung bung karno mojok.co

Patung Bung Karno di Oemah Petroek (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Megawati meresmikan patung Bung Karno di Oemah Petroek. Para seniman yang hadir di acara tersebut turut mendukung Ganjar di helatan Pemilu 2024. 

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri bersama bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo meresmikan Patung Bung Karno di Oemah Petroek miliki budayawan Sindhunata di Sleman, Yogyakarta, Rabu (23/08/2023).

Sejumlah seniman dan tokoh seperti Butet Kartaredjasa, Sri Krishna Encik, Gabriel Possenti, Mohammad Sobary,  Benny Susetyo, Totok Hedi Santosa, dll, turut hadir. Mereka menemani Megawati dan Ganjar dalam peresmian patung karya Dunadi ini.

“Ayah saya itu bukan hanya politisi, beliau ya seniman, jadi waktu dari kecil lihat ada foto saya sudah diajari, kalau lihat tarian mau gak mau pasti goyang,”  papar Megawati.

Terinspirasi Oemah Petroek

Dunadi sang pematung mengungkapkan, pembuatan tokoh proklamasi tersebut terinspirasi keberadaan Oemah Petroek. Rumah milik Sindhunata itu memiliki perpustakaan yang berisi tentang buku-buku tentang Pancasila. Di kawasan yang penuh kesejukan itu pun tercipta dengan bangunan-bangunan yang sangat megah namun sekaligus penuh dengan toleransi.

“Ada tempat ibadah Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan berbagai aliran kepercayaan yang berdampingan,” jelasnya.

Menurut Dunadi, dia tergugah untuk membuat patung Bung Karno di Oemah Petroek karena selama ini dirinya sering membuat patung Soekarno. Patung Sang Proklamator tersebut bahkan beberapa kali diresmikan oleh Megawati. Oleh karena itu saat Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto memintanya membuat patung Bung Karno di Oemah Petroek, dirinya langsung setuju.

“Saya tergugah harus saya pasang patung Bung Karno di sini dengan maksud adanya pancasila,” kata Dunadi.

Dunadi menjelaskan, patung Bung Karno yang ia buat setinggi kurang lebih 6-7 meter. Patung Bung Karno mempunyai desai satu tangannya membawa buku dan satu tangan lainnya menunjuk bendera.

“Ini memberi petunjuk ke kita bahwa generasi muda harus menggali dan melestarikan [Pancasila],” tandasnya.

Halaman selanjutnya…

Seniman mendukung Ganjar

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2023 oleh

Tags: Bung Karnoganjar pranowoMegawati SoekarnoputriOemah PetroekPatung Bung KarnoPemilu 2024Soekarno
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Kisah Pak Jagus, Ilmuwan Tani Asal Klaten yang Sukses Mengembangkan Varietas Padi dan Tembakau
Video

Kisah Pak Jagus, Ilmuwan Tani Asal Klaten yang Sukses Mengembangkan Varietas Padi dan Tembakau

19 Januari 2025
Sejak Kapan Sosok Megawati Soekarnoputri Lahir Sebagai Seorang Politisi?
Video

Sejak Kapan Sosok Megawati Soekarnoputri Lahir Sebagai Seorang Politisi?

21 Desember 2024
Menyusuri Jejak Sejarah Bung Karno di Magelang MOJOK.CO
Kilas

Walking Tour Beri Aku Sepuluh Pemuda: Mengenalkan Sejarah dengan Cara Fun dan Happy

2 September 2024
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.