Kaesang Jadi Ketum PSI, Pengamat: Bukti Kalau PSI Rapuh

Kaesang Jadi Ketum PSI, Pengamat: Bukti Kalau PSI Rapuh MOJOK.CO

Pengamat politik menilai, PSI rapuh karena memilih Kaesang sebagai ketua umum. (Ilustrasi foto Instagram @PSI_id)

MOJOK.COPartai Solidaritas Indonesia (PSI) mengangkat putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi Ketua Umum. Ini menunjukkan bahwa PSI rapuh.

Hal tersebut dikemukakan pengamat politik UGM Arga Pribadi Imawan, Rabu (27/9/2023). Ia menyebut bahwa fenomena tersebut merupakan bukti dari rapuhnya parpol yang berdiri pada 2014 ini.

Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) UGM ini menilai, dengan Kaesang sebagai pemimpin partai meski baru dua hari bergabung, menunjukkan bahwa secara konstruksi parpol ini memang amat rapuh.

Dalam artian, ini memperlihatkan bahwa PSI memang tak memiliki kaderisasi dan regenerasi yang bagus dalam partainya.

“Artinya, PSI dipandang tak memiliki tokoh di internalnya yang bisa mengangkat partai, atau mengarahkan mereka kepada kemenangan di Pemilu 2024 mendatang,” kata Arga kepada Mojok. 

Bisa mengangkat elektabilitas PSI

Oleh karena tak adanya sosok kuat dalam internal partai, PSI pun memilih menarik “orang luar” sebagai ketumnya. Arga menilai, bisa jadi pertimbangannya karena Kaesang merupakan sosok yang punya modal kuat untuk mengangkat pamor partai tersebut. Baik itu secara ekonomi, sosial, bahkan politik.

“Sebagai seorang pengusaha muda, modal ekonominya cukup kuat. Belum lagi dia juga cukup populer di kalangan anak muda. Partai ini mengharapkan bahwa di masa depan itu bisa memberi manfaat bagi partai,” jelasnya.

Selain modal ekonomi dan sosial, posisinya sebagai putra Jokowi jelas bisa memberi manfaat elektoral bagi PSI. Seperti yang sudah diketahui, tingkat kepuasan publik pada kinerja presiden Jokowi cukup tinggi. Sehingga, banyak partai ramai-ramai mengejar efek ekor jasnya.

“Sebagai anak presiden, tentu jejaringnya sangat luas. Ia juga bisa menegosiasikan banyak kepentingan partai, yang tentu sangat menguntungkan bagi PSI,” pungkasnya.

Sebelumnya, dosen Komunikasi Politik UGM Nyarwi Ahmad juga telah mewanti-wanti parpol lain, terutama yang punya parliamentary threshold kecil, untuk berhati-hati dengan potensi PSI di bawah pimpinan Kaesang.

“Saya kira perlu hati-hati karena PSI kemungkinan menjadi kompetitor baru yang sangat potensial, di mana partai ini bisa mendapatkan, bukan hanya lolos parliamentary threshold, tetapi juga potensial mendapatkan kursi yang bisa cukup besar di parlemen,” jelasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA 5 Dampak Kaesang Jadi Ketum PSI, Ada yang Berefek ke Jokowi

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Exit mobile version