Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Cerita Perempuan Pembela HAM, Diserang Akun Bodong dan Buzzer

Kenia Intan oleh Kenia Intan
7 Maret 2023
A A
perempuan pembela ham

Ilustrasi perempuan pembela HAM yang rentan mengalami kekerasan di ranah online (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Siapa saja bisa mengalami Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), tidak terkecuali Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia (PPHAM). Jumlah kasusnya pun cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Komnas Perempuan mulai menerima laporan ancaman terhadap PPHAM melalui platform online sejak 2015. Berdasarkan pengamatan Komnas Perempuan, pelaporannya semakin intensif pada tahun-tahun berikutnya. Adapun yang dimaksud dengan perempuan pembela HAM antara lain merupakan para pendamping korban, baik pada isu perempuan maupun isu kekerasan terhadap perempuan, serta isu terkait lingkungan dan kemiskinan

Iklan

“Pengalaman kekerasan yang dihadapi semakin menegaskan bahwa ada risiko yang sangat khas bagi PPHAM karena gendernya dan juga isu pembelaan HAM perempuan yang dipilih,” ujar Ketua Komisioner Komnas Perempuan Periode 2020-2024, Andy Yentriyani seperti dikutip pada laporan riset SAFEnet yang dapat diunduh di laman “Awas KBGO!”.

Peningkatan kekerasan yang dialami perempuan pembela HAM secara daring ini sejalan dengan peningkatan kekerasan siber berbasis gender (KSBG) terhadap perempuan. Bahkan, pada 2020 pengaduan langsung kepada Komnas Perempuan, kasus KSBG atau lebih dikenal sebagai KBGO melonjak 235 persen. Dari 281 pada 2019 menjadi 942 kasus pada 2020. Melesatnya data tersebut tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jumlah pengguna media sosial di Indonesia.

Dalam laporan riset berjudul “kami jadi TARGET: Pengalaman Perempuan Pembela HAM menghadapi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)”, 11 narasumber perempuan menceritakan KBGO yang mereka alami di antaranya berbentuk: perusakan reputasi dan kredibilitas, ancaman, pelecehan, penggunaan prasangka, serta stigma dan pelabelan yang direkatkan dengan identitas subordinat perempuan dan seksualitas perempuan.

Beragam bentuk kekerasan itu tidak berdiri sendiri. Akan tetapi, dapat berlangsung dalam satu waktu ataupun berurutan secara sistematis. Ini dimaksudkan untuk menghadirkan kekuatan ancaman yang berlipat ganda terhadap dan bagi aktivis perempuan pembela HAM.

Diserang akun bodong dan buzzer

Salah satu kategori pelaku KBGO terhadap perempuan pembela HAM yang dapat dipetakan adalah buzzer dan akun bodong. Buzzer dalam konteks ini adalah buzzer politik atau pasukan siber (cyber troops). Pasukan siber adalah sekumpulan aktor pemerintahan atau partai politik yang bertugas memanipulasi opini politik publik secara online.

Sementara akun bodong adalah akun-akun yang dibuat beberapa saat sebelum melancarkan serangan. Ini bisa diidentifikasi dengan jumlah followers yang sedikit, bahkan nol. Jumlah tweet lebih banyak digunakan untuk trolling, menonjolkan anonimitas, bahkan menampilkan nama dan foto profil yang direkayasa atau dicuri.

Biasanya jenis trolling yang dilakukan akun bodong ini beragam, mulai dari permintaan open BO yang menanyakan seseorang membuka layanan berbayar untuk berhubungan seks, sampai ancaman pembunuhan. Akun-akun bodong itu menjadi pelaku sekunder dengan melakukan doxing melalui berbagai kanal media sosial.

Dalam laporan riset yang dipublikasikan pada Maret 2022 ini, salah seorang narasumber (W1) menceritakan bahwa dirinya sempat menerima foto penis melalui direct message di Instagram pribadinya. Kejadian itu pernah terjadi sebanyak dua kali. Ketika W1 mengecek akun yang mengirimkannya, akun tersebut adalah akun baru yang tidak ada pengikutnya.

“Kemungkinan pelaku kekerasan terhadap klien yang sedang ditangani saat itu,” jelas dia.

Di tengah pendampingan kasus kekerasan yang berbeda, W1 mendapat telepon dan chat melalui WhatsApp yang tidak dikenal dengan pesan sapaan yang mencurigakan. Selain isi dan identitas yang tidak dikenal dari pengirim pesan dan penelepon, waktu kejadian juga menjadi indikator penting untuk mengidentifikasi kemungkinan pelaku. Walau memiliki dugaan kuat, W1 tidak pernah sampai pada suatu kesimpulan.

Rekayasa foto untuk narasi fitnah

Kisah narasumber W6 lain lagi. Narasumber yang bekerja sebagai jurnalis sekaligus aktivis HAM dan demokrasi ini menceritakan pengalamannya disebut sebagai mantan pelacur oleh salah satu akun bodong. Ia juga menceritakan pengalaman buruknya dengan buzzer. Fotonya dimanipulasi tidak berpakaian kemudian disandingkan dengan foto koleganya dengan narasi perselingkuhan. Setelah ditelusuri, manipulasi foto tersebut berafiliasi dengan grup Facebook pendukung Jokowi.

Sekitar 60 akun membagikan foto tersebut, dan banyak pula yang me-retweet, serta like. Akun-akun ini pun biasanya saling like dan retweet untuk meningkatkan engagement post satu sama lain, sehingga terlihat ramai dan akhirnya mampu menggiring opini audiens.

Pasukan siber tidak serampangan ketika menyerang. Mereka bekerja secara terorganisir. Narasumber W2 bercerita, sempat ada seseorang yang meminta maaf kepadanya karena orang tersebut merupakan bagian yang melakukan penyerangan terhadap W2.

“(Dia) minta maaf, kasih tahu content planning, aku salah satu target utama. Dari tidak tahu tentang (yang kukerjakan), karena selalu dicekoki, kok ada yang nggak bener ya, dia riset sendiri, resign, dan minta maaf (sama aku),” ungkapnya.

Ancaman-ancaman tersebut perlu dipahami lebih dari sekadar kejadian individu. Fakta ini melihat sejauh mana penindasan secara sistematis dan struktural terjadi karena perbedaan identitas gender dan/atau karena pekerjaan yang mereka lakukan pada isu-isu terkait gender.

Di samping itu, KBGO perlu menjadi perhatian karena dikhawatirkan meluas hingga kekerasan di dunia nyata. Contohnya, yang pernah terjadi di India, jurnalis Gauri Lankesh yang menerbitkan kritik terhadap ekstremisme Hindu, terbunuh pada 2017 setelah meluasnya seruan online untuk melakukan kekerasan terhadapnya.

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Apa yang Semestinya Dilakukan ketika Mendampingi Korban KBGO? 

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: aktivis HAMakun bodongbuzzerKBGOkekerasan seksualKomnas PerempuanKSBGPemilu 2024perempuan pembela HAMPPHAM
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
modus kekerasan seksual.MOJOK.CO

Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten

9 Mei 2026
Anak Indonesia bicara soal isu perkawinan anak dan kekerasan di forum dunia. MOJOK.CO

Anak-anak Indonesia Muak Dipaksa Kawin tapi Jarang Didengar, Kini Kesal dan Mengadu ke Forum Dunia

8 Mei 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Derita perempuan di grup WA mahasiswa FH UI. Isinya kekerasan seksual. MOJOK.CO

Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan

15 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual

15 April 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Agung.(MOJOK.CO)

Pesan Kemerdekaan Sri Sultan: Jogja Dibangun Tanpa Tergesa, tapi Juga Tidak Berhenti Melangkah

17 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.