Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

3 Fakta Pesta Demokrasi 2024, Peserta Pemilu yang akan Berkontestasi Perlu Menyimak Ini

Kenia Intan oleh Kenia Intan
12 Agustus 2023
A A
Kandidat pemilu 2024

Kandidat Pemilu 2024 berebut suara pemilih (ilustrasi Mojok)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pesta demokrasi akan berlangsung di Indonesia tahun depan. Bagi yang berpartisipasi sebagai peserta Pemilu 2024, sebaiknya mencermati tiga fakta menarik ini agar tidak salah menentukan strategi.

Indonesia akan menggelar pesta demokrasi besar-besaran. Tahun depan akan berlangsung tiga pemilihan untuk menentukan nasib bangsa lima tahun setelahnya, yakni pemilihan presiden (Pilpres 2024), pemilihan legislatif (Pileg 2024), dan pemilihan kepala daerah (Pilkada 2024). Bisa dibayangkan, berapa banyak peserta pemilu yang akan berebut ruang untuk menyebarkan informasi maupun untuk berkampanye. Bisa kalian bayangkan pula, berapa banyak informasi yang akan membanjiri di waktu bersamaan.

Iklan

Melihat kondisi itu, para perserta pemilu perlu menerapkan strategi paling efektif dan efisien demi merebut suara pemilih. Untuk menyusun strategi itu, kandidat perlu mencermati fakta-fakta seputar tahun politik 2024:

Pemilu serentak perlu banyak energi

Pilpres dan Pileg akan berlangsung secara serentak pada 14 Februari 2024. Selang beberapa bulan setelahnya, 27 November 2024, akan diselenggarakan Pilkada 2024. Penyelenggaran tiga pemilihan di waktu yang berdekatan merupakan pekerjaan berat mengingat jumlah penduduk dan kondisi geografis di Indonesia. Belum lagi, pemilihan serentak semacam ini baru pernah berlangsung sekali sebelumnya, yakni di Pemilu 2019 silam.

Tidak hanya bagi pserta dan penyelenggara pemilu, energi yang besar juga perlu disiapkan oleh para pemilih. Mereka harus meluangkan waktu dan tenaga untuk mencermati kandidat yang maju agar tidak salah pilih. Melihat kondisi ini, perserta pemilu perlu meninggalkan kesan yang mendalam bagi pemilih agar mudah dikenali.

Cara agar bisa meninggalkan kesan di mata pemilih tentu ada berbagai macam. Yang jelas, penggunaan media sosial sebagai salah satu sarana komunikasi antara peserta dan pemilih pemilu menjadi hal yang tidak bisa disepelekan.

Pemilih muda mendominasi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Secara total, ada 204.807.222 pemilih yang tercatat dalam daftar tersebut. Di antara jutaan pemilih itu, sebagian besar adalah pemilih muda yang berada di bawah usia 39 tahun.

Mengutip data KPU RI, sebanyak 33,60 persen atau 66,82 juta orang adalah Generasi Milenial (25-39 tahun). Sementara 22,85 persen atau 46,8 juta orang adalah Generasi Z (17-23 tahun). Melihat angka itu, dapat dikatakan, lebih dari separuh total pemilih yang tercatat dalam DPT adalah pemilih muda.

Data ini bisa menjadi pertimbangan perserta pemilu untuk menentukan strategi. Apalagi pemilih muda punya perbedaan cara mengakses informasi dan perbedaan karakter pemimpin yang diharapkan. Survei dari Survei Center Strategic and International Studies (CSIS) mencatat, pemilih muda lebih banyak memanfaatkan media sosial untuk mengakses informasi. Selain itu, survei menunjukkan, pemilih muda lebih peduli terhadap isu ekonomi dan isu korupsi. Mereka juga cenderung menyukai pemimpin dengan karakter yang jujur dan antikorupsi.

Mayoritas pemilih adalah perempuan

Faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan adalah mayoritas pemilih Indonesia perempuan. KPU RI mencatat, jumlah pemilih perempuan di Pemilu 2024 lebih banyak dibanding pemilih laki-laki. Dari kurang lebih 204,80 juta pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih tetap (DPT), sebanyak 50,09 persen adalah pemilih perempuan atau sekitar 102,58 juta orang.

Selisih antara jumlah pemilih laki-laki dan perempuan memang tidak besar. Namun, hal ini bukan menjadi alasan untuk mengesampingkan pemilih perempuan di Pemilu 2024. Catatannya, peserta pemilu yang berkontestasi nanti, jangan sampai menjadikan pemilih perempuan hanya sebagai alat pendulang suara. Aspirasi perempuan perlu benar-benar terwakilkan oleh siapapun yang terpilih.

Adapun beberapa provinsi yang mencatatkan jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibanding pemilih laki-laki adalah Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Di antara daerah-daerah itu Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah pemilih perempuan terbanyak, mencapai 15,87 juta.

Di atas hanya segelintir fakta yang bisa menjadi pertimbangan bagi para kandidat untuk berkontestasi di tahun politik 2024. Ke depan akan banyak hal-hal lain yang bisa menjadi pertimbangan mengingat apa saja bisa terjadi menjelang tahun politik.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Setahun Menuju Pemilu 2024: Benarkah Menjadi Pesta Demokrasi Termahal di Dunia?

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2023 oleh

Tags: fakta pemilukandidat pemiluPemilu 2024
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
mahasiswa ugm nyoblos di tps khusus.MOJOK.CO

Di TPS, Mahasiswa UGM Ekspresikan Kekecewaan Terhadap Pemfitnah Kampus pada Momen Nyoblos Pertama Kali

14 Februari 2024
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.