Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Beda Korelasi dan Kausalitas, Agar Tak Salah Ambil Kesimpulan

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
21 Maret 2020
A A
perbedaan korelasi dan sebab akibat korelasi adalah sebab akibat adalah mojok.co

perbedaan korelasi dan sebab akibat korelasi adalah sebab akibat adalah mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Korelasi adalah kesamaan pola kemunculan, kausalitas adalah hubungan sebab akibat. Keduanya berbeda tapi sering disamaartikan.

Berita-berita tentang obat virus corona yang kabarnya bisa disembuhkan oleh jahe, susu, tauge, hingga rukyah membuat kita perlu belajar tentang apa beda korelasi dan sebab akibat (kausalitas).

Iklan

Korelasi diartikan kurang tepat oleh KBBI sebagai ‘hubungan timbal-balik atau sebab akibat’. Definisi ini mengacaukan konsep korelasi yang tidak boleh disamakan dengan kausalitas.

Korelasi adalah pola hubungan antara dua hal atau variabel yang muncul bersamaan dalam satu waktu. Variabel adalah sesuatu yang bisa berubah dan bisa kita ukur. Musim hujan dan kecelakaan lalu lintas adalah contoh korelasi. Sebab, setiap hujan deras turun, kecelakaan lalu lintas juga terjadi. Artinya, dalam satu waktu, ada dua variabel yang muncul.

Tetapi musim hujan bukan penyebab kecelakaan lalu lintas, atau keduanya tidak memiliki hubungan kausalitas. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di musim hujan karena jalanan licin, padamnya lampu jalan, orang yang tetap ngebut saat hujan, atau lubang di jalan yang tak tampak karena tergenang air.

Artinya, ketika variabel A (musim hujan) kerap muncul berbarengan dengan variabel B (kecelakaan lalu lintas), tidak otomatis berarti variabel A menyebabkan variabel B, atau sebaliknya, variabel B menyebabkan variabel A. Jika kita membutuhkan kesimpulan mengapa kecelakaan sering terjadi di musim hujan, kita harus mencari penyebab langsungnya, yaitu, misalnya, lubang di jalan (variabel C).

Lebih mudah lagi adalah contoh lawas ketika kita masih SD. Petir dan awan mendung memang kerap muncul menjelang hujan (korelasi), tetapi petir dan awan mendung bukan penyebab hujan (bukan kausalitas).

Itulah mengapa dalam statistika, ada diktum berbunyi “Correlation does not imply causation” atau “korelasi tak selalu berarti kausalitas”.

Namun, juga ada kasus dua hal yang berkorelasi juga memiliki hubungan kausalitas. Jika sebuah gelas kaca dijatuhkan di atas lantai semen, semakin tinggi jarak jatuhnya gelas ke lantai berkorelasi sekaligus menyebabkan kerusakan gelas semakin parah.

Di peristiwa lain, dua hal yang berkorelasi juga memiliki hubungan kausalitas, tetapi ada hal lain (variabel C, D, E, dan seterusnya) yang turut menjadi penyebab. Sering bertemu bisa menyebabkan dua orang saling jatuh cinta, tapi ada faktor lain yang juga berpengaruh, seperti tipe idaman, cara komunikasi, sensitivitas, preferensi seksual, dan situasi ketika bertemu. Ya kali karena Luhut Panjaitan ketemu Moeldoko tiap hari, terus mereka pasti bakal saling jatuh cinta.

Balik ke obat Covid-19. Minum susu dan sembuh dari Covid-19 bisa jadi, sekali lagi bisa jadi lho ya, berkorelasi satu sama lain. Artinya, orang yang lebih sering minum susu, lebih berpeluang sembuh. Namun, susu bukan penyembuh Covid-19, melainkan susu meningkatkan imunitas sehingga tubuh bisa menang melawan virus corona.

Demikian juga statistik bahwa orang tua lebih mudah sakit karena virus ini. Data itu diartikan, usia berkorelasi dengan kemungkinan sakit Covid-19. Namun, tidak bisa disimpulkan bahwa usia tua menyebabkan seseorang sakit Covid-19 karena… ya sakitnya kan bukan karena usia, tapi karena virus.

Contoh fatal ketika korelasi dianggap mencerminkan kausalitas adalah teori generatio spontanea yang menganggap makhluk hidup berasal dari benda mati. Hanya karena teramati bahwa lalat muncul dari daging busuk, langsung disimpulkan lalat dilahirkan dari daging busuk. Kenyataan sebenarnya tentu teman-teman sudah tahu sendiri.

Kesalahan pengambilan kesimpulan dengan menganggap “dua hal yang berkorelasi pasti punya hubungan sebab akibat” juga terjadi pada berita-berita yang membingungkan. Di satu waktu kita membaca berita, kebiasaan sarapan bagus buat diet. Di waktu lain disebutkan, kebiasaan sarapan menyebabkan kegemukan. Padahal bisa jadi, penyebab berat badan naiknya bukan sarapan, melainkan kebiasaan makan saat belum lapar, dan penyebab diet berhasil bukan karena sarapan semata, tapi karena sarapan buah-buahan saja.

Ada korelasi positif dan ada korelasi negatif. Korelasi positif adalah situasi ketika naik turunnya variabel A ekuivalen dengan naik turunnya variabel B. Video call sampai dini hari berkorelasi positif dengan kurangnya waktu tidur, misalnya. Sedangkan kebanyakan check out Shopee berkorelasi negatif dengan saldo rekening.

Catatan penting tentang korelasi: meski korelasi artinya ada dua hal yang muncul bersamaan, tidak semua hal yang muncul bersamaan berkorelasi. Untuk memutuskan dua data yang muncul bersamaan memiliki korelasi atau tidak, harus ada bukti hubungan logis antara keduanya. Katakanlah di hari Atta Halilintar mendapat Diamond Play Button, nilai tukar rupiah menguat. Meski muncul di hari yang sama, keduanya nggak ada korelasi. Eh, atau malah ada? Wah, kalau iya, saya mesti siap-siap pensiun nonton YouTube Kucing Petani dan ganti subscribe channel Atta.

Contoh korelasi yang dipaksain (false correlation).
Contoh korelasi yang dipaksain (false correlation).

Akhirul kalam, kalau kelak ada yang bilang “penulis tidak perlu paham matematika” padahal statistika adalah matematika dan matematika juga soal logika, sangat-sangat mungkin itu juga contoh pengambilan kesimpulan yang salah.

BACA JUGA Penulisan Ke yang Disambung, Dipisah, atau Malah Tidak Perlu dan serba-serbi bahasa lainnya di VERSUS.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: korelasimatematikasebab akibatstatistika
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Menjadi Guru SD di Era ‘Skibidi Toilet’: Pertarungan Sengit Melawan Algoritma yang Tak Mungkin Saya Menangkan MOJOK.CO

Menjadi Guru SD di Era ‘Skibidi Toilet’: Pertarungan Sengit Melawan Algoritma yang Tak Mungkin Saya Menangkan

7 Januari 2026
Guru sulit mengajar Matematika. MOJOK.CO

Susahnya Guru Gen Z Mengajar Matematika ke “Anak Zaman Now”, Sudah SMP tapi Belum Bisa Calistung

2 Desember 2025
Rumus Keliling Lingkaran, Luas Lingkaran, dan Contoh Soal MOJOK

Rumus Keliling Lingkaran dan Luas Lingkaran, Lengkap dengan Contoh Soal dan Cara Menjawab

20 September 2023
rumus luas volume.MOJOK.CO

Menghitung Rumus Volume Tabung, Contoh Soal, dan Penjelasannya

18 September 2023
rumus luas segitiga. MOJOK.CO

Cara Menghitung Rumus Luas Segitiga, Jenis, Contoh Soal, dan Pembahasan

17 September 2023
Orang Jawa dan Kecanduannya pada Bilangan 1.000 MOJOK.CO

Orang Jawa dan Kecanduannya pada Bilangan 1.000

29 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.