Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Hari Santri, Hari TKI

Redaksi oleh Redaksi
23 Oktober 2017
A A
hari-santri-2017-mojok

hari-santri-2017-mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tahun ini Hari Santri diperingati secara semarak dan adem ayem. Ini adalah perayaan ketiga Hari Santri setelah Presiden Jokowi menetapkan keberadaan peringatan ini 2015 lalu. Dibanding hari ini, pada 2015 Hari Santri sempat mengundang penolakan, salah satunya tudingan bahwa Hari Santri menyiratkan eksklusivisme Nahdlatul Ulama. Selain itu, penolakan juga datang dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang sampai membuat surat terbuka untuk menyatakan alasan penolakannya.

Berikut adalah sejumlah status yang menanggapi peringatan Hari Santri. Status pertama dan terakhir adalah status lama yang tayang dua tahun lalu, sedangkan dua status lainnya ditulis kemarin.

Iklan

***

Mahfud Ikhwan: HARI TKI

Karib saya, Shofwan Wahid, seorang buruh migran di Malaysia, gundah setelah pemerintah menetapkan Hari Santri. Tentu saja ia turut gembira, wong dia juga santri, meskipun menurut banyak riwayat, pas mondok mbeling-nya nggak karu-karuan. Tapi, dalam pikirannya, kalau ada Hari Santri, tentunya akan pantas juga kalau ada Hari TKI.

Saya tentu saja setuju, tapi usul itu membuat tercenung. Apa hal yang bisa diklaimkan oleh para TKI untuk mengajukannya kepada pemerintah kita?

Perjuangan TKI toh cuma segitu-gitu saja: bagaimana cara naik perahu pompong yang kapasitasnya 30 orang jadi 125, tidur di semak-semak dengan mata terpicing sebelah kalau-kalau ada pasukan Rela lewat, bagaimana memalsu KTP agar umurnya tetap terhitung muda, atau bagaimana menyogok pegawai imigrasi dengan semurah-murahnya. Ya, itu kan lucu-lucuan saja.

Apakah mereka melakukan itu semua untuk bangsa dan negara Indonesia? “Mbok ngrasakno!” begitu kira-kira ungkapannya dalam bahasa Jawa ala daerah kami. Tentu saja yang mereka pikirkan adalah anak-istri, SPP sekolah, rumah yang belum jadi, motor yang tidak ganti-ganti. Lagi pula soal bangsa dan negara kan sudah ada yang memikirkan to?

Setelah dipikir-pikir, saya ada usul: coba ajukan ke pemerintah Malaysia. Apa jadinya Malaysia tanpa TKI? Mana bisa Putrajaya segemerlap itu kalau tak ditangani TKI? Menara Kembar Petronas? Hahah …. “Yo meyek menarane!” Orang Malaysia jangankan ngaduk semen, wong pegang besi saja malas, begitu kira-kira bantahannya. Sumbangan TKI pada Malaysia itu konkret. Ketok mata. Kalau untuk Indonesia sendiri kan repot ngitungnya.

Wahid menganggap usul saya masuk akal. “Cocok iku!” katanya. Tinggal sekarang, bagaimana usahanya. Lobi-lobinya. Toh banyak orang Jawa di sana. Lagi pula, biasanya ada satu dua TKI yang nggarap rumah para pejabat kerajaan. Kan lumayan, bisa diomongi dikit-dikit. Ia juga minta didoakan, mumpung nuansa Hari Santri masih semriwing begini. Toh mereka kebanyakan ya juga santri, meskipun karena capek kerja dan cuaca panas mereka biasanya jadi malas salat dan ogah puasa. Jadi, sebagai santri tentu akan baik kalau kita semua solider.

Kalau gol, soal teknisnya nanti bisa dibicarakan lebih lanjut. Misalnya, perayaannya bisa ditetap di Indonesia. Wong TKI itu masih ada kata “Indonesia”-nya kok. Saya usul lagi, memperingati hari TKI cara biasa-biasa saja, nggak usah neko-neko, tak perlu semboyan besar-besar, apalagi dibesar-besarkan. Seperti hari-hari peringatan yang kita punya saja. Yang penting senang, ramai. panggung dangdut pasti. Kalau ada uang lebih, coba ngundang Monata. Lomba-lomba harus, meskipun usul saya lombanya perlu sedikit beda. Misalnya, lomba alus-alusan nekuk besi, lomba kerapian masang keramik, lomba kemulusan plester, dan sejenisnya.

Begitu.

Komunitas Kretek: Di banyak pesantren, para santri yang sudah cukup umur untuk merokok diperbolehkan merokok dengan dibuatkan SIM (Surat Izin Merokok). Mereka harus cukup umur dan mendapatkan izin dari orang tua untuk mendapatkan kartu tersebut.

Selamat Hari Santri Nasional, Kretekus!!!surat-izin-merokok-mojok

Moh. Habib Asyhad: Selamat hari santri kawan-kawan Nahdliyin, kami nunggu hasil hisab dulu ya :p (Dari santri Muhammadiyah)

Agus Mulyadi: Untuk para santri di seluruh penjuru pesantren di Nusantara, selamat Hari Santri, semoga panjenengan semua menjadi agen perubahan yang senantiasa berdaya dalam membimbing umat menuju hidup yang rahmatan lil alamin ….

(Agus Mulyadi, 24 tahun, bukan santri namun sangat mencintai seorang santriwati)

 

Iklan

 

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2017 oleh

Tags: Din SyamsuddinHari SantrijokowiMuhammadiyahnusantri
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Santri asal Sumatra masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya, Malaysia. MOJOK.CO

Kisah Aisyah, Gadis Sumatra yang Nekat Merantau untuk Raih Gelar Sarjana “Jurusan Seni” di Kampus Top Pertama Malaysia

11 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.