Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Mereka Menghakimi Pasangan “Mesum” dengan Cara yang Lebih Mesum, Lebih Tak Beradab

Redaksi oleh Redaksi
15 November 2017
A A
agni-mojok

depresi-mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Selepas pembakaran orang di Bekasi yang membuat banyak orang marah, penghakiman massa masih terus terjadi.”

Terbuat dari apa manusia yang menyangka baru saja menggerebek pasangan mesum di Tangerang lalu kemudian mengarak, memukuli, dan menelanjangi keduanya di muka umum?

Bahkan membaca berita peristiwa itu saja sudah menyakitkan hati: Sabtu, 11 November, tiga orang warga di Kecamatan Cikupa, Tangerang mendatangi sebuah kontrakan untuk menangkap seorang lelaki dan seorang perempuan yang mereka duga tengah melakukan perbuatan “mesum”. Setelah ketiganya menangkap pasangan itu, mereka kemudian memanggil warga untuk mengarak, memukuli, dan menelanjangi mereka.

Seseorang yang hadir di peristiwa itu kemudian memvideokan peristiswa tersebut dan sekejap, video tersebut viral.

Setelah polisi turun tangan, kemudian diketahui bahwa keduanya tidak melakukan perbuatan mesum. Saat ini, enam tersangka sudah ditangkap polisi. Yang menyedihkan, selain bahwa korban perempuannya ternyata seorang yatim piatu, salah satu provokator yang menggerakkan warga untuk melakukan kekerasan tersebut adalah ketua RT setempat.

Kini, polisi telah menahan pelaku-pelaku utama kasus tersebut dan tengah memburu orang yang menyebarkan video.

Entah sudah sejak kapan kekerasan, fisik dan seksual (terutama penelanjangan), menjadi cara masyarakat menghukum. Ini menjadi ironi ketika nyatanya, tak ada hukum di Indonesia yang mengatur bahwa pasangan dewasa tidak boleh hidup bersama tanpa pernikahan. Sebaliknya, KUHP justru mengatur bahwa orang yang mengganggu pasangan tanpa nikah dapat dihukum.

Orang masih tergugu jika mengingat bagaimana seorang tukang servis barang elektronik dibakar hidup-hidup di Bekasi karena diduga, sekali lagi: diduga, mencuri amplifier di masjid—ia meninggalkan seorang istri yang tengah hamil tua dan seorang anak balita.

Betapa mengerikannya dugaan dan prasangka hari ini, kekuatannya begitu besar untuk menggiring orang tanpa pikir panjang melakukan kekerasan kepada orang lain. Kekerasan yang meningggalkan trauma seumur hidup pada korbannya, dan kadang hidup itu sendiri berakhir bersama dengan kekerasan tersebut. Bahkan jika kesalahan yang disangkakan benar sekalipun, tidak ada kekerasan di luar hukum yang bisa dibenarkan. Two wrongs don’t make a right.

Berikut sejumlah tanggapan netizen tentang berita tersebut.

***

Vina Andriyani: Di Cakung, Dokter Letty ditembak mati suaminya di klinik tempatnya bekerja karen si suami yang juga dokter nggak mau diceraikan. Dokter Letty ini sering dianiaya dan untuk menyelamatkan diri, dia mengajukan cerai.

Di Tangerang, sepasang anak muda yang diduga sedang berhubungan intim di rumah kontrakannya digerebek warga (padahal mereka cuma lagi makan), mereka lalu dipukuli, ditelanjangi, dan diarak massa, dan videonya hilir mudik di lini masa. Yang perempuan jerit-jerit minta ampun, tapi tetap ditelanjangi. Gilak ya… gue malu sebangsa dengan orang-orang barbar itu.

Emang banyak orang Indonesia tuh hobinya ngurusin kelamin aja. Kalo ada perempuan dipukuli suaminya di rumah, mereka dengan pengecut sembunyi di balik omongan,

Iklan

“Itu urusan pribadi rumah tangga orang.”

Aditya Nandi Vardhana: Masyarakat sakit. Berani taruhan, ini yang gerebek juga kemarin pas ada video seks diduga HA nyebar pasti ikut nyari link.

Dede Dyandoko Kendro: Penghakiman lagi-lagi marak. Setelah orang dibakar karena tuduhan nyolong amplifier masjid, sekarang sepasang kekasih ditelanjangin dengan tuduhan mesum/maksiat. Mereka dipaksa untuk terliat mesum. Sungguh bangsa ini terlalu mencampuri urusan pribadi masalah kemoralan. Masak tuduhan amoral diperlakukan secara amoral juga ditelanjangi? Inilah pelecehan seksual sebenarnya…. Mereka harus dihukum lebih berat.

Terakhir diperbarui pada 15 November 2017 oleh

Tags: diarakdibakarditelanjangihukummesumpenghakiman massa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO
Esai

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026
kekerasan seksual di ruang publik. Salah satunya pekerja hotel di Surabaya.
Ragam

Sulitnya Jadi Pekerja Hotel, Menghadapi Baby Boomers yang Mesum

25 Oktober 2024
Bukit Tunggangan Wonogiri, Jalan Ekstrem dan Horor yang Jadi Lokasi Mesum Muda-Mudi.mojok.co
Ragam

Bukit Tunggangan Wonogiri, Jalan Ekstrem dan Horor yang Jadi Lokasi Mesum Muda-Mudi

16 Februari 2024
mesum saat kkn mojok.co
Sosial

Orang Nekat Berhubungan Mesum saat KKN? Ternyata ada Penjelasan Psikologisnya

11 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.