Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Nyinyir

Walau Habib Rizieq Gagal Mudik Lagi, Kita Tetap Kudu Siap-Siap

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
10 Juni 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jelang musim mudik, tak ada orang yang lebih dinantikan mudiknya ketimbang sang imam besar FPI Habib Rizieq. Melebihi antusiasme pada spekulasi kapan datangnya Lebaran tahun ini, yang memang hampir bisa dipastikan jatuh pada 25 Juni, mudiknya Habib Rizieq ditengarai lewat tanggal-tanggal pula.

2 Juni adalah tanggal pertama yang terlontar mengenai kapan Habib pulang. 2-6-17. Itu jika dipisah 2+6 dan 1+7 jadinya 88. Apakah ini berarti beliau sudah siap untuk ditangkap oleh Densus 88? Atau jangan-jangan beliau kembali ke Indonesia hanya untuk promosi salep kulit 88? Krik.

Iklan

Waktu membuktikan, Habib Rizieq tak jadi pulang di tanggal itu. Kemudian muncul tanggal lain: 12 Juni, bertepatan dengan 17 Ramadan. Tapi, belum lagi tanggal itu tiba, sudah disiarkan kabar, ia batal mudik lagi karena namanya sudah masuk DPO kepolisian.

Baiklah kalau begitu, Bib. Hanya Allah dan Habib sendiri yang tahu kapan Habib pulang. Bisa tanggal 21 Juni, sebagai kejutan untuk ulang tahun Jokowi. Bisa 29 Juni, sekalian surprise party untuk birthday-nya Ahok. Bisa kapan saja, sesuka Habib.

Yang pasti, setelah sejumlah PHP yang menyakiti hati haters dan lovers, jika kelak Habib mudik, ia akan disambut besar-besaran sebagai ungkapan rindu yang amat sangat. Dari pendukungnya. Dari pembencinya. (Keduanya sama-sama merasa kehilangan dengan perginya Habib.)

Berbagai persiapan telah dilakukan dengan baik. Mulai dari karpet hijau yang siap digelar, aksi satu juta massa, hingga harapan dari Habib Rizieq sendiri tentang sambutan khusus untuknya. Apa itu? Beliau berharap disambut sebagaimana ketika Ayatullah Khomeini pulang dari eksilnya di Prancis ke Iran.

Aneh ya. katanya Iran gudangnya Syiah. Katanya Syiah sesat. Tapi, kok pengin disamakan dengan Khomeini?

Eits, ingat, mereka sama-sama imam besar. Jadi ya wajar kalau Habib pengin disamakan dengan Khomeini. Sah-sah saja kan? Ya sahlah. Wong dia punya kebebasan berpendapat.

Nah, untuk menyambut sang Habib, saya merasa para pendukung harus bersikap layaknya masyarakat yang menanti raja. Ya mirip Raja Salman begitu. Indonesia kemarin kan begitu luar biasa menyambut Raja Salman. Maka dari itu, ada empat hal yang sebaiknya dipersiapkan oleh pendukung maupun penolaknya. Mari kita lanjutkan.

1. Siapkan Unta

Sudah baca kan infografik Mojok tentang unta? Unta adalah hewan gurun yang luar biasa. Mampu berjalan cukup jauh tanpa minum dan makan, mampu mengangkat beban yang tiga kali lebih berat daripada berat badannya. Unta salah satu ciptaan Tuhan yang unik nan aduhai.

Maka dari itu, untuk para pendukung dan pembenci Habib, siapkanlah unta untuk menyambut beliau. Bayangkan Habib Rizieq naik unta dari Bandara Halim Perdanakusuma, sebagaimana Raja Salman tentu saja, menuju Bundaran HI, lalu geser ke Masjid Istiqlal. Sorot kamera akan tertuju kepada sang pujaan. Bukankan ia ingin disambut layaknya Imam Besar Khomeini? Bukankah ia ingin disambut seperti Raja Salman? Untuk membedakan dari keduanya, naiklah unta, Bib.

Saya yakin, tidak akan ada yang berani protes. Jika sampai ada, katakan saja, “Maaf, situ siapa? Kok berani menghina ulama?” Kelar urusan.

2. Sajikan Kurma

Nah, daripada kita meminta petani lokal menyiapkan buah atau meminta pedagang menyiapkan gorengan, lebih baik kita sediakan kurma. Kenapa begitu? Ingat beliau sudah lama tinggal di Arab Saudi, jadi lidahnya mau nggak mau pasti sudah terbiasa dengan kurma. Kalau kepepet nggak ada kurma, bolehlah pakai cerme.

Ingat, ini bulan Ramadan. Sajian kurma lebih dianjurkan. Memakannya berarti melaksanakan sunah Rasulullah. Subhanallah. Menyambut Habib saja dapat pahala, apalagi memberinya makanan.

Oh iya, sekadar saran, jangan sampai kalian memberi gorengan. Saya ingatkan, Arab Saudi kelebihan minyak. Jadi sudah bosan makan gorengan. Lagi pula gorengan kan nggak baik. Bikin kolestrol jahat dan mukamu berminyak. Ngeri ya? Apalagi ditambah klausul bahwa gorengan bukan makanan Arab. Jelas bidah.

3. Berpakaian Putih

Iklan

Putih itu bersih. Putih itu suci. Itulah mengapa bendera Indonesia memiliki warna putih. Nah, untuk menyambut kedatangan sang Imam Besar yang bersih dan suci, pakailah busana putih. Jangan hitam, hijau, apalagi kombinasi merah dan kuning. Nanti dianggap komunis.

Kalau perlu pakai jubah panjang, jangan kemeja. Dikira salah kubu nanti. Dan jubahnya di atas mata kaki. Bukan di bawah ya. Kalian mau jalan kan, bukan menyelam. Kalau jalan keserimpet, nggak lucu. Mau dihujat netizen? Bisa depresi lo.

Jadi sudah jelas ya, pakaian putih. Supaya apa? Kalau kalian sudah nggak kuat jalan, tinggal lepas, lemparkan ke kamera. Tanda menyerah. Mudah dan praktis.

4. Berucap Sopan

Tentunya kita berharap baik Habib Rizieq, pendukung, maupun penolaknya berucap sopan dan beretika santun. Emang nggak lelah dengan ujaran kebencian? Menghasut kawan maupun lawan? Atau jangan-jangan itu kebiasaan kalian yang menginginkan perpecahan?

Wah, kalau sampai level terakhir, ya repot. Mungkin ada yang korslet dalam pikiran. Nggak ngertilah. Bukankan Habib sendiri ingin dihormati dan dihargai ketika kembali ke Indonesia?

Tapi eh tapi, kalau cara keempat ini terancam tidak terlaksana karena kalian yakin nggak akan mampu mengendalikan diri, mending kalian diam saja. Kita persilakan orang lain yang lebih sopan dan santun untuk unjuk suara. Siapa yang paling tepat? Toni Blank.

Itulah empat tata cara yang sebaiknya kalian lakukan untuk menyambut sang Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Tolong lakukan sepenuhnya dengan rendah hati, welas asih. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita masyarakat toleran. Toleran terhadap tersangka. Karena bagi masyarakat Indonesia, kebencian itu fana. Kepentingan politik yang abadi.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2017 oleh

Tags: Arab SaudiFPIHabib RizieqHabib Rizieq Shihabkurma
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa MOJOK.CO

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa

9 April 2026
Pengalaman sopir di Arab Saudi yang mendaftar sebagai petugas haji. MOJOK.CO

Cerita Orang Kudus 20 Tahun Menjadi Sopir di Arab Saudi, Punya Tugas Khusus Cari Jemaah Haji Nyasar 

13 November 2024

Hanya Orang Sabar yang Bisa “Kerja” sebagai Petugas Haji untuk Jemaah Indonesia, Hadapi Banyak Hal Tak Terduga

10 Oktober 2024
Felix Siauw Seharusnya Pro Syiah Iran Sejak Dulu MOJOK.CO

Coba Bayangkan Kalau Sejak Dulu Felix Siauw Pro Iran, Israel Pasti Sudah Rata dengan Tanah!

17 April 2024
pangeran mbs mojok.co

Banyak Keluarga Kerajaan Dipenjara, Pangeran MbS Membungkam Lawan Politik?

9 November 2022
rizieq shihab bebas

Rizieq Shihab Bebas dari Rutan Bareskrim, Disambut Keluarga di Petamburan

20 Juli 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.