MOJOK.CO, SURAKARTA – Kemeriahan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Surakarta 2026 di Taman Lingkar Lokananta Bloc menjadi penegasan Wali Kota Surakarta bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan ramah anak.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta menyelenggarakan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Surakarta 2026 pada hari Sabtu 8 Agustus 2026 di Taman Lingkar Lokananta Bloc, Surakarta.
Acara yang berlangsung pukul 07.00-10.00 WIB tersebut membuat suasana Lokananta Bloc menjadi penuh keceriaan. Sedari pagi Lokananta Bloc dipadati oleh kurang lebih 2000-an anak-anak dari berbagai usia dan sekolah: PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.
Tidak hanya sebagai penggembira, anak-anak itu juga menghadirkan beragam penampilan. Salah satunya penampilan musik perkusi dari YPAC, Tari Tumuwuh Othok Gumuyu dari TK Kemala Bhayangkari, Penampilan Dolanan Bocah oleh Sanggar Lokatari, Penampilan Lagu dari TK Negeri Pembina Banjarsari, Pembacaan Suara Anak Daerah, Fun Games, Penampilan Seni Bela Diri Diaspora, Penampilan Tari oleh SMP 17 Surakarta, dan Drama Musikal dan Flashmob dari Forum Anak Surakarta.

GAS MAS: Gerakan Bapak Seneng Momong Anak Solo untuk dorong peran ayah di keluarga
Dalam kesempatan HAN 2026 itu Wali Kota Surakarta Respati Ardi menggaungkan kembali GAS MAS: Gerakan Bapak Seneng Momong Anak Solo. Sejumlah OPD yang hadir pun tampak membawa serta anaknya untuk berpartisipasi dalam terwujudkan gerakan tersebut.
GAS MAS merupakan gerakan yang dideklarasikan pada bulan Juli 2026 lalu. Gerakan ini menjadi upaya mendorong peran ayah agar lebih aktif dalam pengasuhan anak.
“Peran ayah sangat penting karena akan menguatkan karakter anak. Ayah adalah pilar utama yang bertanggung jawab menyiapkan karakter masa depan anak,” jelas Respati mengenai GAS MAS.
“Investasi ke depan bukan hanya soal uang, materi, atau warisan, tetapi nilai-nilai ajaran, contoh perilaku, dan adab. Hari ini, hal itu sangat mahal harganya,” sambungnya.
Oleh karena itu, Respati mendorong agar gerakan ini terus berkesinambungan, sehingga seorang ayah sadar betapa pentingnya perannya dalam pola pengasuhan anak dalam keluarga. Tidak sekadar menjadi pencari nafkah, tapi juga hadir secara fisik dan emosional.
Lokananta: kawasan ramah anak
Penegasan mengenai pentingnya ruang yang baik bagi tumbuh kembang anak juga disampaikan Respati ketika berbicara mengenai Lokananta Bloc.
Menurutnya, Lokananta Bloc merupakan kawasan ramah anak yang dapat menjadi ruang berkumpul bagi keluarga sekaligus tempat tumbuhnya berbagai aktivitas positif dan kreatif anak muda.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian publik terhadap Lokananta Bloc menyusul penggerebekan Ruang Bahagia yang terbukti menyediakan minuman keras tanpa izin. Pihak bar kemudian melayangkan gugatan terhadap Satpol PP Solo sebagai tergugat I, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo sebagai tergugat II, dan Wali Kota Surakarta sebagai tergugat III.
Respati menyatakan akan mengikuti setiap proses hukum terkait gugatan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta memiliki komitmen untuk menjaga fungsi Lokananta Bloc sebagai kawasan yang dapat diakses dan dinikmati masyarakat secara aman, termasuk oleh anak-anak dan keluarga.
Penertiban, menurut Respati, merupakan bagian dari upaya menjaga agar aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut tetap sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Komitmen tersebut pun mendapat dukungan dari masyarakat yang tergabung dalam Forum Njogo Solo.
Lokananta Bloc memiliki nilai sejarah yang penting bagi Kota Surakarta maupun Indonesia. Kawasan tersebut tidak sekadar merupakan tempat berkumpul, tetapi juga memiliki latar belakang historis sebagai studio rekaman dan pabrik piringan hitam pertama di Indonesia yang berdiri sejak 29 Oktober 1956.
Karena itu, menjaga Lokananta Bloc tidak hanya berarti menjaga sebuah kawasan, tetapi juga merawat ruang yang memiliki nilai sejarah sekaligus membuka kesempatan bagi generasi baru untuk beraktivitas dan berkreativitas di dalamnya.
Perayaan HAN 2026 menjadi salah satu gambaran bagaimana ruang tersebut dapat dihidupkan dengan kegiatan yang melibatkan anak-anak, keluarga, komunitas, dan masyarakat secara luas. Ribuan anak yang bermain, tampil, dan berkreasi di Taman Lingkar Lokananta Bloc menunjukkan bahwa ruang publik dapat memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat berkumpul.
Ke depan, Wali Kota Surakarta berharap Lokananta Bloc dapat terus menjadi ruang yang terbuka bagi berbagai kegiatan positif dan kreatif, tanpa kehilangan identitas serta nilai sejarahnya.***(Adv)
BACA JUGA: Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan