Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sebut Anggota KPPS Meninggal Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Ujaran Hoaks

Redaksi oleh Redaksi
22 Juni 2019
A A
Sebut Anggota KPPS Meninggal Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Ujaran Hoaks - MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Video ceramahnya tentang meninggalnya anggota KPPS menyebar, Ustaz Rahmat baequni pun langsung diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka.

Pernyataan Ustaz Rahmat Baequni soal anggota KPPS yang meninggal karena diracun menggunakan rokok beberapa waktu yang lalu akhirnya menyeret yang bersangkutan untuk menjadi tersangka kasus ujaran hoaks.

Iklan

Kepolisian Daerah Jawa Barat langsung ambil tindakan tak berselang lama setelah video ceramah Ustaz Rahmat tentang meninggalnya anggota KPPS tersebut menyebar luas di sosial media. Maklum, video tersebut memang dianggap sangat meresahkan dan tidak berdasar.

Ustaz Rahmat pun diperiksa, berbekal bukti yang ada, ia pun kemudian langsung dijadikan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

“Kita tetapkan sebagai tersangka adalah RB,” terang Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko.

Adapun barang bukti yang digunakan sebagai dasar penetapan tersangka Ustaz Rahmat Baequni adalah print out dan juga rekaman ceramah.

“Ada kesengajaan, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diotopsi, forensiknya, ternyata semua yang meniggal ini dalam cairan tubuhnya mengandung zat yang sama, zat racun berupa gas, yang dimasukkan ke dalam rokok, yang disebar di setiap TPS. Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah satu hari atau dua hari agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS.” Begitu kata Ustaz Rahmat dalam ceramahnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ustaz Rahmat pun kemudian siap menjalani proses hukum yang berlaku.

Ia mengaku bahwa materi ceramah yang ia sampaikan adalah berdasarkan pemberitaan yang viral di sosial media.

“Tentang apa yang diberitakan kalau saya menyebarkan berita bohong terkait dengan anggota KPPS yang meninggal dunia, itu saya hanya mengutip saja dari pemberitaan yang sudah viral di media sosial,” terangnya. “Saya tidak bermaksud menyebar berita bohong ini, sehingga menciptakan kekisruhan informasi di media sosial kita, tidak sama sekali tidak demikian. Saya cinta tanah air ini, saya cinta bangsa ini tidak mungkin saya mau apa memecah belah bangsa saya sendiri naudzubillah.”

Yah, nggak heran sih kalau Ustaz Rahmat Baequni ini bisa dengan mudah ngomong soal anggota KPPS meninggal karena diracun. Lha wong sama hoaks jadul nomor penerbangan pesawat penabrak WTC saja dia percaya (dan bahkan ikut menyebarkannya), apalagi soal konspirasi kematian petugas KPPS, pasti jauh lebih percaya.

Munculnya ustaz-ustaz seperti Ustaz Rahmat ini agaknya semakin menebalkan pameo masa kini: “Orangtua khawatir dengan pergaulan anaknya, sedangkan anak khawatir dengan pengajian orang-tuanya.”

rahmat baequnir

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2019 oleh

Tags: hoakskppsrahmat baequni
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Fakta di Balik Meninggalnya Anggota KPPS Pemilu 2024 MOJOK.CO
Esai

Fakta di Balik Kisah Kelam Banyak Anggota KPPS Meninggal pada Pemilu 2019 dan Pemilu 2024

20 Februari 2024
Kerja di Lembaga Quick Count Pemilu Ternyata Sama Capeknya dengan Anggota KPPS.mojok.co
Kabar

Cerita Petugas Quick Count Pemilu: Hasil Sering Diremehkan Meski Saat Bekerja Sama Capeknya dengan Anggota KPPS

15 Februari 2024
kpps bantul.MOJOK.CO
Ragam

Curhat Petugas KPPS Bantul, Gaji Sehari Lumayan tapi Hadapi Saksi Galak dan Tekanan di TPS Lebih Menantang  

11 Februari 2024
Alasan KPU DIY Prioritaskan Anak Muda dalam Rekrutmen- Lebih Melek Teknologi dan Antisipasi Petugas Lapangan yang Meninggal MOJOK.CO
Kilas

KPU DIY Buka Lowongan Anak Muda Jadi Petugas KPPS: Honor Lebih Tinggi dari Pemilu 2019

12 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.