ADVERTISEMENT

Lebih Dekat dengan PO Sedya Mulya Wonogiri, yang ‘Melegenda karena Filosofi’

po sedya mulya mojok.co

Terus merawat makna filosofi PO Sedya Mulya

Hj. Riintomi juga mengakui, hingga kini ia terus menjaga makna filosofi tersebut. Salah satu caranya, seperti yang Ibu Iin katakan, ia terus “mengajak” orang-orang yang sudah lama berjuang bersama perusahaan. Termasuk para pekerja lama yang sejak awal sudah gabung dengan perusahaan.

“Meskipun sebenarnya dalam usaha, profesionalisme dengan emosional bertolak belakang,” paparnya.

Selain tetap merangkul “anak buahnya”, Ibu Iin mengaku perusahaannya bisa terus bertahan karena selalu mengingat jasa almarhum suaminya ketika pertama membangun perusahaan. Kata dia, dahulu suaminya merintis usaha ini dengan penuh perjuangan, sehingga eksistensinya kini harus tetap dirawat meskipun mengalami penurunan jumlah penumpang—sejak pandemi Covid-19 kemarin

“Yang penting jangan pernah patah semangat. Maju terus pantang mundur kita berusaha untuk kebaikan dan kebahagiaan masyarakat pada umumnya,” pungkasnya.

Terbukti, kini PO Sedya Mulya masih eksis. Armadanya yang lekat dengan bus warna jingga masih mengarungi jalanan di Jawa dan Bali. Per hari ini, PO Sedya Mulya melayani tiga rute utama, yakni Denpasar-Wonogiri, Jabodetabek-Wonogiri, dan Jabodetabek-Pacitan.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mengenang Djoko Pekik Lewat Karya, dari Lukisan Berburu Celeng hingga Stasiun Ngabean
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 September 2023 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.