Banyak pencari kerja hari ini tumbuh dengan satu keyakinan yang nyaris dogmatis: belajar keras, kuasai skill, lalu karier akan mengikuti. Maka kursus diambil, sertifikat dikumpulkan, dan portofolio dirapikan sebaik mungkin. Namun setelah semua itu selesai, kenyataan seringkali berbunyi lain. Lamaran tak kunjung berbalas, wawancara tak kunjung datang, dan rasa ragu mulai mengendap pelan-pelan.
Di titik ini, banyak orang baru menyadari satu hal yang kerap diremehkan sejak awal: skill saja tidak cukup. Dunia kerja bergerak lewat manusia, relasi, dan kepercayaan. Informasi lowongan sering beredar di lingkaran terbatas. Kesempatan kerja sering lahir dari obrolan, rekomendasi, dan pertemuan yang tidak tercantum di papan pengumuman.
Sayangnya, tidak semua pencari kerja punya akses ke ekosistem semacam itu. Banyak yang belajar sendirian, berjuang sendirian, dan berharap sistem akan bekerja adil dengan sendirinya. Padahal, berjalan sendiri di dunia kerja yang semakin kompetitif justru membuat langkah terasa lebih berat dan lambat.
Di tengah kondisi tersebut, Dibimbing.id mencoba mengambil peran yang berbeda. Bukan hanya sebagai penyedia bootcamp dan pembelajaran, tetapi sebagai jembatan yang mempertemukan proses belajar dengan realitas dunia kerja. Salah satu wujud nyatanya adalah Talent Connect, sebuah acara networking eksklusif yang dirancang khusus untuk student dan alumni Dibimbing.

Talent Connect bukan sekadar acara kumpul-kumpul bertema karier. Ia hadir sebagai ruang transisi—tempat di mana peserta belajar memahami bahwa dunia kerja tidak berhenti di modul dan tugas akhir. Pada penyelenggaraan sebelumnya, student dan alumni mendapatkan kesempatan mempelajari skill terbaru yang belum sempat mereka dapatkan di kelas, sekaligus berinteraksi langsung dengan hiring partner Dibimbing secara tatap muka.
Yang menarik, interaksi ini tidak berhenti di sesi dengar-mendengar. Student dan alumni diberi ruang untuk merepresentasikan portofolio mereka di depan perusahaan yang memang sedang mencari kandidat. Bukan simulasi, bukan sekadar latihan presentasi, melainkan pertemuan nyata dengan kebutuhan industri yang nyata pula.
Memasuki Talent Connect 2025, pendekatan yang diambil terasa lebih personal dan hangat. Acara ini dirancang sebagai ruang yang lebih kekeluargaan, tempat student bisa berkenalan, bertukar cerita, dan merasakan bahwa mereka adalah bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Tidak ada jarak kaku antara “yang sudah bekerja” dan “yang masih belajar”.
Bahkan, Dibimbing mempertemukan kembali student bootcamp yang kini telah berkarier dan bertransformasi menjadi mentor, dengan student yang masih aktif belajar. Dari sini, diskusi berkembang lebih jujur. Bukan hanya soal tips lolos rekrutmen, tetapi juga tentang kegagalan, penyesuaian diri, dan realita dunia kerja yang diprediksi akan semakin menantang di tahun 2026.
“Latar belakang saya ekonomi—jauh sekali dari dunia UI/UX, bahkan awalnya terasa tidak masuk akal untuk beralih ke bidang ini. Namun proses switch career jadi jauh lebih memungkinkan karena saya banyak berdiskusi dengan para mentor hingga terbangun hubungan yang cukup dekat. Saya sering berdiskusi dengan salah satu mentor di dibimbing, Mas Louis. Karena tidak memiliki senior di bidang UI/UX dari latar pendidikan saya, lingkungan belajar seperti dibimbing sangat membantu saya memahami industri ini. Insight dari mentor dan pembahasan studi kasus yang nyata di dunia kerja membuat saya lebih cepat beradaptasi. Bahkan, saya dua kali mendapatkan pekerjaan melalui hiring partner Dibimbing, dengan dukungan langsung dari tim Dibimbing, khususnya Sarah,” ujar Kenny Cornelies Mandey, Alumni Bootcamp UI/UX Batch 17.
Insight yang dibagikan pun tidak melulu normatif. Peserta diajak memahami bahwa dunia kerja ke depan menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Adaptabilitas, komunikasi, dan keberanian membangun relasi menjadi faktor yang tak kalah penting. Semua itu sulit dipelajari jika hanya berdiam di balik layar dan modul pembelajaran.
Melalui Talent Connect, Dibimbing.id ingin menunjukkan bahwa menjadi kandidat siap kerja bukan hanya soal seberapa cepat lulus bootcamp, tetapi seberapa siap seseorang masuk ke ekosistem profesional. Pembelajaran di kelas menjadi fondasi, sementara networking, mentoring, dan exposure industri menjadi akselerator.
Bagi pembaca, pesan yang bisa ditangkap cukup jelas: Dibimbing.id memposisikan diri sebagai jalur yang mempercepat proses menjadi job-ready. Bukan hanya dalam hitungan bulan setelah lulus, tetapi juga dalam cara berpikir dan bersikap menghadapi dunia kerja yang dinamis. Student tidak hanya belajar skill, tetapi juga mendapatkan kesempatan di luar pembelajaran formal yang sering kali justru menentukan arah karier.
Pada akhirnya, Talent Connect mengingatkan satu hal penting: karier bukan lomba individual. Ia adalah perjalanan kolektif yang sering kali dipercepat oleh pertemuan-pertemuan yang tepat. Dan di tengah dunia kerja yang semakin padat dan bising, berada di komunitas yang saling mendukung bisa menjadi pembeda antara menunggu terlalu lama dan melangkah lebih cepat.
Tentang Dibimbing.id
Dibimbing.id adalah platform edukasi yang didirikan pada tahun 2020 dengan fokus membentuk talenta digital unggulan di Indonesia. Melalui program bootcamp berkualitas tinggi, Dibimbing.id menawarkan lebih dari 25 topik pembelajaran yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Hingga saat ini, Dibimbing.id telah dipercaya oleh lebih dari 100.000 member dari berbagai latar belakang. Pendekatan pembelajaran yang terstruktur, relevan, dan berbasis praktik membuat 96% alumni Dibimbing.id berhasil mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan program. Angka ini sekaligus mencerminkan peran Dibimbing.id sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan dunia profesional.***(Adv)
BACA JUGA: Gen Z Lulusan UGM Pilih Jualan Keris, Tepis Gengsi dari Kesan Kuno dan Kerja Kantoran karena Omzet Puluhan Juta atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan