Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Syukuran Haryadi Jadi Tersangka Korupsi, Dodok Pencetus Jogja Ora Didol Cukur Gundul

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
4 Juni 2022
A A
Dodok Jogja Ora Didol Potong gundul

Dodok mempersilahkan siapa saja ikut memotong rambutnya. (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penahanan mantan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti karena kasus dugaan suap apartemen oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (02/06/2022) tampaknya ditunggu sejumlah pihak. Salah satunya Gerakan Jogja Ora Didol yang sejak sepuluh tahun terakhir menolak pembangunan hotel yang menyebabkan kekeringan sumur warga di Kota Yogyakarta.

Pencetus Jogja Ora Didol, Dodok Putra Bangsa pun akhirnya mewujudkan rasa syukurnya dengan mencukur gundul rambut gondrongnya. Aksi yang dilakukan bersama sejumlah komunitas ini dilakukan Dodok di depan Balaikota Yogyakarta, Sabtu (04/06/2022).

Iklan

Dalam aksi ini, Dodok mengikat helaian rambutnya dengan tali rafia. Dia mempersilahkan siapa saja untuk memotong rambutnya hingga habis. Setelah rambutnya terpotong habis, Dodok melempar telur mentah ke papan nama Kantor Walikota Yogyakarta.

“Yang pasti rambut adalah simbol dari mahkota, mahkota di Kota Jogja ini ya ada di kepala daerah ya itu wali kota yang sekarang sudah tertangkap. Bukan bersyukur saya, tapi sebagai pengingat saja ritual bahwa kita lepaskan mahkota memulai hal baru karena di kepala ini ada otak yang digunakan secara betul untuk mensejahterakan rakyat untuk pemimpin daerah,” paparnya.

Dodok menyampaikan, dirinya sudah yakin Haryadi Suyuti bakal tersandung kasus korupsi. Keyakinan tersebut bahkan sudah dirasakan sejak 2013 silam saat mantan Ketua KPK Busyro Muqodas menyampaikan ada ‘aroma tidak sedap’ dibalik maraknya perizinan pembangunan hotel di Kota Yogyakarta.

Meski akhirnya baru 2022 ini Haryadi akhirnya ditangkap KPK, Dodok merasa bersyukur. Namun, penangkapan tersebut diharapkan bukan menjadi akhir namun awal bersih-bersih Yogyakarta dari aksi-aksi korupsi.

“Pembangunan hotel yang besar-besaran  itu membuat warga kekeringan, [karena hotel menggunakan air tanah, contohnya di miliran] tahun 2014. Tapi wacana pemerintah kan selalu menyebut kemarau panjang padahal terbukti saat [kawasan] miliran warganya aksi terus. Waktu itu Fave hotel disegel dan sekarang memakai PDAM,” paparnya.

Dodok menambahkan, aksi melawan tirani Haryadi Suyuti oleh gerakan Jogja Ora Didol sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Pada 2013 silam, salah seorang seniman mural Arip membuat mural “Festival Mencari Haryadi” yang akhirnya karena aksi tersebut dia sempat diproses hukum.

Setelahnya pada 2014 kembali ada aksi mandi tanah di depan hotel karena dampak kebijakan Pemkot yang memberikan izin berlebihan. Disebutkan Dodok ada sekitar 104-106 izin pembangunan dilakukan Haryadi hingga sumur warga jadi kering. 

Aksi dilanjutkan pada 2016 saat mereka secara simbolis mandi kembang 7 rupa dan 7 sumur di kompleks Balaikota Yogyakarta. Pada tahun 2018, ada aksi Bedoyo Banyuning Segoro untuk mengawal gerakan Jogja Kangen KPK.

“Tahun 2019 saya ngencingi [papan nama balaikota jogja] ini karena menurut mbah saya dulu kencing paling manjur dan terbukti pandemi 2 tahun akhirnya ketangkep artinya kencing rakyat itu lebih manjur untuk mengungkap aura-aura negatif,” tandasnya

Karenanya setelah KPK menciduk Haryadi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus apartemen Sekar Kedaton, kembali Jogja Ora Didol menggelar aksi. Aksi tersebut menjadi nazar yang akhirnya ditunaikannya.

“Aksi ini juga sebagai wujud syukur dan doa penanda untuk tahap perjuangan selanjutnya,” tandasnya.

Hal senada disampaikan aktivis sosial, Elanto Wijoyono yang ikut memotong rambut Dodok. Dia berharap aksi Dodok ini menjadi penanda akan dibukanya lagi kasus-kasus baru oleh KPK di Kota Yogyakarta.

“Perjuangan ini belum selesai karena masih banyak laporan kasus-kasus dugaan korupsi di Jogja,” imbuhnya.

 

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Haryadi Suyuti Jadi Tersangka KPK, Terima Suap Ribuan Dolar dari Pengembang dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2022 oleh

Tags: cukur gundulharyadiJogjajogja ora didolkorupsi
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.