Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Suluk Gatoloco dan Serat Darmagandhul, Propaganda Belanda untuk Menumpas Islam di Jawa

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
17 Agustus 2023
A A
Suluk Gatoloco dan Serat Darmagandhul, Propaganda Belanda Untuk Menumpas Islam di Jawa mojok.co

Suluk gatoloco dan serat darmagandhul (Foto: Republika.co.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kemunculan Serat Darmagandhul

Pada 1879, muncul Serat Darmagandhul. Karya sastra Jawa yang berbentuk puisi tembang macapat. Bercerita tentang jatuhnya Majapahit akibat serbuan tentara Demak yang memperoleh bantuan dari Walisongo.

Serat ini merupakan narasi ulang Babad Kediri dan Suluk Gatoloco. Tokoh Gatoloco kembali muncul di sini, menjelma sosok bernama Ki Kalamwadi. Lalu, ada tokoh Darmagandhul yang namanya juga berkaitan dengan alat kelamin laki-laki. Darmagandhul, seseorang dengan “darma” atau tugasnya “gemandhul” atau bergelantungan.

Iklan

Tokoh Darmagandhul kemudian menjadi kunci eksplorasi cerita yang lebih panjang dan kompleks Babad Kediri dan Suluk Gatoloco. Intinya sama: mengajak orang Islam di Jawa untuk kembali kepada agama leluhurnya.

Banyak spekulasi terkait kemunculan Serat Darmagandhul ini. Ada anggapan bahwa karya ini berkaitan dengan program misionarisme Kristen yang kala itu berkembang di Kediri. Sebab, di dalamnya terdapat seruan agar orang Jawa memeluk Kristen karena lebih dekat dengan agama leluhur.

Meski demikian, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Upaya propaganda pemerintah kolonial

Pasca-kekalahan Jawa dari Belanda di Perang Jawa pada 1830, pemerintahan kolonial memegang kepemimpinan politik di Jawa. Mereka lantas menciptakan lembaga pengetahuan baru bernama Javanologi di Surakarta. Tujuannya untuk mendefinisikan ulang kejawaan, membebaskan masyarakat dari pengaruh Islam.

Kemudian timbul perpecahan di tubuh masyarakat Islam di Jawa. Umat muslim terbelah identitasnya: abangan dan priayi. Peneliti naskah-naskah kuno Jawa, Nancy K. Florida mengatakan bahwa Belanda ingin mengajak orang Jawa kembali ke agama kunonya yang, bagi Belanda, lebih jinak dengan kekuasaan kolonial.

Proyek penelitian Javanologi pada zaman itu kemudian bersambut dengan program misionarisme Kristen yang saat itu berkembang di Kediri.

Babad Kediri, Suluk Gatoloco, dan Serat Darmagandhul menandai fase baru orang Jawa. Tiga karya yang merekam aspirasi sebagian orang Jawa yang hendak kembali ke agama leluhur. Keinginan yang sejalan dengan kepentingan pemerintah kolonial yang ingin meredam pemberontakan di Jawa.

NB: Artikel ini merupakan hasil penyaduran dari konten Jas Merah “SABDA PALON NAYAGENGGONG: PEMBELAH MASYARAKAT JAWA”. Tonton video lengkapnya di YouTube Mojokdotco.

Periset: Irfan Afifi
Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Menelusuri Jejak Sabda Palon dan Kebencian kepada Islam di Jawa Melalui Babad Kediri

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2023 oleh

Tags: belandaislam jawaserat darmogandulsuluk gatoloco
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

14 Agustus 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
200 Tahun Perang Jawa- yang Tersisa dari Perang Besar MOJOK.CO

200 Tahun Perang Jawa: Menyusuri yang Tersisa di Selarong, Bagelen, dan Wates

23 Agustus 2025
NISM kereta api mojok.co

Mengenal NISM, Perusahaan Legendaris Milik Penjajah yang Jadi Pelopor Perkeretaapian Indonesia

31 Juli 2023
Harta warisan kolonial salah satunya peninggalan Pangeran Diponegoro.

Indonesia Meminta Belanda Kembalikan Harta Karun Warisan Kolonial

19 Oktober 2022
Gua Selarong mojok.co

Gua Selarong, Balung Londo, dan Makam di Atas Bukit

4 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.