Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Stok Pangan Mulai Defisit, Jokowi Perintahkan BUMN dan Kementerian Pertanian Buka Lahan Sawah Baru

Redaksi oleh Redaksi
30 April 2020
A A
jokowi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di tengah pandemi corona, stok pangan Indonesia mulai defisit, Jokowi pun mulai memerintahkan BUMN dan Kementerian Pertanian untuk membuka lahan sawah baru.

Jangan terlalu percaya diri dengan apa yang kita katakan, sebab seiring berjalannya waktu, kepercayaan diri yang berlebih itu bisa menjadi senjata yang berbalik menyerang kita. Presiden Jokowi tampaknya sedang merasakan kepahitan ini.

Pertengahan Maret lalu, Jokowi sempat mengatakan bahwa stok pangan Indonesia di tengah pandemi corona dijamin aman. Ia meminta masyarakat agar tidak panik.

“Saya kemarin sudah cek di Bulog, saya melihat stok kita lebih dari cukup,” kata Jokowi saat itu dalam rapat terbatas melalui video conference di Istana Merdeka, Kamis, 19 Maret 2020 lalu.

Satu bulan berselang, kemantapan akan stok pangan tersebut mulai berubah.

Dalam rapat terbatas tentang Lanjutan Pembahasan Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok di Istana Bogor, pada hari Selasa, 28 April 2020 lalu, Presiden Jokowi mendadak memaparkan bahwa stok komoditas pangan domestik di banyak wilayah di Indonesia ternyata mengalami defisit.

Jokowi menyebut bahwa defisit beras saat ini sudah terjadi di 7 provinsi dan defisit jagung di 11 provinsi.

Sebagai usaha antisipasi, Jokowi kemudian memerintahkan kepada BUMN dan Kementerian Pertanian agar mulai “keroyokan” membuka lahan persawahan baru.

“Presiden meminta BUMN dan daerah, serta Kementerian Pertanian untuk membuka lahan baru untuk persawahan yaitu lahan basah dan lahan gambut,” terang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui konferensi pers. “Di Kalimantan Tengah diperkirakan ada lebih dari 900.000 hektare, yang sudah siap 300.000 hektare juga yang dikuasai BUMN ada sekitar 200.000 hektare agar dibuat perencanaan.”

Rencana tersebut sontak memancing berbagai komentar dari netizen, tak terkecuali dari akun @sandalista1789, akun milik aktivis Bilven yang selama ini memang dikenal getol mengkritik Jokowi. 

Jadi sudah clear ya, penggusuran lahan untuk bandara, jalan tol, kereta api cepat, pabrik semen, pertambangan, dan infrastruktur lainnya yang jadi prioritas dan utang selama 6 tahun ini adalah kebijakan yg keliru ? https://t.co/qE3wx1DYG2

— bilven (@sandalista1789) April 29, 2020

Komentar yang agak (atau sangat?) nylekit tersebut tak lepas dari fakta tentang banyaknya jumlah lahan pertanian yang kena gusur sebagai imbas pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Jokowi.

Lebih dari itu, rencana Jokowi untuk membuka sawah dari lahan gambut tersebut juga ditentang oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia. Manajer Kampanye Pangan, Air, dan Ekosistem Esensial, Walhi, Wahyu Perdana menyebut bahwa alih lahan gambut menjadi sawah bisa menyebabkan bencana ekologis. Menurutnya, rusaknya ekosistem gambut merupakan salah satu biang kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Wahyu, cara terbaik untuk meningkatkan stok pangan adalah dengan memberikan hak atas tanah kepada para petani, bukannya malah mengalihfungsikan lahan gambut menjadi sawah.

Iklan

sawah

Terakhir diperbarui pada 30 April 2020 oleh

Tags: coronajokowisawahstok pangan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
Cara Mengelola Gaji Besar setelah Sukses Meninggalkan Jogja MOJOK.CO

Meninggalkan Derita di Jogja dan Merantau ke Jakarta demi Cuan, tapi Tetap Menderita karena Gagal Mengelola Gaji yang Lebih Besar

12 Februari 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.