Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Sejarah Kopi Klotok, Kuliner Ikonik di Jogja yang Lagi Viral karena ‘Nombok’

Kenia Intan oleh Kenia Intan
4 Agustus 2023
A A
kopi klotok jogja mojok.co

Karyawan di Kopi Klotok menggoreng pisang (Hammam Izzudin/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sedekah dan mengikhlaskan

Pendiri Kopi Klotok, Sri Handayani atau yang lebih akrab disapa Yani, sempat mengungkapkan, ia memposisikan diri sedang bersedekah untuk kejadian-kejadian semacam. Ia percaya, pelanggan yang jujur akan lebih banyak daripada yang mangkir tidak membayar. Mungkin keikhlasan inilah yang menjadi salah satu kunci kesuksesan Kopi Klotok Jogja yang bisa mengantongi omzet hingga ratusan juta per bulan. 

Menilik kembali ke belakang, Yani merintis usaha Kopi Klotok sejak 2015. Ide usaha ini muncul dari suaminya yang  kerap mengeluh jarang menemukan warung makan rumahan dengan rasa yang benar-benar enak dan bersih. Berangkat dari keluhan-keluhan suami, Yani yang pada saat itu mendekati masa pensiun kemudian mendirikan rumah makan di tanah seluas 3.000 meter persegi. Rumah makan itu sebenarnya diniatkan hanya sebagai tabungan pensiun, tapi malah berkembang besar.  

Yani mengonsep warungnya dengan nuansa rumah Jawa lawas. Bahkan,  joglo yang berdiri sebagai bangunan utama warung didatangkan dari rumah neneknya yang berada di Magelang. Demi mempertahankan ciri khas lawas, Kopi Klotok mempertahankan cara memasak menggunakan tungku. 

Kopi Klotok menawarkan menu rumahan yang khas seperti telur dadar, sayur loder, sayur asem, sayur tempe, sayur sop, pisang goreng, tempe garit, dan tidak lupa kopi hitam yang menjadi andalan. Harganya beragam dan ramah di kantong, dipatok Rp3.000-an hingga belasan ribu saja. 

Ternyata konsep sederhana ini berhasil menarik ribuan orang datang ke Kopi Klotok setiap harinya. Termasuk orang-orang ternama yang sedang berkunjung ke Jogja, mulai dari artis, pengusaha, menteri, hingga Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pengakuan Pelanggan Kopi Klotok yang Tidak Bayar, Pakai Kode “Nenek” dan “Pengajian”

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2023 oleh

Tags: Kopi KlotokKopi Klotok JogjaWarung Kopi Klotok
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
3 Strategi Menikmati Kopi Klotok, Ujung Tombak Wisata Jogja (Hammam Izzudin:Mojok.co)

Kopi Klotok Jogja Bikin Malas Warga Lokal, tapi Dicintai Wisatawan meski Harus Antre Panjang sambil Berdiri Sampai 1 Jam

6 Juli 2025
5 Rekomendasi Tempat Makan Mirip Kopi Klotok yang Bisa Jadi Alternatif ketika Berwisata ke Jogja Mojok.co

5 Rekomendasi Tempat Makan Mirip Kopi Klotok yang Bisa Jadi Alternatif ketika Berwisata ke Jogja

24 Juni 2025
Kelakuan Mahasiswa Rojali yang Merugikan Warung Kecil dan Kopi Klotok di Jogja

Kelakuan Mahasiswa Rojali yang Merugikan Warung Kecil dan Kopi Klotok di Jogja

22 Agustus 2024
wisatawan surabaya curi makanan kopi klotok jogja.MOJOK.CO

Saat Kebaikan Warung Terus Disalahgunakan, Wisatawan Surabaya Nekat Makan di Kopi Klotok Jogja Tanpa Bayar, Ada Uang tapi Ngaku Tertantang

28 Mei 2024
kopi bukan luwak kembaran kopi klotok jogja.MOJOK.CO

Kopi Bukan Luwak, Kembaran Tanpa Sawah yang Bikin Pegawai Kopi Klotok Jogja Kena Marah Pelanggan

8 Maret 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Kelebihan Daikin sebagai AC terbaik untuk hunian modern dengan listrik terbatas MOJOK.CO

Daikin Multi-S, Pilihan AC Terbaik untuk Rumah Hemat Energi

15 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.