Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Meneladani Singkawang, Kota Paling Toleran di Indonesia

Kenia Intan oleh Kenia Intan
14 April 2023
A A
singkawang mojok.co

Festival Lampion Kota Singkawang (pastikesingkawang.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Singkawang masih menjadi kota paling toleran di Indonesia. Berdasar laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2022 Singkawang mengantongi skor 6,58, tertinggi dibanding 94 kota lainnya.

SETARA Institute belum lama ini merilis IKT 2022. Indeks yang sudah dikerjakan sejak 2015 itu berupaya memberikan baseline dan status kinerja pemerintah kota dalam mengelola kerukunan, toleransi, wawasan kebangsaan dan inklusi sosial. Hasil indeks diharapkan bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat, pemerintahan dan berbagai pihak yang ingin mengetahui kondisi toleransi di Indonesia.

Iklan

IKT melibatkan 94 kota dari total 98 kota di seluruh Indonesia. Adapun empat kota di DKI Jakarta dieliminir menjadi satu yakni DKI Jakarta saja. Alat ukur studi tersebut menggunakan empat variabel dengan delapan indikator dengan skala nilai 1 hingga 7. Semakin tinggi nilainya, semakin baik pula situasi pada masing-masing indikator.

Hasilnya, Singkawang masih menjadi kota yang memiliki skor akhir paling tinggi secara keseluruhan. angkanya mencapai 6,583. Dibanding dengan IKT 2021, skor toleransi Singkawang mengalami peningkatan sekitar 0,1 poin. Singkawang juga menduduki peringkat pertama skor tertinggi di setiap variabel yang diukur. Variabel itu ada regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi sosio-keagamaan.

Selain Singkawang, beberapa daerah lain yang masuk ke dalam jajaran 10 kota dengan skor paling tinggi yakni Salatiga (6,417), Bekasi(6,080), Surakarta (5,883), Kediri (5,850), Sukabumi (5,810), Semarang (5,783), Manado (5,767), Kupang (5,678), dan Magelang (5,670).

Apa yang bisa dipelajari dari Singkawang dan kota-kota paling toleran lain?

SETARA Institute mencermati ada beberapa pola yang bisa diteladani pada 10 kota dengan skor IKT tertinggi. Salah satunya, tidak ada peristiwa diskriminatif di kota-kota yang toleran itu. Keberagaman telah menjadi ruh bagi kebersamaan masyarakat kota.

Misalnya saja di Singkawang, Salatiga, Manado, simpul toleransi terbentuk karena kemampuan masyarakat untuk saling berkomunikasi dan terbuka satu dengan lainnya. Kemampuan ini semakin kuat ketika Pemerintah Kota turut serta merawat ruang-ruang terbuka dan memberikan pelayanan inklusif kepada masyarakat.

Salah satu bentuk merawat ruang-ruang tersebut dengan memiliki kebijakan Pembangunan Ruang Dialog antar umat Beragama, antar Etnis, antar suku. Kebijakan ini secara nyata diatur oleh Peraturan dan diimplementasikan dalam perayaan hari raya besar umat beragama, perayaan budaya dan keterlibatan masyarakat di dalam setiap perayaan tersebut.

Selain itu, pemerintah kota memiliki kesadaran untuk melibatkan berbagai forum masyarakat, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK),
Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam setiap kebijakan, program dan kegiatan, cenderung memiliki peningkatan kapasitas kerukunan yang lebih tinggi.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 10 Kota Paling Tidak Toleran di Indonesia, Cilegon Nomor Pertama

Terakhir diperbarui pada 14 April 2023 oleh

Tags: kota toleransingkawangToleransi
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Dari Pakistan, Menemukan Cinta di Universitas Sanata Dharma MOJOK.CO
Esai

Kisah Seorang Pengelana dari Pakistan yang Menemukan Indahnya Toleransi di Universitas Sanata Dharma

19 November 2025
Tugu Pagoda dan Kisah Membaurnya Etnis Tionghoa dan Jawa di Wates MOJOK.CO
Kilas

Tugu Pagoda Wates dan Kisah Membaurnya Etnis Tionghoa dan Jawa di Kulon Progo

19 September 2023
kristen muhammadiyah mojok.co
Pendidikan

Muncul Kristen Muhammadiyah di Daerah Terpencil, Apa Itu?

29 Mei 2023
200 Warga Padukuhan di Sleman Syawalan dan Paskahan Bersama. MOJOK.CO
Kilas

200 Warga Padukuhan di Sleman Syawalan dan Paskahan Bersama

29 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.