Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

SMK di Sleman Diduga Lakukan Pungli Rp5,367 Miliar, Orang Tua Lapor ke ORI

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
21 September 2022
A A
Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi menyampaikan laporan dugaan pungli, Rabu (21:09:2022).(Yvesta Ayu/Mojok.co)

Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi menyampaikan laporan dugaan pungli, Rabu (21:09:2022).(Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Laporan dugaan pungutan liar (pungli) kembali diterima Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY. Kali ini E, orang tua murid SMK di Depok, Kabupaten Sleman melaporkan pihak sekolah karena dugaan pungli ke ORI DIY, Rabu (21/09/2022).

E mengungkapkan, pungutan tersebut diketahuinya saat rapat komite sekolah pada Jumat (16/09/2022) kemarin. Dalam rapat tersebut sekolah membutuhkan anggaran senilai Rp5,367 miliar.

“Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk membiayai sejumlah klasifikasi standar mutu pendidikan sekolah,” ujarnya.

Menurut E, anggaran sebesar itu akan digunakan sekolah untuk meningkatkan  standar kompetensi kelulusan, standar isi, proses, penilaian, pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana serta standar pelayanan.

Untuk seluruh siswa Angkatan kelas X dibebankan anggaran sebesar Rp2,63 miliar. Siswa angkatan kelas XI dibebankan anggaran Rp1,1 miliar. Sedangkan siswa angkatan kelas XII Rp976,5 juta. Untuk angkatan kelas XIII dikenakan senilai Rp586,8 juta.

Untuk angkatan X, dari total Rp2,63 miliar yang dibutuhkan, setiap anak akhirnya dibebani sumbangan sebesar Rp3,5 juta dengan total 750 orang.

Dalam rapat tersebut, ada wali murid yang memprotes kebijakan tersebut. Sebab walaupun Permendikbud Nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah diperbolehkan ada sumbangan, tetapi sifatnya sukarela alih-alih diwajibkan. Tapi setelah rapat orang tua tetap diberikan surat kesanggupan keikhlasan sumbangan komite dan dikumpulkan pada Senin (19/9/2022) kemarin.

“Pengumpulan surat pernyataan keikhlasan menyumbang juga dibagikan ke grup siswa. Ini yang saya tidak terima. Anak itu tugasnya belajar, bukan untuk seperti ini. Ini sudah saya laporkan ke ORI,” ungkapnya.

E yang tidak sepakat dengan kebijakan sekolah tersebut sempat dirundung di grup percakapan. Bahkan sang anak juga kerap mendapatkan pertanyaan yang menyudutkan.

“Anak saya ditanyai oleh teman-temannya dengan kalimat ‘Bapaknya siapa toh? Oh bapaknya ini ya”. Tindakan ini seakan menjadi serangan psikologis bagi anak saya,” paparnya.

Pungutan biasanya karena ortu ingin sekolah meningkatkan standar

Sementara Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi mengungkapkan pihaknya menerima dua laporan terkait dugaan pungli tersebut. Ombudsman Republik Indonesia akan melakukan proses verifikasi syarat materiil.

“Laporan anak wali murid yang bersangkutan juga mendapat perlakuan yang membuatnya tidak nyaman oleh teman-teman sekolahnya juga kami terima. Kami masih akan mempelajari,” paparnya.

Budi menambahkan, ada beberapa faktor yang menjadikan pungutan terus bermunculan di sekolah. Salah satunya banyak orang tua yang menginginkan sekolah meningkatkan standar sekolah.

Salah satunya melalui kebijakan menambah fasilitas sekolah. Namun, biayanya belum bisa dipenuhi oleh BOS dimiliki sekolah.

Iklan

“Akhirnya dicarikan anggaran, bukan hanya segelintir tapi semua orang tua akhirnya harus ikut,” ujarnya.

Budi menilai, pemerintah pusat sebenarnya juga berkontribusi menyebabkan pungutan masih terus terjadi. Salah satunya pungutan digunakan untuk membayar Guru Tidak Tetap (GTT).

Padahal GTT bisa direkrut apabila sekolah kekurangan guru. Hal itu dilakukan bila banyak guru sudah pensiun.

“Nah kekurangan guru karena pensiun ini tidak bisa langsung terisi ketika diajukan ke pemerintah pusat,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: SMKN 2 Depok Bantah Lakukan Pungli Rp 5,367 miliar, Kepsek: Sumbangan Bersifat Sukarela

Terakhir diperbarui pada 22 September 2022 oleh

Tags: guruORIpunglisekolah
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO
Esai

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO
Edumojok

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
guru BK.MOJOK.CO
Ragam

Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

29 Januari 2026
Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO
Esai

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.