Prima Go seolah menjadi angin segar untuk pelaku usaha perempuan yang memikul tanggung jawab ekonomi, khususnya sebagai kepala keluarga. Ia merupakan ruang layanan digital yang membantu anggotanya untuk mengembangkan usaha sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.
***
Baru-baru ini, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan Prima Go sebagai ekosistem layanan pemberdayaan perempuan. Layanan digital ini lahir karena adanya keterbatasan akses, pengetahuan, dan kesempatan bagi perempuan untuk mengimbangi perkembangan ekonomi digital.
Melalui layanan digital ini, Pemda DIY berharap para perempuan dapat terus belajar membuat konten pemasaran dan foto produk yang menarik, memanfaatkan pasar, hingga meningkatkan pelayanan. Dengan begitu, perempuan sekaligus pelaku usaha dapat menjaga keberlangsungan hidup keluarganya.
Wujudkan kesetaraan perempuan dengan Prima Go
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X berujar Prima Go telah menemukan makna strategisnya melalui upaya menghubungkan teknologi dengan pendampingan manusiawi. Menurut falsafah Jawa, makna tersebut juga dikenal sebagai amemangun tyasing sasomo, yakni memuliakan manusia dengan menghargai martabat dan potensi yang dimilikinya.
Sri Paduka menegaskan digitalisasi harus berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan kesempatan, dengan memahami bahwa setiap perempuan memiliki titik awal, kemampuan, dan kerentanan yang berbeda.

“Spirit inilah yang semestinya menjiwai Prima Go. Melalui pendekatan We to Women, setiap peserta didampingi secara setara dan bertahap, hingga memiliki kecakapan serta kepercayaan diri untuk mengelola usahanya secara mandiri,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Kamis (29/10/2026).
Sri Paduka turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah membangun kolaborasi ini. Ia berharap Prima Go dapat menjadi ruang bertumbuh, tempat teknologi membuka kesempatan, pengetahuan menumbuhkan keberdayaan, dan setiap perempuan memperoleh hak yang sama untuk maju dengan martabatnya sendiri.
Mayoritas pelaku UMKM adalah perempuan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam perkembangan ekonomi digital. Kolaborasi ini pula yang membuat pasar saat ini tidak lagi dibatasi oleh geografi.
“Menurut data, 64,5 persen pasar UMKM Indonesia dikelola oleh perempuan. Tidak heran jika peran perempuan yang sangat besar dalam perekonomian bangsa kita. Sayangnya, kontribusi yang sudah besar ini belum diikuti dengan kesempatan yang setara dalam mengembangkan usahanya,” ungkapnya.
View this post on Instagram
Arifatul mengungkapkan, perempuan pengusaha di Indonesia masih memiliki tantangan yang harus diselesaikan. Dengan adanya kolaborasi hingga membuahkan Prima Go inilah langkah nyata diambil guna mengembangkan potensi, meningkatkan kemahiran, dan memperoleh manfaat dari kemajuan teknologi bagi perempuan.
“Karena itu, tidak hanya cukup mengajak dan mendorong perempuan untuk memulai usaha. Kita juga harus memastikan bahwa perempuan bisa memulai usahanya, bisa bertahan, berkembang, dan tentunya kita ingin pengusaha perempuan bisa naik kelas,” imbuhnya.
Prima Go: Solusi hadapi tantangan ekonomi digital
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, Erlina Hidayati Sumardi mengatakan, Prima Go menjadi inovasi ekosistem digital market hub untuk pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya perempuan rentan.
“Prima Go hadir sebagai pendekatan pemberdayaan yang bersifat inklusif, setara, dan bertahap,” tegasnya.
Lebih dari itu, ia berharap perempuan tidak hanya mampu memproduksi, tapi juga mampu memanfaatkan pasar digital secara lebih optimal. Sebab menurut survei yang dia miliki, pemanfaatan pasar digital oleh perempuan sebagai pelaku usaha masih relatif sangat terbatas.

“Kalau pun sudah ada yang menggunakan akun media sosial dan e-commerce, sebagian besarnya sebelum secara optimal digunakan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan transaksi usaha,” lanjutnya.
Kolaborasi dengan UGM untuk luncurkan Prima Go
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko mengatakan, melalui kolaborasi Prima Go, UGM ingin memperlihatkan komitmen dalam mendukung seluruh ekosistem inovasi dan kreativitas, termasuk ekonomi kreatif di DIY.
Bagi UGM, keterlibatan ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi menghadirkan pengetahuan dan sumber akademik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap dapat melibatkan secara luas talenta muda baik mahasiswa ataupun alumni untuk dapat ikut terlibat di dalam ekosistem inovasi dan talenta muda ini,” ujar Danang.
“Dengan keterampilan digital mereka, dapat dikoneksikan dengan UMKM yang ada di DIY, khususnya yang dikelola oleh perempuan, hingga mampu memiliki peran strategis menggerakkan ekonomi lokal di DIY,” lanjutnya.
Sumber: Humas Pemda DIY
BACA JUGA: Merajut, Kegiatan “Terapi” bagi Emak-Emak di Semarang agar Sehat Jasmani dan Ekonomi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan