Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Prabowo Telanjang Dada, Kapan Giliran Jokowi dan Fadli Zon?

Redaksi oleh Redaksi
15 April 2018
A A
prabowo telanjang dada
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Video Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang diarak berkeliling sambil bertelanjang dada oleh para kader seusai partai Gerindra secara resmi mengusung Prabowo sebagai calon presiden 2019 rupanya menjadi bahan perbincangan yang cukup ramai di media sosial. Walau banyak yang nyinyir, namun tak sedikit komentar positif terkait aksi Prabowo tersebut, utamanya dari para pendukungnya. Maklum saja, aksi arak-arakan telanjang dada ala Prabowo tersebut bagi para pendukungnya memang bisa diartikan sebagai simbol kebersamaan dan kedekatan antara Prabowo dan anak buahnya.

“Aksi itu dilakukan untuk menunjukkan solidaritas pemimpin terhadap anak buahnya. Beliau (Prabowo) orang yang lama dalam tradisi militer,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. Seperti diketahui, aksi arak-arakan seorang pemimpin oleh anak buahnya seperti yang terjadi pada Prabowo memang sudah menjadi tradisi yang lumrah di dunia militer.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan aksi arak-arakan Prabowo justru menggambarkan kegembiraan para kader karena Prabowo bersedia maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

“Itu yang mengangkat juga kader muda dan masyarakat yang semangat dan menunjukan rasa kegembiraannya,” ujarnya. “Publik jadi bisa melihat bahwa Prabowo dalam kondisi sehat, dan siap juga secara mental.”

Komentar yang cukup lucu muncul dari Sandiaga Uno.

“Jangan gagal fokus lihat puting,” kata Sandiaga.

Namun, dari semua komentar para pendukung Gerindra, komentar yang paling asyik dan dahsyat tentu saja adalah komontar dari the one and only, Fadli Zon. Ia tak hanya membandingkan aksi telanjang dada Prabowo dengan aksi telanjang dada Vladimir Putin, lebih jauh lagi, Fadli Zon juga menyuruh Jokowi untuk ikut memamerkan dada seperti Prabowo.

Saat itu, Goenawan Mohamad melalui akun twitternya membagikan foto sebuah koran bergambar Prabowo dan Putin yang sama-sama telanjang dada, judul foto tersebut lumayan profokatif, “Telanjang Dada, Prabowo-Putin Gagahan Mana?”

Sementara itu, Goenawan Mohamad menuliskan caption yang tak kalah profokatif pada foto unggahannya tersebut, “Saya sarankan Fadlizon gak usah menjawab…” yang ternyata benar-benar dijawab oleh Fadli Zon.

“Dua-duanya (Prabowo dan Putin) masih fit dan gagah. Saya enggak tahu kalau @jokowi. Perlu dicoba juga perlihatkan dadanya,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya.

Agaknya, apa yang ditawarkan oleh Fadli Zon adalah ide yang bagus. Para pemimpin dan politisi kelihatannya memang perlu untuk membuka bajunya bertelanjang dan bisa dilihat oleh masyarakat.

Hal ini semata agar masyarakat bisa paham dan melihat secara lebih mendalam para wakilnya di pemerintahan. Dari mulai sikapnya, rekam jejaknya, sampai panu-panunya.

Eh, btw, Pak Fadli Zon berani nggak ya buka baju dan telanjang dada? Yah, siapa tahu, di balik sosoknya yang kalem dan lucu, ada tato kalajengking dan tato tengkorak yang mengerikan di dada dan lengan Pak Fadli Zon.

jokowi prabowo

Terakhir diperbarui pada 15 April 2018 oleh

Tags: Fadli Zongerindrajokowiprabowotelanjang dada
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Agustina Wilujeng ajak anak muda mengenal sejarah Kota Semarang lewat kartu pos MOJOK.CO
Kilas

Kartu Pos Sejak 1890-an Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Kota Semarang

20 Desember 2025
Gedung Sarekat Islam, saksi sejarah dan merwah Semarang sebagai Kota Pergerakan MOJOK.CO
Kilas

Upaya Merawat Gedung Sarekat Islam Semarang: Saksi Sejarah & Simbol Marwah yang bakal Jadi Ruang Publik

20 Desember 2025
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Potret kasih sayang keluarga (ayah, ibu, dan anak) dalam momen mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagi Ibu, Tak Apa Membayar Tiket Mahal untuk Mudik demi Bisa Kumpul Bersama “Anak Kecilnya” yang Berjuang di Perantauan

5 Maret 2026
5 makanan khas Jawa Timur (Jatim). Beri kesempatan kaum pas-pasan cicipi kuliner terbaik/terenak dunia MOJOK.CO

5 Makanan Khas Jawa Timur yang Beri Kesempatan Orang Pas-pasan Nikmati Kuliner Terenak Dunia, Di Harga Murah Pula

1 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026

Beras Porang Indomaret, Makanan Aneh yang Saya Sesali untuk Sahur padahal Menu Favorit Orang Jepang

3 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO

Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik

6 Maret 2026

Video Terbaru

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026
Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.