Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pertanyaan “Pilih Al-Qur’an atau Pancasila?” dalam Tes Wawasan Kebangsaan Menuai Kecaman dari Banyak Pihak

Redaksi oleh Redaksi
2 Juni 2021
A A
tes wawasan kebangsaan

Terima Kasih Pemerintah, Udah Mau Bikin Pegawai KPK Jadi ASN Semua

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak pertanyaan aneh muncul dalam Tes Wawasan Kebangsaan, salah satunya adalah pertanyaan “Pilih Al-Qur’an atau Pancasila?”

Munculnya pertanyaan-pertanyaan aneh dan dianggap tidak nyambung dengan urusan kebangsaan dalam Tes Wawasan Kebangsaan yang diberlakukan kepada para pegawai KPK sebagai bagian dari proses peralihan status pegawai KPK menjadi ASN tentu saja menjadi kontroversi yang serius.

Iklan

Salah satu pertanyaan yang dianggap paling aneh dan tidak bermutu adalah pertanyaan “Al-Qur’an atau Pancasila?”

Isu terkait munculnya pertanyaan tersebut dibahas oleh Mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah melalui akun Twitternya.

“Pilih yang mana, Al-Qur’an atau Pancasila, mengingatkan saya pada pertanyaan tes wawasan kebangsaan KPK. Pegawai jawab, dalam konteks beragama saya memilih Al-Qur’an. Dalam konteks bernegara, saya memilih Pancasila. Pewawancara mendesak beberapa kali, harus pilih salah satu, dan seterusnya.” Tulis Febri.

“Sampai hari ini, tidak ada penjelasan yang clear dari penyelenggara tes tentang pertanyaan-pertanyaan kontroversial tersebut. Wawasan kebangsaan apa yang dikehendaki? Sungguh menyedihkan.” Lanjut Febri.

Tak pelak, munculnya pertanyaan yang terkesan membenturkan Pancasila dan Al-Quran itu langsung menuai reaksi keras dari berbagai pihak.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan bahwa pembuat pertanyaan tersebut pastilah orang yang tidak sehat otaknya.

“Yang buat soal ini tidak punya logika, jadi tidak sehat otaknya, otak orangnya tidak sehat,” terang Anwar seperti dikutip dari Detik. “Pasal 29 ayat 1 (UUD 45) artinya negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa artinya negara tidak boleh mengabaikan ajaran agama Islam, dalam hal ini adalah kitab suci Al-Qur’an. Menurut saya itu tes harus dibatalkan karena pertanyaannya tidak benar, pertanyaannya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 45,” lanjut Anwar.

Tak jauh berbeda dengan komentar Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga menyatakan ketidaksepakatannya atas pertanyaan aneh dalam Tes Wawasan Kebangsaan tersebut.

“Memang pertanyaan yang aneh dan serba salah,” kata Dadang, “

Sementara itu, Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zein Umar bin Smith menyesalkan jika sampai ada pihak yang mencoba membenturkan antara Pancasila dengan Al-Qur’an, sebab keduanya adalah entitas yang sejalan dan tidak elok jika dibenturkan.

“Pendiri negara ini telah membuat Pancasila sebagai falsafah negara dan dijadikan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Ketika orang itu hidup berdasarkan ajaran ketuhanan maka dia akan menjadi manusia yang adil dan beradab.” Ujar Habib Zein Umar seperti dikutip dari Republika.

“Saya harap bangsa Indonesia jangan terpancing bahkan jika ada oknum yang membenturkan Al-Qur’an dengan Pancasila. Karena Al-Qur’an sudah sejalan dengan isi Pancasila, meski tetap berbeda asal muasalnya,” pungkasnya.

Iklan

Ah, memang manusia Indonesia ini makin hari makin aneh-aneh saja. Yang lain mengadu jangkrik dengan jangkrik, cupang dengan cupang, atau domba dengan domba, eh ini malah mengadu Al-Qur’an dengan Pancasila. Pusyiiing.

BACA JUGA Kami Coba Mengerjakan 20 Soal Tes Wawasan Kebangsaan KPK dan Ini Hasilnya dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2021 oleh

Tags: Al-QuranPancasilaTes Wawasan Kebangsaan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Fungsi pancasila.MOJOK.CO
Pendidikan

3 Fungsi Pokok Pancasila untuk Kehidupan Bangsa

28 September 2023
penyakit ain mojok.co
Kesehatan

Hati-hati Penyakit Ain! Berikut Ciri-cirinya Menurut Al-Qur’an dan Hadits

4 Januari 2023
Sudharnoto: Pencipta “Garuda Pancasila” Yang Menjadi Paria Karena "Mengkhianati" Pancasila
Video

Sudharnoto: Pencipta Garuda Pancasila yang Menjadi Paria karena “Mengkhianati” Pancasila

10 Juni 2022
tadarus al quran raksasa mojok.co
Liputan

Berburu Pahala di Akhir Puasa dengan Al Quran Raksasa

28 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.